Sering Sakit Punggung, Coba Rutin Konsumsi Kunyit

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 28 Agustus 2020 | 18:45 WIB
Sering Sakit Punggung, Coba Rutin Konsumsi Kunyit
Ilustrasi sakit punggung. (Shutterstock)

Suara.com - Sakit punggung adalah kondisi umum yang mempengaruhi kebanyakan orang di beberapa titik dalam hidup mereka. Tetapi Anda dapat menurunkan risiko terkena sakit punggung hanya dengan menambahkan lebih banyak kunyit ke dalam makanan.

Sakit punggung bisa disebabkan karena posisi tidur yang salah, postur tubuh yang buruk, atau bahkan karena cedera ringan. Demikian seperti dilansir dari Express UK. 

Dalam kebanyakan kasus, sakit punggung bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan, dan akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau bulan.

Namun, Anda dapat mempercepat pemulihan, atau bahkan mencegah sakit punggung berkembang sejak awal, dengan membuat beberapa perubahan pada rencana diet Anda.

Ilustrasi Kunyit. (shutterstock)
Ilustrasi Kunyit. (shutterstock)

Salah satu cara termudah untuk melindungi punggung Anda dari rasa sakit dan nyeri yang mengganggu adalah dengan mulai makan lebih banyak kunyit.

Kunyit adalah salah satu pengobatan alami terbaik untuk sakit punggung, menurut pusat cedera dan kesehatan ChiroCare dari Florida. Manfaat kesehatannya berasal dari bahan aktifnya, kurkumin.

Rempah ini memiliki manfaat anti-inflamasi alami, yang sangat penting untuk meredakan sakit punggung.

Peradangan adalah salah satu penyebab utama timbulnya sakit punggung, yang berarti melakukan sedikit perubahan pola makan dapat meninggalkan dampak yang bertahan lama pada tulang belakang Anda.

Kunyit juga diklaim dapat melindungi dari nyeri sendi artritis, dan bahkan diabetes tipe 2.

Anda juga bisa menurunkan risiko sakit punggung dengan menambahkan lebih banyak jahe ke dalam makanan Anda. Jahe kaya akan senyawa yang juga mengurangi peradangan.

Hanya dua atau tiga sendok teh jahe setiap hari sudah cukup untuk meredakan sakit punggung Anda. Olahraga teratur dan melakukan peregangan juga dapat membantu mencegah nyeri punggung kembali, kata NHS.

Mereka yang paling berisiko mengalami sakit punggung adalah orang-orang yang kelebihan berat badan.

Anda harus menemui dokter umum jika Anda mengalami sakit punggung, disertai mati rasa atau kesemutan di sekitar alat kelamin, kehilangan kontrol kandung kemih atau usus, atau nyeri dada yang parah.

Gejala ini bisa jadi merupakan pertanda sesuatu yang lebih serius, dan perlu segera diperiksa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makan Ubi Jalar Secara Rutin, Ini Manfaatnya untuk Penderita Sakit Punggung

Makan Ubi Jalar Secara Rutin, Ini Manfaatnya untuk Penderita Sakit Punggung

Health | Senin, 24 Agustus 2020 | 17:21 WIB

Influencer Bagikan Tips Hilangkan Bulu Ketiak Pakai Odol, Memangnya Aman?

Influencer Bagikan Tips Hilangkan Bulu Ketiak Pakai Odol, Memangnya Aman?

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2020 | 18:30 WIB

Manfat Tersembunyi Kunyit:  Mampu Bunuh Virus Berbahaya

Manfat Tersembunyi Kunyit: Mampu Bunuh Virus Berbahaya

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2020 | 19:10 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB