Bantah Aliansi Dokter Dunia, IDI: Kalau Ngomong Harus Ada Bukti Ilmiah

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 28 Oktober 2020 | 16:18 WIB
Bantah Aliansi Dokter Dunia, IDI: Kalau Ngomong Harus Ada Bukti Ilmiah
Tangkapan layar video perkumpulan yang mengaku sebagai Aliansi Dokter Dunia / Foto : Istimewa

Suara.com - Ketua Satgas Kewaspadaan dan Kesiagaan Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) prof. dr. Zubairi Djoerban menegaskan, pernyataan Aliansi Dokter Dunia terkait pandemi Covid-19 palsu tidak benar. 

Ia menyampaikan bahwa organisasi itu hanya mengawali opini dari beberapa dokter di dunia.

"Aliansi Dokter Dunia bukan aliansi semua dokter atau sebagian besar dokter. Namun aliansi beberapa dokter di dunia kemudian mereka menyampaikan informasi yang tidak benar," tegas prof Zubairi kepada suara.com, Rabu (28/10/2020).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah membantah pernyataan dari aliansi dokter tersebut, lanjutnya. Zubairi menambahkan bahwa Covid-19 telah terbukti ada dan bukan buatan laboratorium mana pun. 

Gambar mengerikan terkait mutasi virus Corona yang kini mampu menumbuhkan tentakel. (Dok. Dr. Elizabeth Fischer, NIAID/NIH)
Gambar mengerikan terkait mutasi virus Corona yang kini mampu menumbuhkan tentakel. (Dok. Dr. Elizabeth Fischer, NIAID/NIH)

"Yang benar covid-19 itu benar ada, buktinya jelas, virus jelas, pasiennya jelas, kemudian yang dikuburkan di pemakaman di dunia juga jelas banyak. Jadi mereka punya kepercayaan yang tidak benar," katanya. 

"Yang penting kalau kita ngomong itu ada bukti ilmiah. Jadi yang diomongin objeknya apa, ada bukti ilmiahnya," lanjut dokter Zubairi.

Aliansi Dokter Dunia mendeklarasikan dirinya pada 10 Oktober 2020. Aliansi itu terdiri dari beberapa ahli kesehatan di berbagai negara dan menyatakan bahwa Covid-19 tidak benar ada. Mereka menganggap virus corona sama saja dengan virus flu yang bersifat musiman. 

Selain itu, berdasarkan video yang beredar luas, Aliansi tersebut juga menyatakan bahwa tingkat tes pasien Covid-19 lebih dari 80 persen keliru.

 Namun Ketua Satgas penanganan Covid-19 prof. Wiku Adisasmito menegaskan bahwa pernyataan pada video itu mengandung misinformasi.

baca juga

"Penting diketahui masyarakat bahwa konten yang disebarkan oleh Aliansi Dokter Dunia masuk dalam kategori misinformasi. Terdapat tiga bentuk misinformasi terkait Covid-19," kata Wiku dalam webinar BNPB, Selasa (27/10/2020). 

Ia memaparkan, misinformasi pertama terkait dengan keyakinan bersifat umum. Kedua, keyakinan terhadap teori konspirasi dan ketiga, keyakinan dari agama. Menurut Wiku, misinformasi bisa teridentifikasi dari pernyataan para ahli yang menyamakan Covid-19 dengan influenza.

"Penting diketahui penyebab dinamika transmisi dan akibat kedua penyakit tersebut sangat berbeda," tambahnya.

Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan masyarakat bahwa misinformasi dapat mempengaruhi seseorang terhadap suatu informasi. Oleh karena itu masyarakat harus evaluasi kredibilitas informasi yang diterima dan merujuk informasi tentang Covid-19 pada lembaga yang bisa dipercaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beredar Video Aliansi Dokter Dunia, Ketua Satgas Covid-19: Itu Misinformasi

Beredar Video Aliansi Dokter Dunia, Ketua Satgas Covid-19: Itu Misinformasi

Health | Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:16 WIB

Sidang Lanjutan Jerinx, Singgung Nama Dokter Tirta

Sidang Lanjutan Jerinx, Singgung Nama Dokter Tirta

Bali | Selasa, 27 Oktober 2020 | 17:40 WIB

Dituding Menghina Dokter lewat Medsos, Jerinx Beri Bantahan

Dituding Menghina Dokter lewat Medsos, Jerinx Beri Bantahan

Bali | Selasa, 27 Oktober 2020 | 16:59 WIB

Terkini

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:32 WIB

4 Jas Hujan Ponco atau Kelelawar dengan Celana, Praktis untuk Pemotor

4 Jas Hujan Ponco atau Kelelawar dengan Celana, Praktis untuk Pemotor

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:31 WIB

Bagaimana Cara Adopsi Orang Utan? Ini Syarat, Biaya, dan Langkah Pendaftarannya

Bagaimana Cara Adopsi Orang Utan? Ini Syarat, Biaya, dan Langkah Pendaftarannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Di Rumah atau Dirumah? Kesalahan Sepele yang Terus Berulang di Media Sosial

Di Rumah atau Dirumah? Kesalahan Sepele yang Terus Berulang di Media Sosial

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Viral Bapak-Bapak Yasinan Pakai Kostum Drama Kolosal Tiongkok, Netizen: Pantes Istana Langit Sepi

Viral Bapak-Bapak Yasinan Pakai Kostum Drama Kolosal Tiongkok, Netizen: Pantes Istana Langit Sepi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:29 WIB

Polisi Gerebek Gudang Pinang Narkoba di Deli Serdang, Sita 3 Kg Sabu-10 Ribu Ekstasi

Polisi Gerebek Gudang Pinang Narkoba di Deli Serdang, Sita 3 Kg Sabu-10 Ribu Ekstasi

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:25 WIB

3 HP Murah Tahan Banting dan Air untuk Aktivitas Outdoor, Harga Rp2,5 Juta ke Bawah

3 HP Murah Tahan Banting dan Air untuk Aktivitas Outdoor, Harga Rp2,5 Juta ke Bawah

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:22 WIB

×