Berbeda dari Kelaparan pada Umumnya, Apa Itu Hidden Hunger?

Vania Rossa

Selasa, 26 Januari 2021 | 06:28 WIB
Berbeda dari Kelaparan pada Umumnya, Apa Itu Hidden Hunger?
Ilustrasi hidden hunger. (Shutterstock)

Suara.com - Salah satu masalah nutrisi yang dialami oleh sebagian masyarakat Indonesia saat ini adalah hidden hunger atau kelaparan tersembunyi. Data Global Hunger Index pada 2020 menunjukkan Indonesia berada pada posisi 70 dari 107 negara, dan kondisi ini dialami oleh sekitar 20-40 persen masyarakat.

Tapi, apa sebenarnya hidden hunger?

Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, Prof. Dodik Briawan, mengatakan bahwa hidden hunger ini berbeda dengan kelaparan biasa yang biasanya dikenali dengan tubuh kurus dan perut buncit. Ciri hidden hunger pada anak bisa berupa anak cepat sakit, tumbuhnya tidak bisa optimal, dan prestasi akademik tidak bagus.

Penyebab hidden hunger adalah kekurangan zat gizi mikro yang diakibatkan oleh kurangnya konsumsi buah dan sayur.

Seperti yang kita tahu, buah dan sayur ini diketahui mengandung vitamin, mineral, dan serat pangan yang berperan membantu proses metabolisme tubuh, seperti membantu memproduksi energi, memelihara dan perawatan jaringan tubuh, dan membantu tumbuh kembang anak.

Kekurangan buah dan sayur ini bisa membuat seseorang, baik itu anak-anak maupun orang dewasa berada dalam kondisi hidden hunger atau kelaparan tersembunyi.

Selain itu, seperti dikutip dari Antara, anemia juga bisa menjadi penyebab munculnya hidden hunger. Data menunjukkan anemia defisiensi besi di Indonesia mencapai angka 30 persen, dan pada ibu hamil jumlahnya mencapai 50 persen.

Lalu, bagaimana cara mencegah hidden hunger, terutama pada anak-anak?

Pakar gizi klinik, dr. Diana F. Suganda, dalam sebuah webinar, Senin (25/1/2021), mengatakan bahwa asupan zat gizi mikro sesungguhnya hanya diperlukan dalam jumlah sedikit. Ini berbeda dengan zat gizi makro seperti kabohidrat, protein dan lemak yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah relatif lebih besar.

Namun meski sedikit, zat gizi mikro ini seringkali dilupakan, bahkan disepelekan, yang kemudian mengakibatkan fungsi tubuh tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Untuk itu, Diana merekomendasikan untuk memvariasikan bahan pangan yang tersedia untuk mencegah kekurangan zat gizi ini.

"Tidak ada satu bahan makanan yang mengandung semua zat gizi. Campur-campur semua bahan makanan,," katanya.

Misal lauk bisa dicampur, pagi telur, siang ikan, dan besok diganti lagi dengan ayam, tahu, dan tempe. Dengan begitu, komposisi gizi seimbangnya bisa didapat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Gizi Nasional, Hidden Hunger Masih Jadi Beban Negara

Hari Gizi Nasional, Hidden Hunger Masih Jadi Beban Negara

Health | Senin, 25 Januari 2021 | 14:47 WIB

Studi: Perubahan Iklim Berisiko Tingkatkan Malnutrisi pada Anak

Studi: Perubahan Iklim Berisiko Tingkatkan Malnutrisi pada Anak

Health | Selasa, 19 Januari 2021 | 07:16 WIB

Penanganan Malnutrisi Perlu Program Berkelanjutan, Ini Alasannya

Penanganan Malnutrisi Perlu Program Berkelanjutan, Ini Alasannya

Press Release | Rabu, 23 Desember 2020 | 21:42 WIB

Terkini

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB