Terungkap, Ini Sebab Pesantren Sulit Terapkan Protokol Kesehatan

Kamis, 24 September 2020 | 13:45 WIB
Terungkap, Ini Sebab Pesantren Sulit Terapkan Protokol Kesehatan
Ilustrasi protokol kesehatan di pesantren. [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho]

Suara.com - Pondok pesantren (Ponpes) memiliki masalah khusus dalam menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona. Kementerian Agama menyatakan bahwa kendala utama yang terjadi lantaran sebagian Ponpes kesulitan secara finansial dan infrastruktur.

"Di pesantren ilmu kesehatannya ada. Tapi karena keterbatasan finansial, infrastruktur maka kesehatan di pesantren, terutama 'menengah ke bawah' masih sebatas wacana karena untuk memenuhinya berat," kata Direktur Pendidikan Dhiniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, M.Ag dalam webinar 'Program Sekolah & Pesantren Sehat di Era Adaptasi Kebiasaan Baru' bersama Unilever Indonesia, Kamis (24/9/2020).

Selain itu, tak seperti sekolah atau perguruan tinggi umum, Waryono menyampaikan bahwa ponpes tidak memiliki sistem kuota. Sehingga berpotensi banyaknya jumlah santri.

Sejumlah santri putri mengenakan masker saat akan Shalat Dzuhur di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Al Mubarokah, Andong, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (8/06/2020).  [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho]
Sejumlah santri putri mengenakan masker saat akan Shalat Dzuhur di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Al Mubarokah, Andong, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (8/06/2020). [ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho]

"Para kiai tidak bisa menolak santri untuk belajar. Tapi di sisi lain karena keterbatasan infrastruktur itu tadi pesantren paling sulit disiplin protokol kesehatan adalah pada physical distancing," ucapnya.

Oleh sebab itu, lanjut Waryono, kebijakan para kiai dan pengurus ponpes jika santri tidak siap untuk physical distancing maka diharapkan untuk tetap tinggal bersama orangtua. 

Namun, lantaran masalah infrastruktur juga menyebabkan beberapa pesantren belum bisa melakukan belajar online atau pendidikan jarak jauh (PJJ). Menurut Waryono, kebanyakan pesantren berada di wilayah pedesaan, beberapa di antaranya belum terakses listrik ataupun internet.

"Karena keberpihakan makro pemerintah kepada santri belum ada. Baru ada pembelajaran daring itu pun sangat terbatas," ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa data yang dikumpulkan Kemenag hingga pekan lalu, telah ada 20 ponpes yang santrinya terinfeksi Covid-19. Meski begitu, hingga saat ini seluruhnya telah dinyatakan sembuh.

"Tentu itu paling besar di Banyuwangi di Pesantren Blokagung, itu sampai 600 lebih. Tapi Alhamdulillah per minggu kemarin bisa diatasi. Sampai hari ini tidak ada santri yang meninggal karena covid," ujarnya.

Baca Juga: Klaster Pesantren Sumbang Pasien Terkonfirmasi Positif Covid 19 di Sumsel

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI