Gaya Hidup seperti Pola Tidur dan Mantengin Layar Bisa Berefek pada Depresi

Rauhanda Riyantama | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 12 November 2020 | 18:14 WIB
Gaya Hidup seperti Pola Tidur dan Mantengin Layar Bisa Berefek pada Depresi
Ilustrasi depresi

Suara.com - Lebih banyak tidur, pola makan baik, dan mengurangi waktu mantengin layar gadget nyatanya bisa menjadi salah satu cara dalam menurunkan risiko depresi. Hal ini dinyatakan dalam studi yang diterbitkan pada jurnal BMC Medicine.

Melansir dari Medicalxpress, penelitian ini diambil dari analisis data cross-sectional dan longitudinal dari UK Biobank yang melibatkan hampir 85.000 orang. Studi ini telah menemukan bahwa faktor gaya hidup seperti waktu mantengin layar, tidur yang cukup, pola makan yang lebih berkualitas, dan aktivitas fisik sangat memengaruhi depresi.

Dengan data yang berkembang yang mengeksplorasi hubungan antara depresi dan faktor gaya hidup. Dalam hal ini, tim peneliti internasional yang dipimpin oleh Western Sydney University menguraikan beberapa temuan mereka, antara lain:

- Aktivitas fisik, pola makan sehat, dan tidur optimal (7-9 jam) dikaitkan dengan frekuensi depresi suasana hati yang lebih sedikit.

- Waktu di depan layar dan merokok juga secara signifikan dikaitkan dengan frekuensi perasaan depresi yang lebih tinggi.

- Frekuensi konsumsi alkohol yang lebih tinggi secara mengejutkan dikaitkan dengan penurunan frekuensi depresi suasana hati pada orang dengan diagnosis depresi. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh penggunaan alkohol untuk mengatur suasana hati mereka.

"Penelitian ini adalah penilaian pertama dari berbagai faktor gaya hidup dan pengaruhnya terhadap gejala depresi yang menggunakan kumpulan data gaya hidup dan suasana hati Biobank Inggris yang besar," kata salah satu penulis utama, Profesor Jerome Sarris dari NICM Health Research Institute, Western Sydney University .

"Meskipun orang biasanya tahu bahwa aktivitas fisik penting untuk suasana hati, kami sekarang memiliki data tambahan yang menunjukkan bahwa tidur yang cukup dan waktu layar yang lebih sedikit juga penting untuk mengurangi depresi," imbuhnya. 

Ilustrasi Depresi (Pixabay)
Ilustrasi Depresi (Pixabay)

Penemuan ini juga menunjukkan bahwa pola makan seseorang sebagian terlibat dalam eksaserbasi suasana hati yang tertekan.

"Hasilnya dapat menginformasikan kebijakan kesehatan masyarakat dengan lebih menyoroti hubungan penting antara orang-orang yang didorong dan didukung untuk terlibat dalam berbagai kegiatan yang mempromosikan kesehatan” kata. Profesor Sarris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandemi Virus Corona Bikin Gejala OCD pada Anak dan Remaja Memburuk!

Pandemi Virus Corona Bikin Gejala OCD pada Anak dan Remaja Memburuk!

Health | Kamis, 12 November 2020 | 15:35 WIB

Waspada, Depresi Dibarengi Diare Bisa Jadi Tanda Radang Usus di Masa Depan

Waspada, Depresi Dibarengi Diare Bisa Jadi Tanda Radang Usus di Masa Depan

Health | Kamis, 12 November 2020 | 14:57 WIB

Rumah Mau Disita karena Hutang, Wanita Berjilbab Ini Nekat Bunuh Diri

Rumah Mau Disita karena Hutang, Wanita Berjilbab Ini Nekat Bunuh Diri

Jogja | Kamis, 12 November 2020 | 13:00 WIB

Terkini

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB