Musim Dingin Bisa Tingkat Risiko Serangan Jantung, Ini Sebabnya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 10 Oktober 2020 | 14:35 WIB
Musim Dingin Bisa Tingkat Risiko Serangan Jantung, Ini Sebabnya!
Ilustrasi musim dingin. (Shutterstock)

Suara.com - Serangan jantung terkait dengan kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat, seperti pola makan buruk dalam jangka waktu lama. Karena, lemak jenuh dalam makanan olahan mengandung sejenis kolesterol yang menyumbat arteri.

Jika arteri tersumbet oleh kolesterol, hal ini bisa memicu serangan jantung. Tapi, ada pula beberapa faktor risiko yang meningkatkan serangan jantung.

Menurut penelitian baru, musim dingin bisa meningkatkan risiko serangan jantung. Penelitian dalam Journal of American Heart Association menunjukkan risiko serangan jantung meningkat cepat setelah seseorang menderita penyakit flu.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran ketika datangnya musim dingin, di mana banyak orang tidak hanya menghadapi ancaman penyakit flu tetapi juga virus corona Covid-19.

Studi tersebut meneliti hubungan antara flu, serangan jantung dan stroke yang semuanya terjadi lebih sering selama musim dingin.

Seorang pria alami serangan jantung (Shutterstock)
Seorang pria alami serangan jantung (Shutterstock)

Para peneliti menganalisis data kesehatan masyarakat negara bagian New York dari 2004 hingga 2015. Lalu, mereka menyusun analisisnya pada orang dewasa yang dirawat di rumah sakit atau datang ke unit gawat darurat karena stroke, serangan jantung dan penyakit mirip flu.

Studi itu pun mengandalkan algoritme yang dikembangkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS untuk mengidentifikasi gejala serupa influenza.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa stroke dan serangan jantung meningkatkan selama tingkat penyakit mirip flu semakin tinggi.

"Kami menemukan jika seseorang mengalami serangan jantung, hal itu pasti terjadi dalam 7 hari setelah penyakit mirip flu," kata Boehme, asisten profesor epidemiologi di departemen neurologi di Universitas Columbia di Kota New York dikutip dari Express.

baca juga

Pada pasien dengan stroke, kami melihat peningkatan risiko 7 hingga 15 hari setelahnya penyakit flu, mirip dengan serangan jantung. Tetapi, stroke memiliki periode risiko tambahan yang lebih tinggi setelah 30 hari.

Berdasarkan temuan itu, Boehme meminta lebih banyak penelitian untuk membantu mengungkapkan penyebab penyakit flu bisa meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung.

Di sisi lain, peneliti juga tidak bisa menentukan para pserta yang mengikuti penelitian ini telah menerima vaksin flu atau belum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Salah Satunya Obesitas, Orang dengan Dua Kondisi Ini Umum Alami Malnutrisi

Salah Satunya Obesitas, Orang dengan Dua Kondisi Ini Umum Alami Malnutrisi

Health | Kamis, 08 Oktober 2020 | 20:51 WIB

Takut Tertular Virus Corona, Banyak Orang Ogah Berikan CPR

Takut Tertular Virus Corona, Banyak Orang Ogah Berikan CPR

Health | Kamis, 08 Oktober 2020 | 12:45 WIB

Gampang Tersedak dan Mulas? Waspadai Gejala Serangan Jantung

Gampang Tersedak dan Mulas? Waspadai Gejala Serangan Jantung

Bali | Rabu, 07 Oktober 2020 | 16:24 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

×