Tips Memandikan Bayi dengan Aman dan Nyaman

Vania Rossa | Suara.com

Selasa, 08 Desember 2020 | 15:35 WIB
Tips Memandikan Bayi dengan Aman dan Nyaman
Ilustrasi bayi mandi di bathtub. [Shutterstock]

Suara.com - Untuk Anda yang punya bayi, urusan memandikan bayi memang bukan perkara mudah. Jika awalnya Anda mungkin takut memandikan bayi baru, namun seiring ia bertambah besar, ada saja masalah yang harus dihadapi saat ingin memandikan bayi, mulai dari menangis hingga mengamuk.

Nah, kali ini The Asian Parent akan berbagi informasi seputar tips memandikan bayi yang benar agar mereka mau menurut dan menikmati kegiatan membersihkan badan ini sebagai kegiatan yang menyenangkan. Yuk dicoba.

1. Pilih Waktu yang Tepat
Pilih waktu mandi di mana bayi sedang merasa gerah atau kepanasan, misalnya sepulang bermain dari luar rumah. Setelah itu, Anda sebaiknya menjadwalkan mandi sebagai kegiatan rutin pada jam tertentu setiap harinya agar ia terbiasa.

2. Ajak Bayi Mandi Bersama Mainannya
Ketakutan bayi dengan kegiatan mandi kadang didasari oleh rasa takut. Oleh karena itu, Andas bisa mengajak bayi untuk membawa mainannya saat mandi. Ajak pula bayi bernyanyi lagu ceria yang ia sukai.

3. Bermain Air sebelum Mandi
Jika bayi Anda sudah bisa duduk dengan baik, Anda bisa mengajaknya untuk bermain air agar ia tidak takut lagi dengan kegiatan mandi. Pangku bayi atau dudukkan ia di depan baskom air untuk bisa mengenali air dan bermain dengannya terlebih dahulu. Ajarkan ia untuk menepuk air atau bermain dengan cara lain agar ia menjadi bersemangat dan senang mandi.

4. Tidak Memaksa Bayi untuk Mandi
Untuk pertama kali, gunakan lap basah untuk membersihkan tubuh bayi. dengan cara seperti ini, bayi mulai belajar mengenali mandi sebagai kegiatan untuk membersihkan diri.
Setelah ia terbiasa dengan cara ini, Anda bisa mulai untuk memandikan bayi dengan bak mandi khusus bayi dengan air yang sedikit.

5. Mandikan dengan Volume Air yang Sedikit untuk Permulaan
Menggunakan air yang terlalu banyak saat mandi bisa memicu ketakutan bayi. Cobalah untuk mengisi bak mandi bayi dengan tinggi air maksimum 5 cm saja, atau paling tidak jangan sampai menyentuh telinganya saat ia berendam di dalamnya.

6. Gunakan Suhu Air yang Tepat
Agar bayi bisa mandi dengan aman dan nyaman, tentunya Anda perlu menyiapkan air hangat dengan suhu yang tepat. Untuk memastikan air hangat yang pas, tidak terlalu panas atau terlalu dingin, cobalah untuk menggunakan siku tangan untuk memeriksa suhunya. Ini karena siku tangan lebih sensitif daripada telapak tangan, sehingga Anda bisa memperkirakan suhu yang tepat untuk air mandi bayi.

Hal penting lain yang perlu diingat adalah untuk memasukkan air dingin terlebih dahulu ke dalam baskom mandi bayi, dan baru setelahnya ditambahkan dengan air panas. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadi kecelakaan anak yang tak sengaja terkena air panas di dalam baskom karena belum tercampur dengan air dingin.

7. Menggunakan Strategi Selang-Seling
Sebelum bayi menangis di menit pertama mandi, manfaatkan momen ini untuk membersihkan area tubuh tertentu, misalnya keramas. Jika di waktu berikutnya ia sudah menangis dengan keras, sisa area tubuh lainnya bisa dibersihkan di waktu mandi berikutnya. Lakukan hal ini sampai bayi Anda bisa menikmati waktu mandinya.

8. Siram secara Perlahan
Teknik mandi dengan menyiram secara perlahan sangat penting untuk dilakukan agar ia bisa belajar untuk menikmati momen ini dengan baik. Jangan langsung membasahi kepala bayi, apalagi dengan tiba-tiba, karena ia bisa langsung menangis dengan keras. Mulailah dengan menyiram bagian kakinya, lalu perlahan naik ke badan, tangan, dan kepala.

9. Tidak Meninggalkan Bayi Sendirian
Jangan pernah meninggalkan bayi sendirian di dalam bak mandinya, walau hanya sebentar untuk mengambil barang, dan meskipun ia sudah bisa duduk. Kecelakaan tidak sengaja, misalnya terpeleset di dalam bak mandi bisa membuat bayi jadi takut.
Oleh karena itu, persiapan peralatan mandi dengan baik sebelum memandikan bayi.

10. Puji Anak Setiap Kali ia Berhasil Mandi dengan Baik
Memuji anak setiap kali ia berhasil mandi dengan baik bisa memotivasi dirinya untuk kembali mengulangi keberhasilannya. Oleh karenanya, penting sekali bagi orangtua untuk tidak pelit pujian saat anak berhasil melakukan hal sederhana dengan baik.
Meskipun anak masih bayi dan belum bisa berkomunikasi secara verbal, ia pasti mengerti pujian dan penghargaan yang diberikan dari orangtuanya kepadanya.

Itu dia 10 tips memandikan bayi dengan aman dan nyaman. Ingatlah untuk selalu mengedepankan cara-cara persuasif agar bayi Anda bisa menikmati mandi sebagai sesuatu yang menyenangkan untuk dilakukan.

Sumber:
https://id.theasianparent.com/10-trik-dan-tips-memandikan-bayi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Hal Ini Harus Dihindari Saat Memandikan Bayi Baru Lahir

5 Hal Ini Harus Dihindari Saat Memandikan Bayi Baru Lahir

Health | Rabu, 19 Agustus 2020 | 11:02 WIB

Baim Wong Latihan Mandikan Bayinya, Ikuti Langkah-Langkah yang Benar Ini

Baim Wong Latihan Mandikan Bayinya, Ikuti Langkah-Langkah yang Benar Ini

Health | Selasa, 31 Desember 2019 | 11:05 WIB

Ini Alasan Jangan Langsung Mandikan Bayi Baru Lahir

Ini Alasan Jangan Langsung Mandikan Bayi Baru Lahir

Health | Kamis, 24 Januari 2019 | 11:53 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB