Ahli: Dibutuhkan Lebih Banyak Penelitian pada Hewan Terkait Virus Corona

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 25 Mei 2020 | 21:00 WIB
Ahli: Dibutuhkan Lebih Banyak Penelitian pada Hewan Terkait Virus Corona
Penampakan virus corona baru (COVID-19), credit: NIAID-RML

Suara.com - Sebuah ulasan dalam jurnal Vector-Borne and Zoonotic Disease berpendapat para ilmuwan belum melakukan penelitian yang cukup tentang peran hewan dalam pandemi Covid-19.

Menurut penulis, meski peneliti sekarang secara luas menerima SARS-CoV-2 ditransmisikan ke manusia dari hewan melalui inang hewan perantara, banyak yang masih belum mereka tahu tentang peran hewan dalam kaitannya dengan pandemi.

Sejauh ini, para ilmuwan telah melakukan sedikit riset untuk mengeksplorasi:

  • Sejauh mana hewan dapat tertular virus
  • Hewan mana yang paling rentan terhadap infeksi
  • Apakah hewan dapat menularkan virus satu sama lain atau tidak
  • Apakah hewan dapat menularkan virus ke manusia atau tidak
  • Apa efek virus pada hewan

Dengan tidak adanya bukti ini, badan kesehatan masyarakat di seluruh dunia umumnya meremehkan peran hewan dalam menularkan infeksi.

Ilustrasi kelelawar. [Kelelawar].
Ilustrasi kelelawar. [Kelelawar].

Tiga kemungkinan masalah kritis

Penulis ulasan menyoroti tiga area di mana infeksi hewan dengan SARS-CoV-2 bisa menjadi masalah kritis.

Pertama, mereka menunjukkan bahwa hewan mungkin memainkan peran dalam memperpanjang pandemi dengan menjadi reservoir untuk penularan virus ke manusia.

Dilansir dari Medical News Today, reservoir merupakan manusia, hewan, tumbuhan, tanah atau zat organik yang menjadi tempat tumbuh dan berkembang biak organisme infeksius.

Untuk menentukan peran yang mungkin dimainkan hewan dalam penularan virus corona, para penulis menyarankan untuk mengeksplorasi hewan mana yang lebih mungkin mendapatkan infeksi, periode infektivitas, kemungkinan sumber infeksi, dan sejauh mana hewan dapat menginfeksi manusia.

Kedua, penulis menunjukkan bahwa unggas atau ternak yang terinfeksi dapat memengaruhi ketahanan pangan, baik dengan merusak hewan itu sendiri atau dengan menyebarkan virus kepada petani, penyedia layanan makanan, dan orang yang tinggal di daerah pedesaan.

Ketiga, penulis menunjukkan bahwa anjing pelacak mungkin menjadi kurang efektif jika mereka tertular virus. Ini karena ada laporan anekdotal bahwa virus dapat mengurangi indera penciuman manusia.

Ilustrasi Anjing Frech Bulldog. (pixabay.com/ragnahellberg)
Ilustrasi Anjing Frech Bulldog. (pixabay.com/ragnahellberg)

Dibutuhkan lebih banyak penelitian

Meski tinjauan tersebut berpendapat bahwa ini semua adalah masalah yang mungkin terjadi, penting untuk dicatat sampai para ilmuwan melakukan penelitian lebih lanjut, kita tidak dapat mengetahui apa dampak virus terhadap hewan dan apa dampaknya terhadap manusia.

“Dengan lebih dari 3 juta kasus Covid-19 dan lebih dari seperempat juta kematian di seluruh dunia sejauh ini sejak Januari, sangat penting bahwa kita memahami risiko yang ditimbulkan oleh hewan peliharaan sebagai sumber yang mungkin menginfeksi manusia," kata Dr Stephen Higgs, pemimpin redaksi Vector-Borne and Zoonotic Diseases.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Hewan VS Sistem Kekebalan: Penjelasan Mengapa Zoonosis Berbahaya

Virus Hewan VS Sistem Kekebalan: Penjelasan Mengapa Zoonosis Berbahaya

Health | Rabu, 13 Mei 2020 | 16:00 WIB

Ditjen PKH Bahas Isu Bahaya Zoonosis di 11 Fakultas Kedokteran Hewan

Ditjen PKH Bahas Isu Bahaya Zoonosis di 11 Fakultas Kedokteran Hewan

Press Release | Selasa, 09 April 2019 | 18:26 WIB

Kementan Luncurkan Buku Panduan Hadapi Penyakit Infeksi Baru dan Zoonosis

Kementan Luncurkan Buku Panduan Hadapi Penyakit Infeksi Baru dan Zoonosis

Health | Selasa, 29 Januari 2019 | 16:15 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB