Air Kelapa VS Santan Kelapa, Mana yang Lebih Bergizi dan Menyehatkan?

M. Reza Sulaiman, Dinda Rachmawati

Selasa, 02 Juni 2020 | 20:50 WIB
Air Kelapa VS Santan Kelapa, Mana yang Lebih Bergizi dan Menyehatkan?
Air kelapa versus santan kelapa mana yang lebih sehat? (Shutterstock)

Suara.com - Air Kelapa VS Santan Kelapa, Mana yang Lebih Bergizi dan Menyehatkan?

Kelapa adalah salah satu buah yang memiliki sejuta manfaat bagi tubuh. Mulai dari air, daging buah, minyak hingga santan, semuanya sehat dan harus dimasukkan dalam makanan sehari-hari.

Di antara bagian kelapa, air kelapa dan santan kelapa kerap dikonsumsi sebagai minuman. Meski tampilannya hampir mirip, namun sebenarnya keduanya sangat berbeda dan memiliki nilai gizi yang berbeda pula.

Nah sebelum kamu mengonsumsi kedua, ketahui dulu yuk perbedaan air kelapa dan santan kelapa, serta mana yang lebih menyehatkan di antara keduanya? Berikut penjelasannya dilansir Pinkvilla.

1. Air kelapa

Air kelapa terlihat memang seperti air biasa, namun memiliki rasa yang khas yang berasal dari pusat buah kelapa. Kamu dapat membelah kelapa dan meminumnya secara langsung.

Rasanya sedikit manis dan asam, serta sangat rendah kalori. Air kelapa merupakan salah satu sumber nutrisi terbaik karena dikemas dengan kalium, natrium, kalsium, seng, dan magnesium. Karena sangat rendah kalori, minuman ini juga kerap digunakan untuk membantu penurunan berat badan.

Selain itu, air kelapa merupakan sumber hidrasi yang cocok untuk memuaskan dahaga daripada hanya air biasa karena merupakan alternatif yang bergizi dan menyegarkan.

Ilustrasi air kelapa. [Shutterstock]
Ilustrasi air kelapa. [Shutterstock]

Sifat anti-inflamasi dari air kelapa juga sangat baik untuk kulit kita. Ini menjaga kulit dari jerawat, ruam hingga peradangan ringan. Itulah sebabnya kita akan sering melihat air kelapa dalam produk perawatan kulit.

baca juga

Bukan cuma itu, air kelapa juga bisa dikomsumsi sesering mungkin jika kami mengalami masalah pencernaan, karena mengandung serat dan kandungannya menormalkan aktivitas usus dan metabolisme. Bahkan pasien tekanan darah harus sering minum air kelapa, berkat kandungan potasiumnya.

Selanjutnya: Santan Kelapa

2. Santan kelapa

Tidak seperti air kelapa, santan kelapa adalah buatan manusia. Ini terbuat dari daging kelapa yang diparut dan dicampurkan dengan air biasa atau air kelapa. Kemudian, saat diperas, akan menghasilkan cairan putih seperti susu.

Santan kelapa, selain sering dijadikan sebagai bahan dasar berbagai masakan, juga sering dijadikan minuman dengan cara merebusnya terlebih dahulu. Santan kelapa mengandung lemak dan kalori yang lebih banyak.

Satu cangkir santan kelapa bahkan mengandung 445 kalori dan 48 gram lemak yang jauh lebih banyak daripada kalori air kelapa. Karena inilah, santan kelapa sering digunakan sebagai pengganti susu oleh banyak orang.

Berbicara tentang manfaat kesehatan, santan kelapa memiliki kekuatan sifat antimikroba dan anti-inflamasi, sehingga membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan pada cedera. Ini berfungsi juga sebagai kondisi peradangan autoimun, seperti rheumatoid arthritis.

Tak hanya itu, santan kelapa juga dapat mengurangi kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah rendah secara teratur, karena lemak jenuh mungkin memiliki efek positif pada kolesterol. Dan kolesterol yang lebih baik dapat mencegah penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi.

Bagi kamu yang memiliki masalah rambut, terutama memiliki rambut kering, kandungan lemak tinggi dalam santan kelapa juga bisa membuat kulit kepala terhidrasi dan mencegah gatal dan ketombe.

Ilustrasi santan kelapa. (Pixabay)
Ilustrasi santan kelapa. (Pixabay)

Selain itu, bagi kamu yang menderita anemia, kamu harus mempertimbangkan mengonsumsi santan kelapa karena mereka memiliki jumlah zat besi yang baik. Satu cangkir santan kelapa, dapat memberi kita hampir seperempat dari asupan zat besi harian yang direkomendasikan.

Serta membantu untuk mendapatkan sistem kekebalan yang lebih baik. l Asam laurat yang terkandung dalam santan memiliki sifat antiseptik dan melawan bakteri, virus, dan jamur.

Jadi mana yang lebih sehat?

Keduanya sama-sama bergizi dan bermanfaat, tetapi asupannya tergantung pada kesehatanmu. Pastikan untuk menghindari mengomsumsi keduanya dengan gula olahan dan pengawet.

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, gunakan air kelapa dan santan kelapa yang alami, bukan yang kemasan. Juga, pastikan untuk meminumnya dalam jumlah sedang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bosan Santan Terus? Sajian Bakso dan Mi Ini Bisa Jadi Pilihan di Rumah Lho!

Bosan Santan Terus? Sajian Bakso dan Mi Ini Bisa Jadi Pilihan di Rumah Lho!

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2020 | 13:49 WIB

Santan Disebut Bisa Tingkatkan Jumlah Kolesterol Baik, Benarkah?

Santan Disebut Bisa Tingkatkan Jumlah Kolesterol Baik, Benarkah?

Health | Minggu, 24 Mei 2020 | 15:47 WIB

Kontrol Kolesterol Lebaran dengan Labu Siam, ini 5 Manfaatnya

Kontrol Kolesterol Lebaran dengan Labu Siam, ini 5 Manfaatnya

Health | Sabtu, 23 Mei 2020 | 21:17 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB