Diidap Chadwick Boseman, Ini Penyebab & Faktor Risiko Kanker Usus Besar

Angga Roni Priambodo | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 30 Agustus 2020 | 08:06 WIB
Diidap Chadwick Boseman, Ini Penyebab & Faktor Risiko Kanker Usus Besar
pada 24 Februari 2019 Aktor AS Chadwick Boseman tiba untuk Penghargaan Akademi Tahunan ke-91 di Teater Dolby, Hollywood pada 24 Februari 2019. [Robyn Beck / AFP]

Suara.com - Pemeran utama film Black Panther. Chadwick Boseman, meninggal dunia pada Jumat (28/8/2020) karena mengidap kanker usus besar.

Raja T'Challa di Black Panther ini meninggal didiagnosis pada 2016 silam dan meninggal pada usia 43 tahun. Berdasarkan laporan, Boseman meninggal di kediamannya di Los Angeles, AS.

"Chadwick didiagnosis stadium III kanker usus besar pada 2016, ia berjuang melawannya selama empat tahun terakhir saat penyakitnya berkembang ke stadium IV," demikian pernyataan keluarga yang diunggah di akun Instagram Boseman.

Kanker usus besar umumnya dimulai sebagai gumpalan sel kecil non-kanker (jinak), disebut polip, yang terbentuk di bagian dalam kanker usus besar.

Peneliti telah menemukan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker usus besar, namun belum jelas secara pasti bagimana semua faktor tersebut dapat menyebabkan kanker ini.

Aktor film Black Panther, Chadwick Boseman berpose dengan penghargaannya di ruang pers saat penghargaan NAACP Image ke-50 di teater Dolby, Los Angeles pada 30 Maret 2019 . [Lisa O'CONNOR / AFP]
Aktor film Black Panther, Chadwick Boseman berpose dengan penghargaannya di ruang pers saat penghargaan NAACP Image ke-50 di teater Dolby, Los Angeles pada 30 Maret 2019 . [Lisa O'CONNOR / AFP]

American Cancer Society menjelaskan bahwa secara umum kanker disebabkan oleh perubahan DNA di dalam sel. Perubahan ini dapat menyebabkan sel tumbuh di luar kendali.

Namun, ada beberapa faktir risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengidap kanker usus besar:

1. Obesitas

Kelebihan berat badan meningkatkan risiko kanker usus besar dan rektal pada pria dan wanita, tetapi kaitannya tampaknya lebih kuat pada pria.

Mempertahankan berat badan yang sehat dapat membantu menurunkan risikonya.

2. Tidak aktif secara fisik

Tidak aktif secara fisik membuar seseorang berpeluang lebih besar terkena kanker usus besar. Aktivitas fisik sedang hingga berat secara teratur dapat membantu menurunkan risikonya.

3. Pola makan tertentu

Pola makan yang tinggi daging merah meningkatkan risiko kanker usus besar.

Memasak daging pada suhu yang sangat tinggi dapat menciptakan bahan kimia yang dapat meningkatkan risiko kanker. Namun, belum jelas seberapa besar hal ini dapat meningkatkan risiko kanker usus besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenang Chadwick Boseman, Intip Lagi 5 Gaya Ikonik Sang Black Panther

Mengenang Chadwick Boseman, Intip Lagi 5 Gaya Ikonik Sang Black Panther

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2020 | 17:07 WIB

Bukan hanya Aktor Black Panther, Chadwick Boseman juga Ikut Gerakan BLM

Bukan hanya Aktor Black Panther, Chadwick Boseman juga Ikut Gerakan BLM

News | Sabtu, 29 Agustus 2020 | 19:04 WIB

Chadwick Boseman Black Panther Dukung Kamala Harris Sebelum Meninggal

Chadwick Boseman Black Panther Dukung Kamala Harris Sebelum Meninggal

News | Sabtu, 29 Agustus 2020 | 19:06 WIB

Terkini

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Health | Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Health | Kamis, 23 April 2026 | 16:09 WIB

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB