Update Covid-19 Global: Jelang Pemilu, AS Alami Lonjakan Kasus Covid-19

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 27 Oktober 2020 | 09:58 WIB
Update Covid-19 Global: Jelang Pemilu, AS Alami Lonjakan Kasus Covid-19
Ilustrasi virus corona (coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Amerika Serikat kembali pimpin laju infeksi harian Covid-19. Setelah sebelumnya, sejak akhir Agustus, lonjakan kasus Covid-19 paling banyak terjadi di India. Hal ini terlihat dari update Covid-19 yang dikutip dari situs worldometers, tercatat AS mengalami penambahan kasus Covid-19 sebanyak 68.913 dalam satu hari kemarin, dan ini menjadi yang terbanyak di seluruh dunia.

Dikutip dari Channel News Asia, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit AS mencapai angka tertinggi dalam dua bulan terakhir. Kondisi itu tentu membebani sistem perawatan kesehatan di beberapa negara bagian.

Presiden AS Donald Trump disebut akan menghadapi pertempuran pemilihan ulang yang sulit pada 3 November, mengingat kecaman atas laporan bahwa virus corona sedang melonjak. Namun, Trump terus mengklaim bahwa kasus Covid-19 terus meningkat karena ada lebih banyak pengujian. Tetapi pernyataan itu tidak didukung oleh data, juga ditolak oleh para ahli kesehatan.

"Kasus naik karena kita TEST, TEST, TEST. Sebuah berita palsu persekongkolan media. Banyak anak muda yang sembuh dengan sangat cepat, 99,9 persen. Persekongkolan media korup setiap saat tinggi," kata Trump dalam postingan Twitternya.

Jumlah kasus baru Covid-19 di Amerika Serikat minggu lalu naik 24 persen, sementara jumlah tes yang dilakukan hanya naik 5,5 persen, menurut analisis Reuters.

Hingga hari ini, penambahan kasus Covid-19 masih lebih dari 400 ribu. Data worldometers.info, per Selasa (27/10) pukul 00.40 GMT atau 08.40 WIB, virus corona telah menginfeksi 43,76 juta orang di dunia, bertambah 410.444 dalam satu hari kemarin.

Indonesia jadi penyumbang kasus baru terbanyak keempat di Asia dengan total 3.222 orang. Jumlah ini berada di bawah India (36.838 kasus), Iran (5.960 kasus), dan Irak (3.691 kasus).

Sementara dari total seluruh kasus, Indonesia kelima terbanyak dengan jumlah 392.934 infeksi corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 Meningkat Cepat Dalam Seminggu, Prancis Kewalahan

Kasus Covid-19 Meningkat Cepat Dalam Seminggu, Prancis Kewalahan

Health | Senin, 26 Oktober 2020 | 21:05 WIB

Update Covid-19 Global: Kasus Baru Pecahkan Rekor Selama 3 Hari Terakhir

Update Covid-19 Global: Kasus Baru Pecahkan Rekor Selama 3 Hari Terakhir

Health | Senin, 26 Oktober 2020 | 12:17 WIB

Update Corona Dunia, Minggu 25 Oktober: 14% Angka Kematian Terdapat di Asia

Update Corona Dunia, Minggu 25 Oktober: 14% Angka Kematian Terdapat di Asia

Health | Minggu, 25 Oktober 2020 | 12:47 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB