Waduh, BPOM Temukan 290.681 Pangan Kedaluwarsa dan Rusak Selama Ramadan!

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Jum'at, 15 Mei 2020 | 13:12 WIB
Waduh, BPOM Temukan 290.681 Pangan Kedaluwarsa dan Rusak Selama Ramadan!
Ilustrasi pangan kedaluwarsa. (shutterstock)

Suara.com - Waduh, BPOM Temukan 290.681 Pangan Kedaluwarsa dan Rusak Selama Ramadan!

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) intensif menjaga keamanan pangan dan kesehatan masyarakat selama bulan Ramadan. Hal ini terbukti dari dilakukannya intensifikasi pengawasan pangan secara berkala.

"Kegiatan intensifikasi pengawasan pangan tahun ini berfokus pada 3 (tiga) kategori yaitu pengawasan sarana distribusi, termasuk sarana ritel; pengawasan pangan olahan seperti pangan Tanpa Izin Edar (TIE)/ilegal, kedaluwarsa, dan rusak; serta pengawasan pangan jajanan buka puasa/takjil terhadap kemungkinan kandungan bahan berbahaya di dalamnya,” jelas Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito dalam paparannya saat konferensi pers daring, Jumat (15/05/2020).

Selama 2 minggu mulai dari 27 April hingga 8 Mei 2020, BPOM menemukan ada lebih dari 290.681 produk pangan yang tidak memenuhi ketentuan, dengan total nilai ekonomi mencapai Rp 654.300.000. Berbeda dengan tahun sebelumnya, terjadi penurunan besaran nilai ekonomi namun terdapat peningkatan jumlah temuan produk.

Dalam paparannya, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Dra. Reri Indriani, Apt., M.Si, mengatakan sekitar 84,8 persen (246.498 pcs) pangan yang tidak memenuhi ketentuan merupakan produk kedaluwarsa. Sisanya 10,23 persen merupakan pangan tanpa izin edar dan 4,97 persen pangan rusak.

Hampir seluruh pangan kedaluwarsa ditemukan di gudang distributor atau importir. Menurut Reri, tingginya angka produk kedaluwarsa ini berhubungan dengan pandemi virus Corona Covid-19 yang sedang menyerang Indonesia.

"Biasanya distributor atau importir membeli stok untuk 2-3 bulan ke depan, di bulan Januari dan Februari. Memasuki bulan Maret dan April ketika pandemi melanda, demand turun dan banyak ritel tutup, produk dengan masa simpan pendek berisiko kedaluwarsa," tuturnya.

Minuman serbuk, minuman berkarbonasi, mentega, wafer, dan makanan ringan menjadi produk paling banyak mengalami kedaluwarsa.

Kepala Badan POM Penny Lukito. (Dok: BPOM)
Kepala Badan POM Penny Lukito. (Dok: BPOM)

Bahan tambahan pangan seperti teh, roti, makanan ringan, dan sirup menjadi komoditi paling banyak tidak memiliki ijin edar. Sementara temuan pangan rusak antara lain minuman berperisa, susu, krimer, biskuit, dan makanan ringan.

Di sisi lain, hasil pengawasan pangan jajanan berbuka puasa (takjil) menunjukkan bahwa dari 6.677 sampel yang diperiksa, sebanyak 73 sampel (1,09%) tidak memenuhi syarat karena mengandung bahan yang disalahgunakan dalam pangan (formalin, boraks, rhodamin B, methanyl yellow).

Temuan bahan berbahaya yang paling banyak disalahgunakan adalah formalin (45%), diikuti rhodamin B (37%), boraks (17%), dan methanyl yellow (1%).

Jenis pangan yang banyak ditemui mengandung bahan berbahaya tersebut adalah kudapan, minuman berwarna, makanan ringan, mie, lauk pauk, bubur dan es.

Dibandingkan dengan tahun 2019, terjadi penurunan persentase TMS terhadap jumlah sampel sebesar 1,96%, yaitu dari 3,05% pada tahun 2019 menjadi 1,09% pada tahun 2020.

Reri mengatakan BPOM berkomitmen untuk memastikan masyarakat terlindungi dari pangan yang tidak aman dan bermutu.

"Walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19, Badan POM terus melaksanakan pengawasan untuk menjamin pangan yang beredar aman dan bermutu," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPOM Gelar Diskusi Uji Coba Herbal dan Jamu Indonesia untuk Covid-19

BPOM Gelar Diskusi Uji Coba Herbal dan Jamu Indonesia untuk Covid-19

Health | Kamis, 14 Mei 2020 | 19:40 WIB

Badan POM Rilis Daftar Herbal Lokal yang Diharapkan Ampuh Lawan Covid-19

Badan POM Rilis Daftar Herbal Lokal yang Diharapkan Ampuh Lawan Covid-19

Health | Kamis, 14 Mei 2020 | 17:10 WIB

BPOM Tegaskan Belum Pernah Keluarkan Izin Obat Herbal untuk Covid-19

BPOM Tegaskan Belum Pernah Keluarkan Izin Obat Herbal untuk Covid-19

Health | Selasa, 05 Mei 2020 | 12:43 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB