Dokter: Istilah Karantina Seharusnya Tidak untuk Mengisolasi Orang Sehat

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Minggu, 26 April 2020 | 15:35 WIB
Dokter: Istilah Karantina Seharusnya Tidak untuk Mengisolasi Orang Sehat
Ilustrasi isolasi atau karantina COVID-19 - (Pixabay/Alexey_Hulsov)

Suara.com - Dokter Dan Erickson dan Artin Massihi dari Accelerated Urgent Care., Bakersfield, California, menyerukan agar kotanya dibuka kembali dari lockdown meski pandemi Covid-19 sedang berlangsung.

Keduanya mengadakan konferensi pers pada Rabu (23/4/2020) kemarin. Mereka berbiacara tentang pandemi virus corona baik di tingkat negara bagian maupun lokal.

Selama konferensi, Erickson mengatakan pasien yang membutuhkan perawatan lain tidak datang ke rumah sakit atau dokter karena takut.

"Ketika saya berbicara dengan dokter ER di seluruh negeri apa yang terjadi? Nah, karena Covid-19 telah menjadi fokus, orang dengan penyakit jantung, orang dengan kanker, hipertensi dan berbagai hal yang kritis memilih untuk tidak datang karena rasa takut," katanya, dikutip Eyewitness News.

"Jadi, apa yang dilakukan adalah memaksa sistem perawatan kesehatan untuk fokus pada Covid-19 dan tidak fokus pada banyak hal lain yang sangat penting karena kami tidak memiliki staf di sana dan keluhan utama adalah ketakutan," sambungnya.

Ilustrasi karantina. [Shutterstock]
Ilustrasi karantina. [Shutterstock]

Para dokter berbicara tentang langkah-langkah karantina saat ini dan menyatakan bahwa mengkarantina yang sehat bertentangan dengan apa yang mereka pelajari.

"Kita memutuskan untuk menahan orang-orang di rumah dan mengisolasi mereka, meski semua yang telah kami pelajari tentang karantina, biasanya Anda mengkarantina orang sakit. Ketika seseorang menderita campak, Anda mengkarantina mereka. Kami tidak pernah melihat yang sehat, di mana Anda membawa orang-orang tanpa penyakit dan tanpa gejala dan menguncinya di rumah Anda," tuturnya.

Menurutnya, hal ini berbeda dengan apa yang mereka pelajari dari imunologi dan mikrobiologi.

Namun, Kesehatan Masyarakat Wilayah Kern, CDC, Departemen Kesehatan California dan Gubernur California, Gavin Newsom, terus merekomendasikan praktik jarak fisik yang aman selama pandemi.

baca juga

"Dalam upaya berkelanjutan kami untuk mengurangi dampak Covid-19 pada penduduk dan sistem kesehatan kami, kami terus mematuhi panduan yang dikeluarkan oleh Gubernur Newsom mengenai diam di rumah," jawab Kesehatan Masyarakat setempat.

Namun, pada Rabu sebelumnya, sang gubernur sempat mengatakan negara tidak cukup siap untuk dibuka kembali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti: Kehamilan Tidak Memperparah Risiko Covid-19 pada Perempuan

Peneliti: Kehamilan Tidak Memperparah Risiko Covid-19 pada Perempuan

Health | Minggu, 26 April 2020 | 15:07 WIB

Kecuali Mekkah, Arab Saudi Longgarkan Jam Malam Selama Ramadan

Kecuali Mekkah, Arab Saudi Longgarkan Jam Malam Selama Ramadan

News | Minggu, 26 April 2020 | 14:42 WIB

Jamaah Ijtima Gowa Positif Corona: Maaf Sudah Abaikan Aturan Pemerintah

Jamaah Ijtima Gowa Positif Corona: Maaf Sudah Abaikan Aturan Pemerintah

Jawa Tengah | Minggu, 26 April 2020 | 14:43 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×