Hindari Mata Minus, Perlukah Anak Pakai Kacamata Antiradiasi?

M. Reza Sulaiman, Frieda Isyana Putri

Jum'at, 10 April 2020 | 09:51 WIB
Hindari Mata Minus, Perlukah Anak Pakai Kacamata Antiradiasi?
ilustrasi pemeriksaan mata anak. (Shutterstock)

Suara.com - Hindari Mata Minus, Perlukah Anak Pakai Kacamata Antiradiasi?

Sebagai salah satu solusi untuk menjaga kesehatan mata, mulai banyak jenis-jenis kacamata yang ada. Salah satunya adalah kacamata antiradiasi yang diyakini dapat menangkal masuknya sinar biru dari gadget yang berpotensi merusak mata.

Namun perlukah kita memakaikannya pada anak-anak kita yang sering menggunakan gadget?

Dipaparkan oleh ahli mata dr Zoraya Ariefia Faranthy, SpM dari RS Prikasih Pondok labu, bahwa hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang menyatakan bahwa sinar biru dari gadget dapat membahayakan mata karena menyebabkan kerusakan permanen.

Soal sinar biru, menurutnya, justru yang harus lebih dihindari adalah sinar biru dari matahari.

"Jadi sebetulnya daripada kita kasih kacamata anti radiasi buat anak kita yang sebetulnya belum terbukti secara ilmiah, mungkin lebih baik kita kasih jeda jeda waktu untuk penggunaan gadget," tuturnya dalam Live IG 'Menjaga Kesehatan Mata Anak di Era Digital', Rabu (8/4/2020).

Apalagi dengan kondisi sekarang di mana lebih banyak berada di rumah untuk belajar dan bekerja. Terkadang orang tua lebih memilih memberikan anak gadget agar bisa bekerja dengan tenang, ditambah pekerjaan rumah dan bahan belajar anak yang kini disampaikan semua melalui online di gadget.

Kita juga harus mewaspadai akibat dari penggunaan gadget dalam waktu lama pada anak-anak. Yakni munculnya mata lelah, yang nantinya bisa menyebabkan macam-macam keluhan seperti mata buram, sakit kepala, gatal, perih, mata jadi sering mengedip.
"Semua adalah gejala kumpulan akibat mata lelah karena sering melihat jarak dekat. Mata lelah itu tidak hanya karena melihat gadget saja, tapi juga aktivitas seperti baca buku berjam-jam, menjahit, itu juga bisa bikin mata lelah," kata dokter yang biasa disapa Ranthy ini.

Kemudian akibat selanjutnya adalah mata kering. Saat kita berfokus atau berkonsentrasi melihat suatu hal dalam jarak dekat (gadget misalnya), refleks mengedip kita jadi berkurang sehingga menyebabkan mata kering.

Bagaimana cara menyiasati waktu penggunaan gadget pada anak? dr Ranthy menyarankan untuk menggunakan rumus 20-20-20.

Yaitu setiap 20 menit anak kita melihat jarak dekat, baik itu gadget maupun membaca buku, selanjutnya istirahat selama 20 menit untuk melihat objek keluar di atas 6 meter (20 kaki).

"Memang menantang. Tapi aturannya seperti itu kalau memang kita mau menjaga anak kita dari mata lelah, mata kering, dan juga risiko dia terkena myopia atau rabun jauh," tutur dr Ranthy.

Kebanyakan main gadget bisa bikin anak alami kerusakan saraf? (Shutterstock)
Anak main gadget perlu kacamata antiradiasi? (Shutterstock)

Sehingga jangan sampai memforsir anak untuk melihat dalam jarak dekat bahkan sampai satu atau dua jam. Istirahatkan anak, biarkan dia bermain di luar atau melihat objek-objek di luar selama 20 menit, baru boleh kembali melakukan aktivitas.

"Ada juga yang anaknya dikasih pengertian, bahwa anaknya setiap baca buku satu bab dia harus istirahat. Atau kalau main game satu level harus istirahat. Ada lagi yang nyiasatinnya gitu, itu lebih gampang dipahami anak-anak," lanjutnya lagi.

Tidak ada jam pasti yang bagus dan aman bagi anak soal penggunaan gadget, namun dr Ranthy mencatat bahwa yang lebih penting untuk dikurangi adalah frekuensi melihat jarak dekatnya.

Hal ini disebabkan karena dengan melihat jarak dekat mata bekerjanya menjadi lebih keras. Tidak masalaha untuk periode pendek, tapi kalau diteruskan lebih 20 menit bisa merangsang kemunculan minusnya yang lebih tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Catat! Faktor Risiko dan Tanda-tanda Mata Minus Pada Anak

Catat! Faktor Risiko dan Tanda-tanda Mata Minus Pada Anak

Health | Kamis, 09 April 2020 | 12:40 WIB

Simpel! Trik agar Kacamata Tidak Berembun saat Mengenakan Masker

Simpel! Trik agar Kacamata Tidak Berembun saat Mengenakan Masker

Health | Rabu, 08 April 2020 | 13:57 WIB

Saat Pandemi Covid-19, Pengguna Lensa Kontak Disarankan Beralih ke Kacamata

Saat Pandemi Covid-19, Pengguna Lensa Kontak Disarankan Beralih ke Kacamata

Lifestyle | Rabu, 08 April 2020 | 09:10 WIB

Terkini

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB