Studi: Asupan Rendah Karbohidrat Kendalikan Sindrom Metabolik dan Diabetes

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Senin, 26 Oktober 2020 | 15:16 WIB
Studi: Asupan Rendah Karbohidrat Kendalikan Sindrom Metabolik dan Diabetes
Ilustrasi sayur organik. (Shutterstock)

Suara.com - Pola makan rendah karbohidrat disebut baik untuk pasien diabetes tipe 2 atau sindrom metabolik lain, bahkan ketika mereka tidak mengalami penurunan berat badan. Dalam hal ini, peneliti dari The Ohio State University meneliti bagaimana makanan rendah karbohidrat mampu menurunkan sindrom metabolik.

Studi tersebut telah terbit pada Journal of Clinical Investigation Insight.

Melansir dari Medical Xpress, para peneliti menyarankan 16 pria dan wanita dengan sindrom metabolik yang berisiko alami penyakit jantung dan stroke untuk menjalani pola makan rendah karbohidrat selama empat minggu. Gangguan sindrom metabolik yang diteliti adalah darah tinggi, gula darah tinggi, dan kolesterol.

Setelah melakukan pola makan rendah karbohidrat, lebih dari separuh partisipan memiliki sindrom metabolik yang lebih rendah dengan berat badan yang tetap stabil.

"Tidak perlu diragukan bahwa orang dengan sindrom metabolik dan diabetes tipe 2 merasa lebih baik setelah melakukan diet rendah karbohidrat," kata Jeff Volek, seorang profesor ilmu manusia di Ohio State.

Tiga peserta tidak lagi mengalami sindrom metabolik setelah menjalani diet karbohidrat sedang dan satu perserta tidak lagi mengalami sindrom tersebut setelah diet karbohidrat tinggi.

"Bahkan pembatasan karbohidrat secara sederhana saja cukup untuk membalikkan sindrom metabolik pada beberapa orang, tetapi yang lain perlu membatasi lebih banyak lagi," kata Volek.

Namun perlu dicatat bahwa penelitian ini tidak membahas potensi manfaat atau efek samping dari pengadopsian pola makan rendah karbohidrat dalam jangka panjang. Oleh karena, itu Anda perlu konsultasi dengan dokter sebelum mengubah pola makan secara drastis. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dianggap Lebih Sehat, Diet Tinggi Protein juga Punya Efek Sampingnya lho!

Dianggap Lebih Sehat, Diet Tinggi Protein juga Punya Efek Sampingnya lho!

Health | Jum'at, 18 September 2020 | 19:55 WIB

Penelitian: Diet Rendah karbohidrat Bisa Tingkatkan Jumlah Sperma

Penelitian: Diet Rendah karbohidrat Bisa Tingkatkan Jumlah Sperma

Health | Sabtu, 12 September 2020 | 19:05 WIB

Awas, Pasien Sindrom Metabolik 3 Kali Berisiko Meninggal akibat Covid-19

Awas, Pasien Sindrom Metabolik 3 Kali Berisiko Meninggal akibat Covid-19

Health | Rabu, 26 Agustus 2020 | 11:37 WIB

Terkini

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:05 WIB

Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia

Health | Kamis, 12 Maret 2026 | 08:38 WIB