Termasuk Terlalu Santai, Berikut Pemicu Lain dari Serangan Migrain!

Angga Roni Priambodo | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 16 Juni 2020 | 20:57 WIB
Termasuk Terlalu Santai, Berikut Pemicu Lain dari Serangan Migrain!
Ilustrasi migrain (Shutterstock)

Suara.com - Kebanyakan orang percaya bahwa migrain hanyalah sakit kepala intens dan akan hilang setelah beberapa saat. Tapi itu tidak benar.

Tidak seperti sakit kepala normal, migrain mungkin disertai dengan titik buta, muntah dan pandangan kabur.

Serangan migrain bersifat episodik dan dapat muncul kapan saja antara satu hingga empat kali dalam sebulan.

Kondisi ini sangat menyakitkan dan dapat berlangsung berjam-jam atau bahkan berhari-hari.

Para peneliti telah berusaha mencari tahu apa yang memicu migrain dan apa yang mungkin bisa menjinakkannya.

Ilustrasi migrain (Shutterstock)

Berikut adalah beberapa faktor yang terkait dengan serangan migrain, dilansir The Health Site:

Terlalu santai

Sebuah penelitian yang terbit dalam Journal Neurology, mengatakan bahwa terlalu santai juga dapat memicu serangan migrain.

Tingkat hormon kortisol, yang dikenal untuk mengurangi rasa sakit naik selama periode stres dan dapat memicu migrain pada periode tenang.

Studi ini juga mengatakan, alih-alih membiarkan stres menumpuk, orang harus mencoba untuk rileks pada saat-saat stres.

Pelecehan emosional

Studi lain mengatakan anak-anak yang dilecehkan secara emosional juga cenderung menderita serangan migrain ketika mereka bertambah dewasa.

Ini menunjukkan hubungan antara pelecehan dan migrain lebih kuat dalam kasus pelecehan emosional daripada pelecehan fisik atau seksual.

Di antara peserta yang diteliti, 52% lebih mungkin menderita migrain daripada mereka yang tidak dilecehkan. Data ini diketahui setelah mempertimbangkan faktor-faktor seperti pelecehan fisik, pelecehan seksual, usia, pendapatan, ras dan jenis kelamin.

Ilustrasi migrain (Shutterstock)

Asma

Jika Anda menderita asma dan migrain sesekali, sakit kepala Anda mungkin meningkat dan berubah menjadi migrain kronis.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Headache mengatakan, baik migrain dan asma, keduanya melibatkan peradangan otot polos, baik di pembuluh darah atau saluran udara. Peradangan terkait asma dapat memperburuk serangan migrain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berhubungan Seks Bisa Mencegah dan Atasi Migrain, Ini Alasannya!

Berhubungan Seks Bisa Mencegah dan Atasi Migrain, Ini Alasannya!

Health | Rabu, 10 Juni 2020 | 20:00 WIB

Akupuntur Bisa Atasi Migrain, Ini Temuan Peneliti!

Akupuntur Bisa Atasi Migrain, Ini Temuan Peneliti!

Health | Kamis, 28 Mei 2020 | 09:30 WIB

Anda Stres? Hati-hati Kena Serangan Migrain!

Anda Stres? Hati-hati Kena Serangan Migrain!

Health | Senin, 17 Februari 2020 | 10:10 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB