Millen Cyrus Terseret Kasus Narkoba, Kenali Ciri Orang Sakau Sabu!

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 23 November 2020 | 17:50 WIB
Millen Cyrus Terseret Kasus Narkoba, Kenali Ciri Orang Sakau Sabu!
Millen Cyrus memberikan keterangan pers saat polisi melakukan gelar perkara atas kasus narkoba yang menjeratnya di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (23/11/2020). [Suara.com/Herwanto]

Suara.com - Muhammad Millendaru Prakasa atau yang dikenal sebagai Millen Cyrus, keponakan Ashanty tengah terjerak kasus narkoba jenis sabu. Sebelumnya, polisi mengamankan Millen bersama rekannya JR di hotel kawasan Tanjung Priok pada Sabtu (20/11) dini hari.

Polisi pun mengamankan barang bukti satu paket sabu seberat 0,3 gram berserta alat isapnya ketika penangkapan. Selanjutnya, hasil tes urine Millen Cyrus pun menunjukkan positif sabu.

Narkoba sabu yang juga dikenal sebagai methamphetamine atau crystal meth adalah narkotika yang sangat adiktif. Konsumsi narkoba jenis ini bisa menyebabkan masalah jantung, termasuk detak jantung cepat, denyut jantung tak teratur dan peningkatan tekanan darah.

Pada tahap overdosis, sabu akan menyebabkan kejang, peningkatan suhu tubuh dan kematian. Tapi dilansir dari Hellosehat, pecandu narkoba sabu yang mendadak tak memakai lagi akan melalui fase sakau atau sakaw.

Sakau sabu adalah gejala tubuh yang terjadi akibat pemberhentikan pemakaian sabu secara mendadak, yang mengakibatkan penurunan dosis sabu secra drastis.

Millen Cyrus, selebgram berusia 21 tahun, ditangkap polisi atas dugaan kepemilikan dan penyalahgunaan sabu-sabu. [dokumentasi polisi]
Millen Cyrus, selebgram berusia 21 tahun, ditangkap polisi atas dugaan kepemilikan dan penyalahgunaan sabu-sabu. [dokumentasi polisi]

Penggunakan narkoba sabu sama seperti pecandu narkoba jenis lain yang akan mengalami dua tipe gejala sakau, yakni emosional dan fisik.

Adapun gejala emosional dari orang yang sakau sabu antara lain:

  1. Nafsu makan meningkat
  2. Depresi dan mood swing
  3. Kesulitan konsentrasi
  4. Paranoid
  5. Psikosis (cenderung skizofrenia) dan halusinasi
  6. Kecemasan dan gelisah
  7. Menarik diri dan kecenderungan ingin bunuh diri
  8. Emosi datar dan inaktifitas

Sedangkan, gejala fisik orang yang sedang sakau sabu meliputi:

  1. Kulit pucat dan kumal
  2. Penampilan fisik berantakan
  3. Pergerakan lambat
  4. Berbicara terlalu halus
  5. Sakit kepala
  6. Kelelahan ekstrem dan badan ngilu

Gejala sakau sabu ini biasanya berkisar dari sedang sampai berat, yang bisa juga berakibat fatal bila tak segera diobati.

baca juga

Pada umumnya, gejala sakau narkoba jenis sabu mulai dalam 1-2 hari setelah dosis terakhir dan bertahan sampai 3 bulan. Lamanya gejala ini juga bervariasi tergantung pada seberapa sering mereka menggunakannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tersandung Kasus Narkoba, Intip Kembali 5 Potret Liburan Millen Cyrus

Tersandung Kasus Narkoba, Intip Kembali 5 Potret Liburan Millen Cyrus

Lifestyle | Senin, 23 November 2020 | 17:48 WIB

BCL Produksi Tembakau Gorila di Apartemen, Mau Diedarkan ke Bali

BCL Produksi Tembakau Gorila di Apartemen, Mau Diedarkan ke Bali

Bali | Senin, 23 November 2020 | 17:37 WIB

Ambil Sabu di Depan Warung Pizza, Warga Sungai Limau Dibekuk Polres Bantul

Ambil Sabu di Depan Warung Pizza, Warga Sungai Limau Dibekuk Polres Bantul

Jogja | Senin, 23 November 2020 | 17:30 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×