Masker Kain Tak Bisa Tahan Varian Baru Virus Corona, ini Saran Ahli dari AS

Selasa, 26 Januari 2021 | 08:16 WIB
Masker Kain Tak Bisa Tahan Varian Baru Virus Corona, ini Saran Ahli dari AS
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Penelitian oleh New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group (NERVTAG) menunjukkan varian baru virus corona Covid-19 B.1.1.7 di Kent lebih mematikan daripada varian virus corona sebelumnya.

Temuan ini membantu mencari tahu penyebab kematian akibat virus corona di Inggris, meskipun sudah diberlakukan pembatasan sosial.

Karena varian baru virus corona yang lebih menular ini, seorang ahli epidemiologi di Amerika Serikat menyarankan masker yang lebih efektif mencegah penularan virus.

Eric Feigl-Ding, seorang epidemiologis dan ekonom kesehatan AS menyarannkan untuk penggunaan masker yang kuat dan efektif dalam menghadapi varian baru virus corona.

"Saya sudah mengatakan berbulan-bulan, bahwa kami perlu beralih ke mansker KN95, KF94 atau FFP2 Eropa secepatnya," kata Eric Feigl-Ding dikutip dari Express.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Eric Feigl-Ding telah menunjukkan beberapa penelitian tentang semua masker itu yang tingkat efektivitas filtrasinya sebesar 94 hingga 95 persen. Sejumlah penelitian pun telah mengakui kemanjuran masker ini.

Satu studi dalam jurnal medis Lancet, juga telah membandingkan tingkat penularan varian baru virus corona di 16 negara. Penelitian itu menemukan bahwa N95 dan masker bedah juga lebih kuat menangkal virus dibandingkan masker satu lapis.

Penelitian tahun 2013 juga mengakui masker bedah biasa 3 kali lipat lebih efektif mencegah penularan virus corona daripada masker kain.

Namun, studi terpisah oleh Duke University juga membandingkan kemanjuran masker yang berbeda dan menemukan masker N95 justru yang lebih efektif.

Baca Juga: Terungkap! Kasus Baru Covid-19 di Selandia Baru Adalah....

Sesuai dengan temuan Eric Feigl-Ding, masker N95 lebih sulit ditemukan di luar rumah sakit karena ketersediaannya yang belum banyak dan lebih dibutuhkan oleh petugas medis.

"Anda mungkin menemukan beberapa NIOSH N95 dari pengerjaan kayu, tetapi perhatikan bahwa sering kali masker tidak tahan cairan," jelasnya.

Feigl-Ding juga mengatakan dewan penasihat kesehatan di Jerman, Austria dan Prancis pun telah melarang penggunaan masker kain yang tidak efisien dalam mencegah penyebaran varian baru virus corona yang lebih mudah menular.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI