Kolesterol Tinggi Pasca Lebaran? Imbangi dengan Konsumsi 5 Makanan Ini

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 25 Mei 2020 | 11:30 WIB
Kolesterol Tinggi Pasca Lebaran? Imbangi dengan Konsumsi 5 Makanan Ini
Ilustrasi makanan sehat untuk mengendalikan kadar kolesterol. (Shutterstock)

Suara.com - Kolesterol Tinggi Pasca Lebaran? Imbangi dengan Konsumsi 5 Makanan Ini

Leher belakang tiba-tiba terasa kaku dan kepala pusing setelah menyantap menu khas lebaran? Mungkin kadar kolesterol Anda meningkat lantaran berlebihan konsumsi daging dan makanan bersantan.

Kolesterol memang bermanfaat bagi tubuh, tapi jika kadar kolesterol lebih dari 200 mg/dl justru bisa berdampak buruk bagi tubuh, bahkan bisa jadi pemicu penyakit jantung dan stroke.

Kolestertol tinggi disebabkan penumpukan lemak jenuh pada pembuluh darah. Hal tersebut menyebabkan terganggunya aliran darah.

Meski begitu, kadar kolesterol bisa Anda kendalikan dengan mengatur makanan yang dikonsumsi.

Mengutip dari situs Heart UK, berikut makanan yang bisa disantap untuk menurunkan sekaligus mengontrol kolesterol dalam darah.

1. Makanan Kaya Lemak Tak Jenuh

Berbagai makanan yang mengandung asam lemak omega 3. (Shutterstock)
Berbagai makanan yang mengandung lemak tak jenuh (Shutterstock)

Lemak jenuh adalah penyebab utama kolesterol naik. Kandungan itu biasanya dihasilkan dari makanan yang berasal dari hewan, termasuk daging, lemak daging, keju, dan susu.

Jika selama lebaran Anda sedah terlalu banyak mengonsumsi lemak jenuh, sebaiknya hari berikutnya berganti dengan makanan yang kaya dengan lemak tak jenuh.

Lemak tak jenuh bisa didapatkan dari minyak nabati dan minyak zaitun.

Ikan berminyak juga merupakan sumber lemak tak jenuh yang sehat, khususnya lemak omega-3.

Usahakan untuk mengonsumsi dua porsi ikan per minggu. Paling tidak salah satunya harus berminyak.

Hindari minyak kelapa dan kelapa sawit karena tinggi lemak jenuh.

Selanjutnya: Buah, Sayur dan Kacang ...

2. Buah dan Sayuran

Buah dan sayuran dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan beberapa jenis kanker.

Kebanyakan buah dan sayur mengandung sedikit atau bahkan tidak ada lemak dan juga rendah kalori.

Buah dan sayuran juga tinggi serat, dan beberapa jenis serat dapat membantu menurunkan kolesterol.

Buah dan sayuran. (shutterstock)
Buah dan sayuran. (shutterstock)

Serat membantu menghalangi sejumlah kolesterol agar tidak diserap dari usus ke dalam aliran darah.

Kacang polong, ubi jalar, terong, brokoli, apel, stroberi, dan prem merupakan pilihan yang baik untuk kolesterol.

Setidaknya konsumsi lima jenis buah dan sayuran dalam sehari.

Jus buah dan smoothie tanpa pemanis juga bisa dikinsumsi. Tetapi hanya direkomendasikan dalam satu porsi.

Karena kandungan gula dan asam yang tinggi di dalamnya dapat merusak gigi.

3. Kacang

Kacang adalah sumber lemak tak jenuh yang baik dan sedikit mengandung lemak jenuh.

Selain lemak, kacang juga mengandung protein, vitamin E, magnesium, dan potasium yang membantu menjaga kesehatan tubuh.

Ilustrasi kacang-kacangan. (Shutterstock)
Ilustrasi kacang-kacangan. (Shutterstock)

Disarankan untuk makan 30 gram kacang atau sekitar segenggaman tangan dalam satu hari.

Jenis kacang yang direkomendasikan, yaitu, Almond, Macadamias, kacang Brasil, kacang mete, Hazelnut, Pistachio, Kenari, Kacang Tanah, dan Pecan.

Selanjutnya: Oat, Gandum dan Kedelai ...

4. Oat dan Gandum

Oat dan gandum adalah biji-bijian yang kaya akan jenis serat yang disebut beta glucan.

Beta glukan mampu membentuk gel dan mengikat asam empedu yang kaya kolesterol di usus.

Ilustrasi gandum. (Shutterstock)
Ilustrasi gandum. (Shutterstock)

Ini membantu membatasi jumlah kolesterol yang diserap dari usus ke dalam darah Anda.

Sementara hati yang seharusnya mengambil lebih banyak kolesterol dari darah untuk membuat lebih banyak empedu. Tujuannya untuk menurunkan kolesterol darah.

5. Makanan dari kedelai

Kacang kedelai kaya dengan protein, vitamin dan mineral, juga rendah lemak jenuh.

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi makanan dari keselai. (Sumber: Shutterstock)

Mengonsumsi kacang kedelai atau makanan olahan yang terbuat dari kedelai bisa jadi pengganti daging, produk susu full cream, dan makanan ringan yang tinggi lemak jenuh.

Disarankan untuk makan sekitar dua hingga tiga porsi kacang kedelai sehari atau 250 mililiter susu kedelai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Raya Idul Fitri, Hati-hati Daging Ayam Juga Tingkatkan Kolesterol!

Hari Raya Idul Fitri, Hati-hati Daging Ayam Juga Tingkatkan Kolesterol!

Health | Minggu, 24 Mei 2020 | 07:57 WIB

Wajib Tahu, 7 Makanan Sehat untuk Jantung dan Kendalikan Kolesterol

Wajib Tahu, 7 Makanan Sehat untuk Jantung dan Kendalikan Kolesterol

Health | Senin, 18 Mei 2020 | 19:06 WIB

Tinggi Kolesterol, Seberapa Banyak Orang Boleh Makan Telur Per Harinya?

Tinggi Kolesterol, Seberapa Banyak Orang Boleh Makan Telur Per Harinya?

Health | Selasa, 18 Februari 2020 | 18:42 WIB

Terkini

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB