alexametrics

Sembarangan Gunakan Antibiotik, Dampaknya Bisa Perparah Kondisi Penyakit

M. Reza Sulaiman
Sembarangan Gunakan Antibiotik, Dampaknya Bisa Perparah Kondisi Penyakit
Ilustrasi obat antibiotik. (Foto: shutterstock)

Penggunaan antibiotik secara sembarangan dan tidak mengikuti resep dokter berisiko menyebabkan resistensi. Simak penjelasan dokter berikut ini.

Suara.com - Penggunaan antibiotik secara sembarangan dan tidak mengikuti resep dokter berisiko menyebabkan resistensi. Dengan kata lain, penyakit jadi lebih berbahaya karena sudah tak lagi mempan dengan obat.

Dilansir ANTARA, dokter konsultan penyakit tropik dan infeksi Rumah Sakit Universitas Indonesi (RSUI), dr. Adityo Susilo mengajak masyarakat untuk menggunakan penggunaan antibiotik dengan bijak, karena jika penggunaan yang salah dan tidak sesuai indikasi dapat menyebabkan terjadinya resistensi.

"Antibiotik berfungsi untuk membunuh kuman serta bekerja secara spesifik dan bukan merupakan obat demam. Jika penggunaan antibiotik tidak sesuai indikasi dapat menyebabkan munculnya kuman yang kebal terhadap antibiotik," katanya di Depok, Jabar, Rabu (25/11/2020).

Menurut dia mekanisme kerja antibiotik adalah dengan menghancurkan dinding sel, maka dari itu antibiotik diperuntukkan untuk membunuh bakteri bukan virus.

Baca Juga: Cara Mencegah Resistensi Antimikroba Versi Kemenkes RI

"Pada penyakit akibat virus, secara logika tidak membutuhkan antibiotik," katanya.

Ia mengatakan beberapa dokter ada yang menggunakan antivirus dalam mengobati penyakit akibat virus, namun tidak semua virus membutuhkan antivirus, karena beberapa virus ada yang bersifat self-limiting yang berarti penyakit tersebut dapat sembuh sendiri tanpa obat dengan adanya sistem imun tubuh yang kuat.

Terdapat alasan mengapa antibiotik perlu dihabiskan, hal ini karena membutuhkan beberapa waktu tertentu untuk memastikan bakteri benar-benar telah mati, biasanya waktu tunggunya sekitar 5-7 hari atau dapat juga mengikuti petunjuk dokter karena beberapa antibiotik dapat berbeda.

"Jika tidak dihabiskan karena merasa kondisi tubuh sudah baik, khawatir bakteri tersebut belum benar-benar mati dan dapat menyebabkan infeksi kembali," kata .

Adityo Susilo menyampaikan bahwa infeksi merupakan suatu kondisi masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh. Infeksi dapat menyebabkan demam, namun demam bukanlah pasti selalu karena infeksi.

Baca Juga: WHO Sebut Resistensi Antimikroba Jadi Ancaman Serius Kesehatan Global

"Saat demam, umumnya kita mengalami rasa tidak nyaman karena metabolisme tubuh sedang berjalan tidak normal. Demam adalah tanda adanya peradangan atau terjadinya perubahan pada pengaturan termoregulasi," katanya.

Komentar