WHO Sanggah Klaim Dokter Italia yang Sebut Virus Corona Melemah

M. Reza Sulaiman
WHO Sanggah Klaim Dokter Italia yang Sebut Virus Corona Melemah
Wabah virus corona (coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)

Klaim virus Corona Covid-19 yang disebut melemah disanggah oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Apa sebabnya?

Suara.com - WHO Sanggah Klaim Dokter Italia yang Sebut Virus Corona Melemah

Klaim virus Corona Covid-19 yang disebut melemah disanggah oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Hal ini diungkapkan oleh Maria Van Kerkhove, ahli epidemiologi dari WHO, yang menyebut klaim virus Corona Covid-19 melemah dilakukan tanpa ada bukti ilmiah.

"Dalam hal penularan, itu tidak berubah, dalam tingkat keparahan, itu juga tidak berubah," kata Van Kerkhove kepada awak media, dilansir ANTARA.

Dengan kata lain, tidak ada data yang menunjukkan virus corona berubah secara signifikan, baik dalam bentuk transmisi atau tingkat keparahan penyakit yang disebabkan.

Pandemi COVID-19 sejauh ini telah menelan lebih dari 370.000 korban jiwa dan menginfeksi 6 juta orang lebih secara global.

Namun menurut pakar, bukan suatu hal yang aneh jika dalam perjalanannya, virus mengalami perubahan karena mutasi.

Martin Hibberd, profesor penyakit menular di London School of Hygiene & Tropical Medicine, mengatakan studi besar yang melihat perubahan genetik pada virus SARS-CoV-2, yang menyebabkan Covid-19 tidak mendukung gagasan bahwa virus menjadi tak berpotensi atau melemah dengan cara apa pun.

"Dengan data lebih dari 35.000 seluruh genom virus, saat ini tidak ada bukti bahwa terdapat perbedaan signifikan terkait tingkat keparahan," katanya.

Italia melaporkan hampir 800 kematian akibat virus corona pada hari Sabtu (21/03) dan 651 pada Minggu (22/03), yang membuat jumlah korban selama sebulan terakhir mencapai 5.476. Ini adalah kematian yang tertinggi di dunia. [Paolo Miranda/BBC]
Italia melaporkan hampir 800 kematian akibat virus corona pada hari Sabtu (21/03) dan 651 pada Minggu (22/03), yang membuat jumlah korban selama sebulan terakhir mencapai 5.476. Ini adalah kematian yang tertinggi di dunia. [Paolo Miranda/BBC]

Klaim virus Corona Covid-19 yang melemah dinyatakan oleh Profesor Alberto Zangrillo. Ia menyebut hasil studi bersama sesama ilmuwan, Massimo Clementi, akan dipublikasi pekan depan.

"Kami tidak pernah mengatakan bahwa virus tersebut telah berubah, kami mengatakan bahwa interaksi antara virus dan perantara sudah pasti berubah," ujar Zangrillo.

Menurutnya, hal ini bisa disebabkan oleh karakteristik virus yang berbeda, yang katanya belum diidentifikasi, atau karakteristik berbeda pada mereka yang terinfeksi.

Studi oleh Clementi, direktur laboratorium mikrobiologi dan virologi San Raffaele, membandingkan sampel virus dari pasien COVID-19 di rumah sakit yang berada di Milan pada Maret dengan sampel dari pasien COVID-19 pada Mei.

"Hasilnya jelas: perbedaan yang sangat signifikan antara beban virus pasien yang dirawat pada Maret dibanding pasien yang dirawat Mei lalu," kata Zangrillo. [ANTARA]

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS