Sembarangan Gunakan Antibiotik, Dampaknya Bisa Perparah Kondisi Penyakit

M. Reza Sulaiman

Rabu, 25 November 2020 | 20:03 WIB
Sembarangan Gunakan Antibiotik, Dampaknya Bisa Perparah Kondisi Penyakit
Ilustrasi obat antibiotik. (Foto: shutterstock)

Suara.com - Penggunaan antibiotik secara sembarangan dan tidak mengikuti resep dokter berisiko menyebabkan resistensi. Dengan kata lain, penyakit jadi lebih berbahaya karena sudah tak lagi mempan dengan obat.

Dilansir ANTARA, dokter konsultan penyakit tropik dan infeksi Rumah Sakit Universitas Indonesi (RSUI), dr. Adityo Susilo mengajak masyarakat untuk menggunakan penggunaan antibiotik dengan bijak, karena jika penggunaan yang salah dan tidak sesuai indikasi dapat menyebabkan terjadinya resistensi.

"Antibiotik berfungsi untuk membunuh kuman serta bekerja secara spesifik dan bukan merupakan obat demam. Jika penggunaan antibiotik tidak sesuai indikasi dapat menyebabkan munculnya kuman yang kebal terhadap antibiotik," katanya di Depok, Jabar, Rabu (25/11/2020).

Menurut dia mekanisme kerja antibiotik adalah dengan menghancurkan dinding sel, maka dari itu antibiotik diperuntukkan untuk membunuh bakteri bukan virus.

"Pada penyakit akibat virus, secara logika tidak membutuhkan antibiotik," katanya.

Ia mengatakan beberapa dokter ada yang menggunakan antivirus dalam mengobati penyakit akibat virus, namun tidak semua virus membutuhkan antivirus, karena beberapa virus ada yang bersifat self-limiting yang berarti penyakit tersebut dapat sembuh sendiri tanpa obat dengan adanya sistem imun tubuh yang kuat.

Terdapat alasan mengapa antibiotik perlu dihabiskan, hal ini karena membutuhkan beberapa waktu tertentu untuk memastikan bakteri benar-benar telah mati, biasanya waktu tunggunya sekitar 5-7 hari atau dapat juga mengikuti petunjuk dokter karena beberapa antibiotik dapat berbeda.

"Jika tidak dihabiskan karena merasa kondisi tubuh sudah baik, khawatir bakteri tersebut belum benar-benar mati dan dapat menyebabkan infeksi kembali," kata .

Adityo Susilo menyampaikan bahwa infeksi merupakan suatu kondisi masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh. Infeksi dapat menyebabkan demam, namun demam bukanlah pasti selalu karena infeksi.

baca juga

"Saat demam, umumnya kita mengalami rasa tidak nyaman karena metabolisme tubuh sedang berjalan tidak normal. Demam adalah tanda adanya peradangan atau terjadinya perubahan pada pengaturan termoregulasi," katanya.

Sementara itu dokter spesialis mikrobiologi klinik RSUI, dr. Ardiana Kusumaningrum, Sp.MK menyampaikan bahwa antibiotik hanya dapat diresepkan jika terdapat kecurigaan penyakit infeksi bakteri yang telah dilakukan pemeriksaan fisik, anamnesis atau pemeriksaan laboratorium (pemeriksaan penunjang) sebelumnya.

Beberapa contoh penggunaan antibiotik yang salah diantaranya menyimpan antibiotik untuk sakit yang akan datang, menghentikan obat ketika merasa lebih baik (tidak menuntaskan), berbagi obat atau menggunakan obat orang lain, tidak tepat jenis, dosis, cara pakai dan lama terapi.

"Kesalahan penggunaan antibiotik dapat menyebabkan beberapa permasalahan, seperti kurang efektifnya antibiotik saat digunakan, dapat menimbulkan resistensi bakteri terhadap antibiotik, dan bakteri tersebut dapat menyebar ke orang lain dan lingkungan sekitar” katanya.

Terdapat beberapa konsekuensi dari resistensi antibiotik, yaitu sakit yang lebih berat dan lebih lama, toksisitas meningkat, kematian meningkat, dan biaya yang lebih mahal.

"Beberapa tips mencegah terjadinya resistensi, yaitu gunakan antibiotik hanya pada kondisi infeksi bakteri yang sebelumnya telah dikonsultasikan ke dokter, gunakan sesuai resep, jangan memaksa meminta antibiotik, serta rajin mencuci tangan," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPOM: Apotek Jangan Asal Berikan Antibiotik ke Pembeli, Bahaya Level Global

BPOM: Apotek Jangan Asal Berikan Antibiotik ke Pembeli, Bahaya Level Global

Health | Kamis, 20 November 2025 | 15:18 WIB

Resistensi Antimikroba Ancam Pasien, Penggunaan Antibiotik Harus Lebih Cerdas

Resistensi Antimikroba Ancam Pasien, Penggunaan Antibiotik Harus Lebih Cerdas

Health | Rabu, 03 September 2025 | 13:50 WIB

Resistensi Antimikroba Ancam Masa Depan Kesehatan Berkelanjutan: Butuh Solusi Lintas Sektor

Resistensi Antimikroba Ancam Masa Depan Kesehatan Berkelanjutan: Butuh Solusi Lintas Sektor

Health | Selasa, 03 Juni 2025 | 11:41 WIB

Lele Antibiotik: Amankah Dikonsumsi? Ancaman Resistensi Mengintai!

Lele Antibiotik: Amankah Dikonsumsi? Ancaman Resistensi Mengintai!

Video | Senin, 31 Maret 2025 | 19:20 WIB

Antibiotik Ganggu Usus? Ini Makanan Pemulihnya

Antibiotik Ganggu Usus? Ini Makanan Pemulihnya

Lifestyle | Selasa, 18 Februari 2025 | 06:15 WIB

Tidak Hanya Ancaman Kesehatan, Kepala BPOM Ingatkan Resistensi Antibiotik Juga Bisa Berdampak Bagi Ekonomi

Tidak Hanya Ancaman Kesehatan, Kepala BPOM Ingatkan Resistensi Antibiotik Juga Bisa Berdampak Bagi Ekonomi

News | Senin, 06 Januari 2025 | 02:05 WIB

Kepala BPOM Ingatkan Bahaya Resistensi Antibiotik, Sebabkan Bakteri Hingga Parasit 'Kebal' di Dalam Tubuh

Kepala BPOM Ingatkan Bahaya Resistensi Antibiotik, Sebabkan Bakteri Hingga Parasit 'Kebal' di Dalam Tubuh

News | Minggu, 05 Januari 2025 | 19:09 WIB

Antibiotik Harus Dikonsumsi Sesuai Anjuran Dokter, Ini Alasannya

Antibiotik Harus Dikonsumsi Sesuai Anjuran Dokter, Ini Alasannya

Health | Selasa, 10 Desember 2024 | 19:23 WIB

Awas! Sembarangan Minum Antibiotik Bisa Bikin Kebal Obat, Ini Penjelasan IDI

Awas! Sembarangan Minum Antibiotik Bisa Bikin Kebal Obat, Ini Penjelasan IDI

Health | Jum'at, 29 November 2024 | 07:15 WIB

Pandemi Senyap Resistensi Antibiotik Ancam Produktivitas Masyarakat, Ini Penjelasan IDI!

Pandemi Senyap Resistensi Antibiotik Ancam Produktivitas Masyarakat, Ini Penjelasan IDI!

Health | Kamis, 28 November 2024 | 22:30 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×