Studi: Petugas Medis Tujuh Kali Lebih Berisiko Kena Covid-19 Parah

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Selasa, 29 Desember 2020 | 10:45 WIB
Studi: Petugas Medis Tujuh Kali Lebih Berisiko Kena Covid-19 Parah
Ilustrasi Covid-19.(Pixabay/fernandozhiminaicela)

Suara.com - Sebuah studi menunjukkan bahwa petugas kesehatan yang terlibat dalam penanganan Covid-19 memiliki risiko tujuh kali lebih tinggi terinfeksi Covid-19 parah. Hal ini dinyatakan dalam penelitian dari Pational & Environmental Medicine.

Melansir dari Medical News Today, studi ini dilakukan di Inggris raya yang menunjukkan bahwa perugas layanan kesehatan bisa berisiko tujuh kali terkena Covid-19 parah.

Studi ini diambil dari hasil tes Covid-19 Kesehatan Masyarakat Inggris dan catatan kematian dari 16 Maret 2020 hingga 26 Juli 2020. Data juga diambil dari studi Biobank Inggris mencakup tahun 2006-2010.

Data Biobank memungkinkan para peneliti melacak beberapa faktor yang mungkin terkait dengan perkembangan penyakit parah di luar pekerjaan seseorang.

Meskipun masuk akal bahwa orang yang berinteraksi dengan pasien Covid-19 memiliki risiko lebih besar. Namun studi ini jadi yang pertama yang membandingkan risiko terkena penyakit parah dengan jenis pekerja lain.

“Temuan kami memperkuat kebutuhan akan pengaturan kesehatan dan keselamatan yang memadai untuk pekerja penting, terutama di sektor kesehatan dan perawatan sosial," catat para peneliti.

"Kesehatan dan kesejahteraan pekerja sangat penting untuk membatasi penyebaran dan mengelola beban pandemi global," imbuh mereka.

Kategori petugas kesehatan secara keseluruhan mengalami rata-rata tujuh kali lebih mungkin mengalami Covid-19 parah daripada pekerja lainnya.

Ilustrasi Covid-19. (Elements Envato)
Ilustrasi Covid-19. (Elements Envato)

Studi tersebut menunjukkan bahwa staf pendukung medis adalah yang paling rentan. Mereka tujuh kali lebih mungkin terkena penyakit parah daripada orang-orang yang memiliki pekerjaan lainnya. 

baca juga

Orang-orang dalam kategori perawatan sosial dan pendidikan memiliki risiko 84 persen lebih tinggi, sedangkan mereka yang memberikan perawatan sosial memiliki kemungkinan 2,5 kali lebih tinggi untuk mengalami kasus penyakit yang parah.

Pekerja transportasi dua kali lebih mungkin untuk jatuh sakit parah dibandingkan pekerja lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sedang Hamil dam Positif Covid-19, Ini Kondisi Istri Fiersa Besari

Sedang Hamil dam Positif Covid-19, Ini Kondisi Istri Fiersa Besari

Surakarta | Selasa, 29 Desember 2020 | 10:21 WIB

Kronologi Aa Gym Positif Covid-19, Sempat Mengira Cuma Kelelahan

Kronologi Aa Gym Positif Covid-19, Sempat Mengira Cuma Kelelahan

Sumsel | Selasa, 29 Desember 2020 | 10:16 WIB

Warga Wuhan Mulai Divaksin Covid-19, Masing-masing Dua Suntikan

Warga Wuhan Mulai Divaksin Covid-19, Masing-masing Dua Suntikan

Sumut | Selasa, 29 Desember 2020 | 10:12 WIB

Terkini

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:50 WIB

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:39 WIB

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:22 WIB

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Health | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:01 WIB

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:58 WIB

×