Berisiko Terpapar Corona, Demonstran Anti-Rasis George Floyd Akui Setimpal

Angga Roni Priambodo | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 07 Juni 2020 | 08:47 WIB
Berisiko Terpapar Corona, Demonstran Anti-Rasis George Floyd Akui Setimpal
Demonstrasi protes kematian George Floyd di Manhattan, New York. (Anadolu Agency/Mostafa Bassim)

Suara.com - Aksi unjuk rasa anti-rasis di berbagai negara, terutama Amerika, hingga kini masih berjalan. Meski pandemi Covid-19 belum selesai, beberapa demonstran mengaku menghadapi risiko terpapar virus corona setimpal dengan apa yang mereka lakukan.

Inilah yang juga dirasakan oleh Jazondre Gibbs, seorang demonstran asal Washington, DC. Ia mengaku khawatir tentang risiko penularan virus corona, tetapi setelah berminggu-minggu menghabiskan waktu di dalam rumah, ia senang akhirnya memiliki hal penting yang dapat ia lakukan.

"Pandemi telah membuat kita merasa tidak berdaya. Kita tidak bisa mengontrol berapa banyak tes (Covid-19) yang ada dan berapa banyak orang memakai masker... tapi aku bisa mengendalikan berapa banyak waktu yang ingin aku habiskan untuk melakukan ini," jelas konsultan ilmu perilaku ini, dikutip CNN Internasional.

Pada sehari sebelum demo, Jumat (5/6/2020), Gibbs pergi ke toko kelontong untuk membeli perlengkapan pelindung diri, seperti hand sanitizer, botol air, tambahan masker, dan lainnya. Dia merasa tidak cukup berani antre bersama orang asing, tapi ini tidak membuatnya mundur.

Demonstrasi melawan rasisme. (dok: Instagram/puma)
Demonstrasi melawan rasisme. (dok: Instagram/puma)

Demonstran lain yang juga merasakan hal sama seperti Gibbs adalah Sarah Foster. Wanita 36 tahun ini memberanikan diri ikut demo sambil menjaga diri dengan memakai masker dan menjaga jarak dari orang lain.

"Jelas, orang-orang sedikit lebih dekat dari jarak satu setengah meter yang direkomendasikan. Tapi aku pikir apa yang kami lakukan sangat penting," katanya.

Para ahli khawatir penyebaran virus corona di kalangan pengunjuk rasa

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) Dr Robert Redfield menyarankan untuk mengetes pengunjuk rasa.

"Aku pikir ada potensi. Berdasarkan cara penyebaran penyakit, ada setiap alasan untuk memperkirakan kita akan melihat kluster baru kasus virus corona dan berpotensi memicu wabah baru," kata Redfield.

Dia mengatakan risiko infeksi lebih tinggi di kota-kota besar di mana ada penularan yang signifikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli: Demonstrasi Anti Rasis di AS Berisiko Percepat Penyebaran Covid-19

Ahli: Demonstrasi Anti Rasis di AS Berisiko Percepat Penyebaran Covid-19

News | Kamis, 04 Juni 2020 | 11:34 WIB

Aku Tak Bisa Bernapas, Kalimat Terakhir George Floyd Picu Aksi Anti Rasis

Aku Tak Bisa Bernapas, Kalimat Terakhir George Floyd Picu Aksi Anti Rasis

News | Sabtu, 30 Mei 2020 | 09:40 WIB

Aksi Anti Rasis di Jayapura Memanas, Pemerintah Matikan Telepon dan SMS

Aksi Anti Rasis di Jayapura Memanas, Pemerintah Matikan Telepon dan SMS

News | Kamis, 29 Agustus 2019 | 14:21 WIB

Terkini

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB