Gejala Diabetes Tipe 2, Waspadai Poliuria Akibat Resistensi Insulin

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:17 WIB
Gejala Diabetes Tipe 2, Waspadai Poliuria Akibat Resistensi Insulin
Ilustrasi toilet, urine dan buang air kecil (Pixabay/bzndenis)

Suara.com - Gejala diabetes tipe 2 akan terus berkembang secara bertahap, sehingga banyak perubahan kecil dalam tubuh yang mungkin akan terabaikan hingga menjadi lebih buruk.

Padahal poliuria salah satu dari tiga gejala klasik diabetes tipe 2 yang seharusnya diwaspadai. Dalam istilah medis, kondisi ini artinya sering buang air kecil dalam jumlah besar dan sering.

Jika Anda khawatir akan kondisi itu, perlu diperhatikan seberapa sering Anda menggunakan toilet untuk buang air kecil dalam sehari.

Gejala klasik kedua dari diabetes tipe 2 adalah polidipsia, yakni kondisi yang membuat seseorang sering merasakan haus. Artinya, Anda akan terus merasakan haus entah seberapa banyak Anda minum.

Gejala klasik ketiga adalah polifagia, yang artinya Anda mengalami peningkatan nafsu makan yang tidak dipuaskan dengan makan.

Diabetes tipe 2 (Pixabay/stevepb)
Diabetes tipe 2 (Pixabay/stevepb)

Dilansir dari Express, ada pula tanda lain yang menunjukkan Anda menderita penyakit itu termasuk kelelahan, pusing, penurunan berat badan, penglihatan kabur, penyembuhan lambat, alat kelamin gatal dan mual.

Karena itu, penting untuk memahami setiap perubahan dalam tubuh agar mengetahui Anda menderita diabetes tipe 2 atau tidak. Ketika sel-sel tubuh menjadi resisten terhadap insulin, maka hormon yang diproduksi oleh pankreas tidak bisa mengambil glukosa sebagai bahan bakar.

Glukosa adalah sejenis gula yang Anda peroleh dari mengonsumsi makanan tertentu. Pada orang dalam kondisi sehat, makanan yang Anda konsumsi membantu menyediakan energi.

Resistensi insulin menyebabkan glukosa menumpuk di aliran darah alih-alih diambil oleh sel-sel tubuh. NHS menjelaskan bahwa terlalu banyak glukosa dalam darah dikenal sebagai hiperglikemia.

baca juga

Efek samping yang berpotensi berbahaya dari diabetes tipe 2 dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Hiperglikemia dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata, saraf, ginjal dan pembuluh darah.

Saat terlalu banyak glukosa dalam aliran darah, tubuh akan mencoba membuang kelebihannya. Ginjal mencoba membuang kelebihan gula dalam aliran darah melalui urine, yang menyebabkan poliuria sebagai tanda peringatan diabetes tipe 2.

Di samping kebutuhan buang air kecil yang lebih sering, tubuh pastinya akan lebih dehidrasi. Kondisi inilah yang menyebabkan polidipsia.

Sedangkan pada polifagia, jika Anda tidak bisa mendapatkan energi dari makanan yang Anda konsumsi. Maka tak peduli seberapa banyak Anda makan, tubuh pasti akan membutuhkan sumber energi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketahui Golongan Orang yang Tak Bisa Divaksin Covid-19

Ketahui Golongan Orang yang Tak Bisa Divaksin Covid-19

Health | Minggu, 17 Januari 2021 | 11:34 WIB

Studi: Diet Ketat Rendah Karbohidrat Turunkan Risiko Gejala Diabetes Tipe 2

Studi: Diet Ketat Rendah Karbohidrat Turunkan Risiko Gejala Diabetes Tipe 2

Health | Kamis, 14 Januari 2021 | 18:43 WIB

Kenali Gejala dan Penyebab Disuria, Sensasi Sakit Saat Buang Air Kecil

Kenali Gejala dan Penyebab Disuria, Sensasi Sakit Saat Buang Air Kecil

Bogor | Rabu, 13 Januari 2021 | 18:05 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×