Bagaimana Cara Orangtua di Jepang Mengajarkan Disiplin pada Anak?

Vania Rossa

Kamis, 30 Juli 2020 | 15:09 WIB
Bagaimana Cara Orangtua di Jepang Mengajarkan Disiplin pada Anak?
Ilustrasi Mengajarkan Disiplin pada Anak Jepang. (Shutterstock)

Suara.com - Mengajarkan disiplin pada anak sudah dilakukan para orangtua di Jepang sejak dini. Di Jepang, bukan pemandangan aneh melihat anak usia 2 tahun duduk tenang dan anteng di dalam kereta. Padahal, lazimnya anak-anak usia itu, adalah hal yang wajar jika mereka melompat, berdiri di kursi ingin melihat ke jendela, bahkan merengek karena tak betah duduk diam.

Dalam artikel yang ditulis oleh Kate Lewis di laman Savvy Tokyo, ibu asal Amerika ini bercerita mengenai cara orangtua Jepang dalam menangani tantrum anaknya yang berusia 2 tahun.

Ya, seperti halnya anaka-anak usia 2 tahun, anak-anak di Jepang pun kerap tantrum atau mengamuk di tempat umum. Namun, Kate melihat, orangtua di Jepang akan membiarkan anaknya tantrum, duduk di tanah, serta menangis dan berteriak di taman bermain. Mereka seolah tak peduli. Ternyata sikap tak peduli para orangtua ini ada alasannya.

Kate menulis, suatu hari ia sempat melihat seorang anak yang mulai rewel di kereta. Sang ayah pun mengajak seluruh anggota keluarganya turun dari kereta. Dan setelah pintu kereta terutup, terlihat sang ayah membawa anaknya ke pojok peron yang sepi dan mulai menasihatinya di tempat itu tanpa terlihat banyak orang.

Ya, ternyata hampir semua orangtua di Jepang memilih untuk menunggu dan mencari tempat privat sebelum menasihati anaknya.

Tidak hanya mempertahankan pride anak, mendisiplinkan secara privat juga memperlihatkan pride sebagai orangtua. Dalam bahasa Jepang, disiplin disebut shitsuke yang bisa berarti 'melatih'.

Orangtua diharapkan mencontohkan perilaku yang harus ditiru oleh anak-anak mereka. Dalam kasus di atas, menasihati anak secara pribadi tentu jauh lebih baik daripada memarahi anak di tengah-tengah penumpang kereta yang penuh sesak.

Selain menasihati secara pribadi, guru dan orangtua di Jepang juga terbiasa mengajarkan anak-anak untuk berlaku baik dengan membuat anak terbiasa untuk berkelakuan baik dan sopan dengan kegiatan tertentu.

Misalnya, sejak anak di TK, mereka dibiasakan untuk mengikuti jadwal ketat, mengulang lagu-lagu, permainan, dan perilaku disiplin yang berulang seperti menaruh sepatu di tempatnya dengan rapi dan duduk dengan baik, hingga akhirnya hal-hal sederhana itu menjadi hal yang biasa dilakukan bagi mereka.

Bagaimana, kira-kira trik mengajarkan disiplin pada anak ini bisa ditiru, nggak, oleh orangtua di Indonesia?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Memukul, Ini Cara yang Lebih Efektif Mengajarkan Disiplin pada Anak

Jangan Memukul, Ini Cara yang Lebih Efektif Mengajarkan Disiplin pada Anak

Health | Selasa, 01 Oktober 2019 | 13:42 WIB

Bunda, Ini Tiga Tips untuk Ajarkan Disiplin Pada Si Kecil

Bunda, Ini Tiga Tips untuk Ajarkan Disiplin Pada Si Kecil

Health | Selasa, 09 Juli 2019 | 16:00 WIB

Traveler Ini Protes Disiplin Jepang, Langsung Dikecam Netizen

Traveler Ini Protes Disiplin Jepang, Langsung Dikecam Netizen

Lifestyle | Jum'at, 22 Februari 2019 | 11:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:59 WIB

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB