Gara-gara Pandemi, Operasi Lutut Baru Bisa Dilakukan 4 Bulan Lagi

M. Reza Sulaiman | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 01 Mei 2020 | 15:57 WIB
Gara-gara Pandemi, Operasi Lutut Baru Bisa Dilakukan 4 Bulan Lagi
Ilustrasi ruang operasi. [Shutterstock]

Suara.com - Gara-gara Pandemi, Operasi Lutut Baru Bisa Dilakukan 4 Bulan Lagi

Meskipun tampaknya seolah-olah setiap pekerja perawatan kesehatan berada di garis depan melawan Covid-19, nyatanya banyak petugas profesional medis yang juga menunggu untuk kembali bekerja seperti jutaan orang lainnya.

Sebab, banyak rumah sakit dan sistem kesehatan lainnya telah menangguhkan layanan dan prosedur operasi elektif selama lockdown.

Amerika misalnya, dilansir CNBC, lebih dari 200 fasilitas di seluruh negeri telah meliburkan sedikitnya beberapa staf mereka, dari perawat dan dokter, hingga karyawan nonklinis.

Sejak virus corona dinyatakan sebagai pandemi pada 11 Maret oleh WHO, total kunjungan ke rumah sakit nasional di Amerika telah menurun 32 persen hingga 60 persen dibandingkan sebelumnya, menurut analisis TransUnion Healthcare.

Sekitar 27% dari pasien melaporkan bahwa mereka mengalami jadwal operasi elektif, janji temu atau prosedur perawatan ditunda atau dibatalkan karena pandemi Covid-19.

Ilustrasi operasi mata (Pixabay)
Ilustrasi operasi mata (Pixabay)

Butuh beberapa saat untuk kembali ke jalur normal. Bagi mereka yang menunda prosedur, baik operasi plastik atau memperbaiki ligamen lutut yang sobek, kemungkinan akan memakan waktu rata-rata tiga hingga empat bulan untuk menyelesaikan apa yang ditunda, kata Jonathan Wiik, kepala strategi perawatan kesehatan kesehatan di TransUnion.

Ketika jumlah rawat inap dan kematian akibat Covid-19 mulai menurun, fasilitas kesehatan dapat mulai mempertimbangkan untuk menyiapkan prosedur dan janji temu yang tertunda.

"Penyedia layanan kesehatan, terutama di luar lokasi zona merah Covid-19 yang menunda kasus, ingin memulai kembali operasi elektif untuk memastikan pasien mereka menerima perawatan yang diperlukan dan memulihkan pendapatan sesegera mungkin," sambung Wiik.

“Waktunya akan tergantung pada bulan, bukan minggu, untuk bisa masuk,” tambah Wiik.

Wiik mencatat, rumah sakit telah memotong setidaknya setengah dari operasi elektif mereka untuk bulan Maret, April dan Mei.

Jumlah pemeriksaan dan tes kanker pun turun sebanyak 68% secara nasional dari 19 Maret hingga 20 April, catat Komodo Health.

Ilustrasi operasi plastik. (Shutterstock)
Ilustrasi operasi plastik. (Shutterstock)

Artinya, rumah sakit dan fasilitas kesehatan akan menghadapi banyak masalah di sejumah lini begitu mereka membuka kembali operasi elektif.

Untuk pasien bedah, biasanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk melewati proses yang mengarah ke operasi itu sendiri. Pasien biasanya perlu menyelesaikan janji temu sebelum operasi dan tes untuk memastikan mereka cukup sehat untuk menjalani operasi.

Namun, survei TransUnion Healthcare mencatat, dari pasien yang memiliki operasi elektif dan ditangguhkan, hampir setengah mengatakan mereka hanya akan menjadwal ulang jika aman dan tidak membuat mereka berisiko tertular Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polda Metro Jaya Pastikan Layanan Pindah Terminal Gratis di Bandara Soekarno-Hatta

Polda Metro Jaya Pastikan Layanan Pindah Terminal Gratis di Bandara Soekarno-Hatta

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:17 WIB

Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Padat Sebanyak 28 Persen Kendaraan Sudah Tinggalkan Jakarta

Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Padat Sebanyak 28 Persen Kendaraan Sudah Tinggalkan Jakarta

Otomotif | Selasa, 17 Maret 2026 | 18:50 WIB

Gubernur Pramono Pastikan Jakarta Tiadakan Operasi Yustisi bagi Pendatang Baru, Tapi...

Gubernur Pramono Pastikan Jakarta Tiadakan Operasi Yustisi bagi Pendatang Baru, Tapi...

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:19 WIB

Bocor! Surat Rahasia Hamas ke Mojtaba Khamenei: Negara-negara Arab Mengkhianati Palestina

Bocor! Surat Rahasia Hamas ke Mojtaba Khamenei: Negara-negara Arab Mengkhianati Palestina

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:38 WIB

Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran

Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:45 WIB

Waspada! Kakorlantas Soroti Titik Rawan Kemacetan dan Rekayasa Lalu Lintas Saat Mudik Hari Ke-4

Waspada! Kakorlantas Soroti Titik Rawan Kemacetan dan Rekayasa Lalu Lintas Saat Mudik Hari Ke-4

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 07:25 WIB

KPK Pamerkan Barang Bukti Uang Rp610 Juta Hasil Pemerasan THR di Cilacap

KPK Pamerkan Barang Bukti Uang Rp610 Juta Hasil Pemerasan THR di Cilacap

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 10:34 WIB

Bupati dan Sekda Cilacap Tersangka Pungli THR Lebaran, KPK Bongkar Modus Pemerasan Rp750 Juta!

Bupati dan Sekda Cilacap Tersangka Pungli THR Lebaran, KPK Bongkar Modus Pemerasan Rp750 Juta!

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 10:16 WIB

Respons Aksi KPK, DPR: OTT Itu Penting, Tapi Penyelamatan Uang Negara Jauh Lebih Utama

Respons Aksi KPK, DPR: OTT Itu Penting, Tapi Penyelamatan Uang Negara Jauh Lebih Utama

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:47 WIB

Niat Licik Benjamin Netanyahu Tersebar, Iran Semakin Terdesak

Niat Licik Benjamin Netanyahu Tersebar, Iran Semakin Terdesak

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 11:50 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB