5 Penyebab Haid Tidak teratur

Vania Rossa

Selasa, 11 Agustus 2020 | 07:50 WIB
5 Penyebab Haid Tidak teratur
Ilustrasi haid. (Shutterstock)

Suara.com - Normalnya, haid berlangsung dalam siklus yang hampir sama setiap bulannya, yaitu antara 21-35 hari. Namun faktanya, ada perempuan yang mengalami haid lebih cepat atau lebih lambat daripada siklus tersebut. Akibatnya, mereka mengalami haid tidak teratur.

Banyak perempuan mengabaikan haid tidak teratur. Padahal, kondisi ini bisa berdampak pada banyak hal, misalnya menyebabkan masalah kesuburan, hingga masalah kesehatan.

Lalu, apa penyebab haid tidak teratur? Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab haid tidak teratur yang perlu Anda tahu, seperti dilansir dari NHS.

1. Penggunaan alat kontrasepsi

Beberapa alat kontrasepsi, terutama yang mengandung hormon, cenderung mengganggu kestabilan hormon reproduksi dalam tubuh.

Beberapa jenis pil KB, misalnya, diketahui dapat menyebabkan bercak antar periode haid dan membuat haid menjadi lebih sedikit dan berlangsung singkat.
Sedangkan IUD bisa menyebabkan perdarahan hebat saat haid dan membuat haid lebih lama.

2. Menyusui

Hormon prolaktin yang bertanggung jawab dalam produksi ASI bisa membuat Anda tidak haid atau mengalami haid yang sangat ringan dan sebentar. Tapi, efek hormon prolaktin ini cuma sementara, kok. Haid akan segera kembali normal setelah Anda berhenti menyusui.

3. Stres

Kadar hormon kortisol di dalam tubuh meningkat saat stres, yang secara tidak langsung akan memengaruhi produksi hormon reproduksi yang mengatur siklus haid. Akibatnya, proses pelepasan sel telur (ovulasi) jadi tidak normal yang berujung pada terganggunya siklus haid.

4. Perimenopause

Ini adalah fase transisi sebelum seorang perempuan memasuki masa menopause. Perimenopause biasanya dimulai pada usia 40-an, meski bisa saja terjadi lebih awal, dan dimulai dengan perubahan pada siklus haid. Tingkat estrogen yang berfluktuasi selama waktu ini dapat menyebabkan siklus haid menjadi lebih lama atau lebih pendek.

5. Masalah tiroid

Tiroid yang kurang aktif dapat menyebabkan periode haid menjadi lebih lama dan lebih berat. Sebuah studi tahun 2015 menemukan bahwa 44 persen wanita peserta studi yang mengalami ketidakteraturan haid ternyata juga memiliki kelainan tiroid.

Hipotiroid, atau tiroid yang kurang aktif, dapat menyebabkan periode haid menjadi lebih lama, lebih berat, dan peningkatan PMS.

Sedangkan hipertiroid atau tingginya tingkat hormon tiroid, dapat menyebabkan periode haid menjadi lebih pendek dan ringan.

Nah, setelah tahu penyebab haid tidak teratur yang Anda alami, ada baiknya Anda segera temui dokter untuk penanganan lebih lanjut ya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masturbasi Saat Menstruasi, Aman Enggak Sih?

Masturbasi Saat Menstruasi, Aman Enggak Sih?

Health | Senin, 10 Agustus 2020 | 20:05 WIB

Merasa Sulit Hamil? Kemungkinan Saluran Tuba Falopi Anda Tersumbat!

Merasa Sulit Hamil? Kemungkinan Saluran Tuba Falopi Anda Tersumbat!

Health | Kamis, 06 Agustus 2020 | 11:32 WIB

Hindari, Makanan dan Minuman Ini Bisa Memperburuk Sakit saat Menstruasi

Hindari, Makanan dan Minuman Ini Bisa Memperburuk Sakit saat Menstruasi

Health | Selasa, 04 Agustus 2020 | 21:42 WIB

Terkini

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:59 WIB

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB