5 Obat Sakit Pinggang untuk Mengembalikan Kualitas Hidup

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 31 Maret 2020 | 15:07 WIB
5 Obat Sakit Pinggang untuk Mengembalikan Kualitas Hidup
Ilustrasi obat sakit pinggang. (Shutterstock)

Suara.com - 5 Obat Sakit Pinggang untuk Mengembalikan Kualitas Hidup

Sakit pinggang adalah istilah untuk nyeri punggung bagian bawah atau dalam dunia medis dikenal sebagai low back pain. Obat sakit pinggang sering dicari, karena penyakit ini dialami banyak orang, terutama mereka yang kebanyakan duduk dan mengangkat beban berat di pundak dan pinggulnya.

Mengutip laman Healthline, Selasa (31/3/2020), ada berbagai penyebab yang membuat seseorang menderita sakit pinggang. Seperti tarikan otot yang kencang, iritasi saraf, dan kelainan tulang belakang.

Begitu pun dengan pilihan obat sakit pinggang, harus disesuaikan dengan keluhan dan penyebab sakit pinggang yang dialami. Seperti beberapa cara berikut yang akan membantu.

1. Istirahat cukup

Istirahat artinya Anda harus mengurangi kerja aktivitas otot-otot pinggang. Cara istirahat bisa dilakukan dengan rebahan, berbaring telentang dengan bantal berada di bawah lutut menjaga posisi punggung dalam posisi netral.

Tapi, jangan berbaring atau istirahat terlalu lama juga, ya, karena terlalu tidak aktif juga bisa menyebabkan otot-otot melemah.

2. Terapi panas dan dingin

Menurut National Institute of Neurological Disorders anda Stoke (NINDS), terapi kompres panas dan dingin secara bergantian bisa meningkatkan mobilitas dan mengurangi rasa sakit di pinggang.

Tempelkan kantong es atau sekantong sayuran beku di area pinggang yang terasa nyeri. Kemudian ganti kompres dengan botol yang berisi air panas yang dibungkus handuk. Terapi bisa dilakukan selama 20 menit.

3. Obat penghilang rasa sakit

Ketika rasa sakit tak tertahankan, Anda juga bisa mengonsumsi obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas di pasaran. Obat-obatan ini seperti naproxen, ibuprofen, dan acetaminophen sangat efektif mengurangi rasa sakit.

Namun obat ini hanya cenderung mengobati sakit pinggang karena masalah saraf. Jika sakit pinggang terus kambuh atau tak kunjung membaik, segeralah hubungi dokter untuk menemukan penyebabnya.

Nyeri atau sakit punggung. (Shutterstock)
Obat sakit pinggang karena kelamaan duduk. (Shutterstock)

4. Pergi ke dokter

Saat istirahat, kompres, dan obat pereda nyeri yang dijual bebas tidak kunjung efektif, berarti saatnya Anda mengunjungi dokter. Biasanya dokter akan memberikan resep yang lebih kuat untuk meredakan nyeri. Dokter akan mengidentifikasi penyebab sakit pinggang Anda, dan meresepkan obat yang sesuai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demi Selamatkan Nyawa Pasien, Dokter Ini Menahan Rasa Sakitnya Sendiri

Demi Selamatkan Nyawa Pasien, Dokter Ini Menahan Rasa Sakitnya Sendiri

Health | Kamis, 02 Januari 2020 | 18:07 WIB

Berbagai Alternatif Redakan Sakit Pinggang Akibat Kelamaan Duduk

Berbagai Alternatif Redakan Sakit Pinggang Akibat Kelamaan Duduk

Press Release | Jum'at, 27 September 2019 | 21:04 WIB

Merasakan Sakit Punggung Saat Duduk? Ini 7 Cara untuk Meredakannya

Merasakan Sakit Punggung Saat Duduk? Ini 7 Cara untuk Meredakannya

Health | Kamis, 25 Juli 2019 | 06:00 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB