Waspada Gejala Ringan Serangan Jantung, Cek Bagian Pergelangan Kaki!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 05 Juni 2020 | 13:27 WIB
Waspada Gejala Ringan Serangan Jantung, Cek Bagian Pergelangan Kaki!
Ilustrasi pergelangan kaki (shutterstock)

Suara.com - Serangan jantung termasuk kondisi darurat medis serius yang membutuhkan bantuan ahli medis segera. Kondisi ini bisa terjadi akibat kurangnya darah yang mencapai jantung.

Pasokan darah yang kurang itulah menyebabkan fungsi jantung rusak dan mengakibatkan kematian. Serangan jantung juga bisa menjadi gejala penyakit jantung koroner, yang mana timbunan lemak menumpuk di arteri dan membatasi jumlah darah mencapai jantung.

Selama ini banyak orang mengaitkan gejala serangan jantung berupa nyeri dada dan bahu. Ada pula beberapa orang yang mengalami gejala berupa pendarahan gusi atau kaki bengkak.

Anda bisa melihat tanda lain serangan jantung dari pergelangan kaki. Jika seseorang mengalami pembengkakan pergelangan kaki, maka akan terlihat lekukan pada kulit sekitarnya setelah melepas kaus kaki.

"Tanda-tanda seperti pembengkakan pergelangan kaki atau penambahan berat badan tidak selalu menandakan serangan jantung atau Anda memiliki penyakit jantung," kata Dr Carl Orringer, associate professor of medicine dan direktur Preventative Cardiovascular Medicine di University of Miami Miller School of Medicine dikutip dari Express.

Ilustrasi pergelangan kaki (shutterstock)
Ilustrasi pergelangan kaki (shutterstock)

Karena, diagnosis risiko serangan jantung juga perlu gejala lain, seperti penyakit jantung, studi laboratorium dan riwayat penyakit kaluarga.

Retensi cairan di kaki dan tungkai dikenal sebagai edema perifer. Edema ini bisa muncul sebagai bekas kaus kaki yang muncul di pergelangan kaki.

Dokter umum juga bisa memeriksa tanda ini dengan menekan pergelangan kaki atau tulang kering menggunakan jari untuk melihat adakah bekas penyok di kulitnya. Bekas tekanan ini dikenal sebagai pitting edema dan bisa mengindikasikan gagal jantung kongestif.

Edema mungkin merupakan tanda gagal jantung, karena ketika jantung tidak memompa dengan baik, cairan dari dalam pembuluh darah cenderung bocor ke jaringan di sekitarnya.

Kaki dan pergelangan kaki adalah area yang umum terjadi edema, karena efeknya dari gravitasi. Dr Orringer pun mengatakan edema perifer mungkin disebabkan oleh sejumlah masalah.

Seorang pria alami serangan jantung (Shutterstock)
Seorang pria alami serangan jantung (Shutterstock)

"Intinya adalah kebanyakan orang dengan edema perifer tidak memiliki penyakit jantung. Tetapi, kondisi itu bisa menjadi tanda penting bila ada tanda-tanda lain dan gejala gagal jantung," kata Orringer.

Umumnya, edema perifer merupakan akibat dari retensi cairan daripada kondisi yang mendasarinya. Pembengkakan di kaki dan pergelangan kaki biasanya ringan dan bersifat sementara.

Saat seseorang berdiri atau duduk untuk waktu yang lama sepanjang hari, gravitasi menarik darah ke kaki. Lalu, tekanan yang meningkat ini mendorong cairan dari pembuluh darah ke jaringan lunak yang menyebabkan pembengkakan ringan.

Pembengkakan yang berkaitan dengan gravitasi disebut edema dependen. Karena itulah, tanda pemakaian kaus kaki atau tekanan biasanya lebih buruk di malam hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isolasi Sosial Akibat Karantina Bisa Tingkatkan Risiko Kardiovaskular

Isolasi Sosial Akibat Karantina Bisa Tingkatkan Risiko Kardiovaskular

Health | Jum'at, 22 Mei 2020 | 14:04 WIB

Positif Covid-19, Gadis 12 Tahun Kena Serangan Jantung Tapi Selamat!

Positif Covid-19, Gadis 12 Tahun Kena Serangan Jantung Tapi Selamat!

Health | Sabtu, 16 Mei 2020 | 03:05 WIB

Daging Merah atau Olahan Disebut Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

Daging Merah atau Olahan Disebut Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

Health | Sabtu, 09 Mei 2020 | 15:37 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB