Profesor Oxford Klaim Vaksin Covid-19 akan Tersedia pada Natal 2020

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 27 Oktober 2020 | 15:00 WIB
Profesor Oxford Klaim Vaksin Covid-19 akan Tersedia pada Natal 2020
Ilustrasi vaksin (pixabay.com)

Suara.com - Para ilmuwan telah berusaha sepanjang waktu menemukan vaksin yang tepat dan aman untuk melawan virus corona Covid-19. Ketika angka kasus akibat virus corona sudah mencapai 43 juta di dunia.

Sepanjang penantian ini, vaksin yang dikembangkan oleh peneliti di Universitas Oxford telah dianggap yang paling tepat. Kini, profesor yang memimpin proyek itu mengklaim bahwa vaksin akan siap pada hari Natal yang akan tiba.

Profesor Adrian Hill, pendiri dan direktur Jenner Institute di Universitas Oxford, mengklaim bahwa vaksin itu harus mendapat persetujuan sebelum Natal 2020. Sehingga vaksin bisa digunakan para petugas medis dan orang tua sebelum uji coba selesai.

Rencananya, Profesor Hill akan meluncurkan vaksin Oxford untuk virus corona Covid-19 itu pada awal 2021. Tapi, vaksin akan digunakan untuk keadaan darurat saja pada awalnya.

"Karena, kami ingin melihat lebih banyak data tentang keamanan penggunaan dan efektivitasnya sebelum memberikan izin untuk memvaksin ke semua orang. Di negara ini, prioritas kami cukup jelas, yakni memvaksin orang yang berisiko tinggi, anak mudah dan yang berisiko lebih rendah," jelas Profesor Hill dikutip dari Mirror UK.

Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)
Ilustrasi Vaksin. (Pixabay/PhotoLizM)

Oleh karena itu, mereka berkehendak untuk memvaksin orang dalam kondisi darurat dahulu sebagai prioritas utama. Lalu, mereka akan mulai memvaksin semua orang pada awal tahun depan, 2021.

Saat ini vaksin Oxford sedang menjalani uji coba fase III pada lebih dari 20 ribu peserta di Inggris, Brasil, Afrika Selatan dan Jepang.

Vaksin, yang disebut ChAdOx1 nCoV-19, dibuat dari virus ChAdOx1, yang merupakan versi lemah dari virus flu biasa yang menyebabkan infeksi pada simpanse. Tapi, vaksin ini telah diubah secara genetik sehingga bisa tumbuh pada manusia.

"Dengan vaksin ChAdOx1 nCoV-19, kami berharap tubuh bisa mengenali dan mengembangkan respons kekebalan terhadap protein spike yang membantu menghentikan virus corona memasuki sel manusia dan mencegah infeksi," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mudah-mudahan dengan Vaksin, Masyarakat Bisa Hidup Seperti Sediakala

Mudah-mudahan dengan Vaksin, Masyarakat Bisa Hidup Seperti Sediakala

News | Selasa, 27 Oktober 2020 | 10:59 WIB

OTG Terus Bertambah, RSD Wisma Atlet Kini Rawat 2.242 Pasien Corona

OTG Terus Bertambah, RSD Wisma Atlet Kini Rawat 2.242 Pasien Corona

News | Selasa, 27 Oktober 2020 | 10:50 WIB

Vaksin Covid-19 AstraZeneca Menghasilkan Kekebalan pada Orang Tua

Vaksin Covid-19 AstraZeneca Menghasilkan Kekebalan pada Orang Tua

Health | Selasa, 27 Oktober 2020 | 06:53 WIB

Singapura Hentikan Penggunaan Dua Vaksin Flu, Kenapa?

Singapura Hentikan Penggunaan Dua Vaksin Flu, Kenapa?

Kalbar | Senin, 26 Oktober 2020 | 18:47 WIB

Terkini

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB