Studi: Virus Corona Bisa Lebih Menyebar di Ruang Sempit Seperti Lorong

Kamis, 17 Desember 2020 | 12:05 WIB
Studi: Virus Corona Bisa Lebih Menyebar di Ruang Sempit Seperti Lorong
Ilustrasi lorong. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa orang yang positif Covid-19 bisa menyebarkan virus melalui tetesan napas di sepanjang lorong atau koridor yang sempit. Temuan ini memiliki implikasi yang signifikan pada pedoman yang diterapkan untuk melindungi orang dari penularan melalui udara.

Melansir dari News Medical, sebuah tim ilmuwan di Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok telah meneliti bagaimana tetesan tersebar di lingkungan yang berbeda untuk memahami Covid-19. Penelitian ini telah diterbitkan pada jurnal Physics of Fluids.

Studi ini menggunakan simulasi komputer untuk memprediksi pola aliran udara dan penyebaran tetesan dalam berbagai skenario. Tim menyimpulkan bagaimana bentuk dan ukuran ruang memengaruhi penularan Covid-19.

Temuan studi ini menyoroti bagaimana berjalan cepat di belakang orang dewasa yang terinfeksi di koridor atau lorong sempit bisa meningkatkan risiko penularan. Risiko ini semakin tinggi terutama pada anak-anak.

Tim yang berbasis di China tersebut menemukan bahwa ketika seseorang batuk saat berjalan melalui koridor, mereka mengeluarkan tetesan air ke udara yang membentuk jejak mengelilingi tubuh orang tersebut seperti air yang bergerak di sekitar lorong.

Tim menyebut pola tetesan ini sebagai gelembung sirkulasi yang kemudian membentuk jejak tertinggal di belakang mereka saat mereka berjalan. Tetesan ini akan mengikuti mereka di area sekitinggi pinggang, setara dengan tinggi mulut anak-anak.

Jejak tetesan napas tersebut, jika dihasilkan oleh seseorang yang terinfeksi Covid-19, maka bisa menempatkan orang yang berjalan di belakangnya mengalami risiko tertular yang lebih tinggi.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

"Pola aliran yang kami temukan sangat terkait dengan bentuk tubuh manusia,"kata salah satu penulis makalah, Xiaolei Yang.

Tim menyimpulkan bahwa anak-anak berisiko khusus untuk jenis penularan ini, mengingat tetesan bergerak ke sekitar tinggi mulut anak-anak. Temuan studi ini kemungkinan besar akan sangat berharga untuk pengembangan pedoman jarak sosial yang lebih efektif.

Baca Juga: Bisnis Butiknya Merugi, Ivan Gunawan Akui Tak Potong Gaji Pegawai

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI