Hasil Penelitian: Orang Obesitas Lebih Berisiko Alami Kematian Covid-19

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Selasa, 07 April 2020 | 13:08 WIB
Hasil Penelitian: Orang Obesitas Lebih Berisiko Alami Kematian Covid-19
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian dari China yang diterbitkan bulan Maret mengamati 112 pasien Covid-19 di mana 17 pasien ini meninggal. Hasil dari penelitian tersebut yang kemudian membuat banyak pertanyaan mengenai risiko Covid-19 pada obesitas.

Melannsir dari Aljazeera, penelitian di China itu menghasilkan 15 dari yang meninggal (17) digolongkan sebagai kelebihan berat badan atau lebih pada skala Indeks Massa Tubuh (BMI). Artinya, 88 persen kematian pada penelitian tersebut terjadi pada orang dengan kelebihan berat badan. 

Sementara dari 95 orang yang selamat 18 diantaranya adalah orang dengan kelebihan berat badan. Dalam hal ini, maka orang dengan berat melebihi BMI hanya selamat 19 persen.

Ilustrasi lelaki mengalami obesitas. (Shutterstock)
Ilustrasi lelaki mengalami obesitas. (Shutterstock)

Tak hanya penelitian dari China, Diederik Gommers, ketua asosiasi perawatan intensif Belanda, mengatakan kepada wartawan TV di Belanda, bahwa 66 persen hingga 80 persen pasien Covid-19 di ruang perawatan intensif  adalah orang obesitas.

Pada program berita TV yang sama, Peter van der Voort, dari rumah sakit pendidikan Universitas Groningen, menyatakan bahwa di ruang perawatan intensif lebih banyak dihuni orang obesitas.

"Kami tidak tahu mengapa, tetapi sangat nyata," kata Voort seperti yang dikutip dari Aljazeera.

Meskipun belum ada penelitian yang signifikan mengenai obesitas dan risiko Covid-19, namun obesitas menimbulkan gangguan pada fungsi sistem kekebalan yang disebut limfoid dan neutrofil.

Melansir dari Aljazeera, obesitas memicu ketidakseimbangan dalam sistem kekebalan tubuh dan peradangan kronis pada jaringan normal. Hal ini yang membuat orang dengan obesitas lebih berisiko mengalami komplikasi infeksi dan tingginya tingkat penyakit kronis pada umumnya.

Ini berlaku untuk infeksi umum seperti infeksi kulit atau luka. Sistem kekebalan orang obesitas sudah bekerja keras, bahkan saat istirahat. Sehingga orang obesitas yang terinfeksi virus corona memiliki risiko yang semakin tinggi, termasuk kesulitan bernapas dan pneumonia.

baca juga

Selain itu, ada tantangan signifikan ketika menangani pasien dengan obesitas di ICU. Mereka secara fisik lebih sulit untuk diintubasi karena leher yang cenderung lebih tebal. Hal ini juga bisa memberikan tekanan pada saluran udara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingat! PNS dan Keluarga Dilarang Mudik Selama Pandemi Corona

Ingat! PNS dan Keluarga Dilarang Mudik Selama Pandemi Corona

News | Selasa, 07 April 2020 | 13:01 WIB

Wajib Dicatat Warga! Begini Tahapan Tes COVID-19 di Puskesmas

Wajib Dicatat Warga! Begini Tahapan Tes COVID-19 di Puskesmas

News | Selasa, 07 April 2020 | 13:00 WIB

Edukasi Bahaya COVID-19, Satlantas Polres Sleman Gelar Aksi Teatrikal

Edukasi Bahaya COVID-19, Satlantas Polres Sleman Gelar Aksi Teatrikal

Jogja | Selasa, 07 April 2020 | 11:38 WIB

Orang Terdekat Meremehkan Bahaya Pandemi Corona? Begini Cara Meyakinkannya

Orang Terdekat Meremehkan Bahaya Pandemi Corona? Begini Cara Meyakinkannya

Health | Selasa, 07 April 2020 | 11:28 WIB

Terkini

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

×