Ahli Sebut Virus Corona Bisa Menjadi Endemik, Kok Bisa?

Silfa Humairah Utami | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 03 Juni 2020 | 05:30 WIB
Ahli Sebut Virus Corona Bisa Menjadi Endemik, Kok Bisa?
Ilustrasi tes virus corona [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Ada kemungkinan besar virus corona tidak akan pernah hilang. Bahkan, setelah vaksin ditemukan dan digunakan, virus corona kemungkinan akan tetap ada selama beberapa dekade mendatang.

Dilansir The Washington Post, para ahli menyebut kondisi ini sebagai penyakit endemik. Seperti campak, HIV, dan cacar air.

Sudah ada empat virus corona endemik, menyebabkan penyakit flu biasa. Dan banyak ahli berpikir virus ini akan menjadi yang kelima, ketika dampaknya menurun ketika populasi dengan kekebalan telah menyebar dan tubuh telah beradaptasi dengan virus seiring waktu.

Namun, untuk saat ini sebagian besar orang belum terinfeksi dan tetap rentan. Dan Covid-19 telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir, bahkan di negara-negara yang pada awalnya berhasil menekan penyebarannya.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun sempat mengatakan hal yang sama pada Maret 2020 lalu.

Rapid test virus corona. (Antara)
Rapid test virus corona. (Antara)

"Penting untuk mengetahuinya, virus ini dapat menjadi virus endemik lain di komunitas kita, dan mungkin tidak akan pernah hilang," kata Dr. Mike Ryan, direktur kedaruratan WHO, dikutip Indian Express.

Kapan sebuah penyakit dapat menjadi endemik?

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), penyakit menjadi endemik ketika keberadaannya atau prevalensi yang biasa dalam populasi konstan. Ketika kasus mulai meningkat, itu diklasifikasikan sebagai epidemi. Jika epidemi tercatat di beberapa negara dan wilayah, ini disebut pandemi.

Kamus epidemiologi mendefinisikan penyakit endemik sebagai, "keberadaan konstan suatu penyakit atau gen infeksi dalam wilayah geografis atau kelompok populasi tertentu, mungkin juga merujuk pada prevalensi penyakit tertentu yang biasa terjadi di daerah atau kelompok tersebut.

Salah satu pemodelan matematika dalam Journal of Epidemiology and Community Health menyatakan, jika R0, yang merupakan nilai di mana virus ditularkan dalam masyarakat, sama dengan 1, maka penyakitnya adalah endemik.

Ketika R0>1 (R0 lebih dari satu), itu menyiratjan kasus meningkat dan penyakit itu akan menjadi epidemi. Jika R0<1 (R0 kurang dari satu), artinya jumlah kasus penyakit ini menurun.

Di sini, R0 mengacu pada jumlah orang yang terinfeksi oleh seseorang yang memiliki penyakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO Sebut Corona akan Jadi Endemik, Apa Bedanya dengan Pandemi?

WHO Sebut Corona akan Jadi Endemik, Apa Bedanya dengan Pandemi?

Health | Kamis, 14 Mei 2020 | 12:40 WIB

Peneliti Khawatir Wabah Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Epidemi Kanker!

Peneliti Khawatir Wabah Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Epidemi Kanker!

Health | Kamis, 23 April 2020 | 13:20 WIB

Cegah Penyebaran Penyakit Endemik Saat Mudik, Ini Langkah Kemenkes

Cegah Penyebaran Penyakit Endemik Saat Mudik, Ini Langkah Kemenkes

Health | Senin, 03 Juni 2019 | 18:00 WIB

Terkini

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Health | Selasa, 28 April 2026 | 15:57 WIB