Hindari Makanan Ini Jika Tidak Ingin Alami Masalah Pencernaan & Perut Rata

Angga Roni Priambodo | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 09 Juni 2020 | 09:21 WIB
Hindari Makanan Ini Jika Tidak Ingin Alami Masalah Pencernaan & Perut Rata
Ilustrasi perut kembung (Foto: shutterstock)

Suara.com - Ada nutrisi tertentu dalam makanan yang sulit dicerna tubuh, biasanya disebut sebagai makanan FODMAP, kependekan dari Fermentable Oligo, Disakarida, Monosakarida, serta Poliol.

Ini adalah kumpulan karbohidrat yang jika dicerna oleh tubuh akan menghasilkan gas seperti karbon dioksida, hidrogen, dan gas metana yang membuat perut kembung dan nyeri.

Dilansir Insider, berikut makanan yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan atau hanya membuat kembung.

1. Susu mengandung laktosa, gula alami yang sulit dicerna

Susu dan produk turunannya, seperti keju, dapat menyebabkan masalah pencernaan, terutama jika Anda tidak toleran terhadap laktosa.

Bagi mereka yang tidak toleran latoksa tidak memiliki enzim yang dibutuhkan untuk memecah gula ini.

Ganti susu sapi dengan susu kedelai atau almond, ini ideal bagi yang tidak toleran atau hanya ingin menghindari susu.

Ilustrasi garam. (Shutterstock)
Ilustrasi garam. (Shutterstock)

2. Makanan tinggi sodium membuat tubuh cepat haus, menyebabkan perut kembung

Banyak orang yang mengonsumsi garam lebih banyak dari jumlah harian yang disarankan. Reaksi alami tubuh untuk makan terlalu banyak garam adalah menahan air, dan ketika tubuh menahan air maka akan menggembung.

Sebagai pedoman, sebagian besar orang sehat harus membatasi asupan sodium pada 2.300 mg per hari. Sedangkan penderita diabetes atau tekanan darah tinggi, yang berusia lebih dari 50 tahun, hanya boleh mengonsumsi 1.500 mg per hari.

3. Semangka mengandung fruktosa, gula alami yang sulit diserap tubuh

Semangka mengandung fruktosa, gula alami yang memberikan rasa manis pada buah. Banyak orang tidak dapat menyerap fruktosa, itulah sebabnya semangka dapat menyebabkan kembung.

4. Yogurt yang sangat tinggi gula dapat menyebabkan fermentasi dalam tubuh

Plain yogurt sebenarnya dapat membuat perut Anda sehat karena mengandung probiotik. Namun, jika yogurt yang Anda makan mengandung gula tinggi, tubuh hanya akan mengalami lebih banyak fermentasi dan memicu gas serta kembung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Potret Gemas Kahiyang Ayu-Sedah Mirah, Perut Kembung Tanda Masalah Serius?

Potret Gemas Kahiyang Ayu-Sedah Mirah, Perut Kembung Tanda Masalah Serius?

Health | Minggu, 07 Juni 2020 | 20:46 WIB

Jangan Sepelekan, Perut Kembung Bisa Jadi Tanda Masalah Kesehatan Serius

Jangan Sepelekan, Perut Kembung Bisa Jadi Tanda Masalah Kesehatan Serius

Health | Minggu, 07 Juni 2020 | 15:01 WIB

Cegah Perut Kembung, Berapa Kali Orang Harus Minum Air dalam Sehari?

Cegah Perut Kembung, Berapa Kali Orang Harus Minum Air dalam Sehari?

Health | Kamis, 04 Juni 2020 | 13:34 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB