Peneliti Ciptakan Virus Corona 'Baru' di Laboratorium AS, Apa Tujuannya?

Angga Roni Priambodo, Rosiana Chozanah

Sabtu, 25 Juli 2020 | 09:57 WIB
Peneliti Ciptakan Virus Corona 'Baru' di Laboratorium AS, Apa Tujuannya?
Virus corona (COVID-19) muncul dari permukaan sel manusia, credit: NIAID-RML

Suara.com - Baru-baru ini peneliti membuat virus corona di laboratorium yang dapat menginfeksi sel dan berinteraksi dengan antibodi, seperti SRAS-CoV-2 asli. Namun, virus ini tidak memiliki kemampuan untuk menyebabkan penyakit parah.

Penelitian ini dinilai sebagai kabar baik untuk para pengembang vaksin Covid-19 di seluruh dunia, sebab tidak semua orang memiliki akses ke fasilitas biosafety tingkat tinggi.

Seperti yang kita ketahui bahwa SARS-CoV-2 dapat bertahan di udara dan berpotensi mematikan. Jadi, virus corona 'asli' hanya dapat dipelajari secara aman di bawah kondisi biosafety tingkat tinggi.

Ilmuwan yang mempelajarinya harus memakai biohazard, bekerja di laboratorium dengan berbagai tingkat penahanan dan sistem ventilasi khusus.

Meski diperlukan untuk melindungi mereka, tindakan keselamatan ini justru memperlambat upaya penemuan obat dan vaksin Covid-19.

Penampakan virus corona baru (COVID-19), credit: NIAID-RML
Penampakan virus corona baru (COVID-19), credit: NIAID-RML

Berangkat dari masalah ini, ilmuwan di Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St. Louis mengembangkan virus hibrida.

Secara genetik peneliti memodifikasi virus ringan, caranya menukar salah satu gennya dengan SARS-CoV-2. Meski dapat menginfeksi sel dan dikenali oleh antibodi, virus ini dapat ditangani dalam laboratorium dengan keamanan biasa.

Dilansir The Health Site, virus hibrida ini sudah didistribusikan kepada para peneliti di Argentina, Brasil, Meksiko, Kanada dan di seluruh Amerika Serikat. Masih ada permintaan dari Inggris dan Jerman.

Jenis Virus yang Dimanipulasi

baca juga

Untuk membuat SARS-CoV-2 'buatan', para peneliti mulai dengan virus vesicular stomatitis (VSV). Virus ini mudah dimanipulasi secara genetik.

Umumnya VSV menginfeksi sapi, kuda, dan babi, tetapi juga bisa menginfeksi manusia. Penyakit yang ditimbulkan adalah flu ringan yang berlangsung tiga hingga lima hari.

virus vesicular stomatitis atau VSV (Pixels)
virus vesicular stomatitis atau VSV (Pixels)

Virus memiliki protein di permukaannya yang fungsinya untuk mengunci dan menginfeksi sel.

Para peneliti mengeluarkan gen protein permukaan VSV dan menggantinya dengan gen dari SARS-CoV-2, yang dikenal sebagai spike. Pergantian ini menciptakan virus baru yang dijuluki virus hybrid VSV-SARS-CoV-2.

Penelitian ini diterbitkan secara daring di Cell Host & Microbe.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Dibantu' Protein Manusia, Ternyata Virus Corona Masih Bisa Bermutasi!

'Dibantu' Protein Manusia, Ternyata Virus Corona Masih Bisa Bermutasi!

Health | Sabtu, 25 Juli 2020 | 08:39 WIB

Ibu Tidak Menularkan Virus Corona ke Bayi Baru Lahir, Ini Syaratnya

Ibu Tidak Menularkan Virus Corona ke Bayi Baru Lahir, Ini Syaratnya

Health | Jum'at, 24 Juli 2020 | 17:00 WIB

Pemodelan Baru Sebut 3 Perilaku Mudah Ini Tekan Penyebaran Virus Corona

Pemodelan Baru Sebut 3 Perilaku Mudah Ini Tekan Penyebaran Virus Corona

Health | Jum'at, 24 Juli 2020 | 15:47 WIB

Terkini

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:52 WIB

Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal

Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo

Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:10 WIB

IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia

IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia

Sumut | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:06 WIB

Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun

Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:05 WIB

×