Suara.com - Patut Ditiru! Ini 7 Rahasia Sukses Taiwan Atasi Wabah Virus Corona Covid-19.
Taiwan memiliki jarak yang cukup dekat dengan China, sebagai sumber wabah virus corona. Secara geografis, kedua negara itu hanya berjarak 130 kilometer atau enam kali lebih dekat dari jarak Jakarta-Surabaya.
Meski begitu, Taiwan sukses menekan angka penyebaran virus Corona Covid-19. Saat banyak negara yang mengalami pembengkakan jumlah kasus hingga ribuan bahkan puluhan ribu.
Data yang terdapat pada situs worldmeters.info, jumlah kasus Covid-19 di Taiwan hanya 438 orang dan meninggal enam pasien per 5 Mei 2020.
Negara itu tidak melakukan penguncian alias lockdown wilayah seperti yang diterapkan di Wuhan, China, dan beberapa negara lain untuk mencegah penularan.
Lantas apa faktor keberhasilan Taiwan menangani Covid-19? Mengutip dari kanal YouTube Taiwan News, berikut tujuh faktor kesuksesan Taiwan kendalikan virus corona
1. Waspada
Sejak awal Taiwan meragukan informasi dan jumlah infeksi virus corona yang dilaporkan oleh China.
Pada 31 Desember 2019, Wakil Direktur Jenderal Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) melihat sebuah posting di situs web seperti Taiwan yang menunjukkan diskusi antara petugas medis di Wuhan tentang para pasien yang menunjukkan tanda-tanda baru seperti penyakit.
CDC segera mulai membutuhkan inspeksi di dalam pesawat dari Wuhan sebagai tindakan pencegahan.

2. Masker
Menggunakan masker wajah sudah jadi kebiasaan di Taiwan selama bertahun-tahun, bahkan sebelum ada wabah virus korona. Masyarakat di sana menggunakannya untuk terhindar dari penyakit menular lainnya dan polusi udara.
3. Pengalaman
Taiwan belajar dari peristiwa wabah SARS 2003. Sejak itu, pemerintah di sana telah membangun sistem komprehensif untuk memantau penyakit menular dan mencegah penyebaran virus yang tidak dikenal.
4. Bergerak cepat
Setelah wabah terkonfirmasi di Taiwan pada akhir Januari, pemerintah dengan cepat menginvestasikan NT 200 miliar dolar atau setara Rp 99,468 triliun untuk membuat masker bedah.
Pada pertengahan April, negara itu telah menghasilkan 17 juta masker per hari. Selain itu, pemerintah setempat juga mengumumkan pada 24 Januari larangan ekspor masker bedah selama sebulan.
Setelah itu dibuat sistem jatah penjualan masker untuk mencegah penimbunan dan memastikan semua orang memiliki akses mudah mendapatkannya.
Walaupun banyak negara mengalami kekurangan, masyarakat Taiwan dapat membeli masker dengan harga yang terjangkau. Hanya NT 5 dolar atau Rp 2.500 per masker.

5. Transparansi data
Pemerintah Taiwan mendirikan pusat komando epidemi sentral di bulan Januari. Dan memanfaatkan media massa sepanjang waktu untuk menyebarkan pengetahuan tentang virus corona kepada masyarakat secara terbuka.
Informasi dan kebijakan kritis dapat ditemukan di situs web beberapa di antaranya tersedia dalam bahasa Inggris, Vietnam, Jepang dan bahasa lainnya.
6. Kerjasama
Keberhasilan Taiwan melawan wabah Corona Covid-19 juga dapat dikaitkan dengan kolaborasi antardepartemen.
Sejumlah besar talenta dari perawatan kesehatan, kedokteran, teknologi informasi, permesinan, dan litbang telah bekerja sama untuk memungkinkan tanggapan cepat pemerintah.
7. Perawatan kesehatan yang terjangkau
Sistem pelayanan kesehatan yang memadai dan terjangkau adalah kuncinya, karena orang lebih cenderung mencari perawatan medis ketika mereka tidak perlu khawatir tentang tagihan yang keterlaluan.
Orang-orang dapat dengan mudah menemui dokter untuk gejala-gejala seperti flu, memungkinkan petugas kesehatan lebih cepat untuk menemukan kasus-kasus yang dicurigai dan menyediakan perawatan tepat waktu.