Studi: Konsumsi Karbohidrat Kualitas Rendah Tingkatkan Risiko Stroke

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Minggu, 28 Februari 2021 | 06:25 WIB
Studi: Konsumsi Karbohidrat Kualitas Rendah Tingkatkan Risiko Stroke
Ilustrasi perempuan dengan diet atau pola makan sehat. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi baru menemukan bahwa mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat berkualitas buruk memiliki banyak efek buruk pula pada kesehatan. Hal ini bahkan bisa memicu risiko serangan jantung, stroke hingga kematian. 

Melansir dari Heathshots, temuan studi tersebut dipublikasikan di New England Journal of Medicine. Studi global itu berfokus pada orang-orang yang tinggal di lima benua dan menyimpulkan bahwa pola makan tinggi karbohidrat berkualitas buruk menyebabkan risiko serangan jantung, stroke, dan kematian yang lebih tinggi.

Risiko yang lebih tinggi dari pola makan tinggi karbohidrat berkualitas buruk disebut diet glisemik tinggi. Sebanyak 137.851 orang berusia 35 hingga 70 tahun dipantau selama rata-rata 9,5 tahun melalui studi Population Urban and Rural Epidemiology (PURE) yang dijalankan oleh Population Health Research Institute (PHRI) dari McMaster University dan Hamilton Health Sciences.

Tim peneliti menggunakan kuesioner makanan untuk mengukur asupan makanan jangka panjang peserta dan memperkirakan indeks glikemik, yakni peringkat makanan berdasarkan pengaruhnya terhadap kadar gula darah.

Hasilnya, peserta yang mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik 20 persen tertinggi memiliki risiko 50 persen lebih mungkin untuk mengalami serangan kardiovaskular, stroke, atau kematian bagi mereka dengan kondisi jantung. Sementara bagi peserta sehat, konsumsi makanan tinggi karbohidrat kualitas buruk risikonya mencapai 20 persen.

Ilustrasi sandwich rendah karbohidrat, sandwich sehat, sarapan sehat. (Shutterstock)
Ilustrasi sandwich rendah karbohidrat, sandwich sehat, sarapan sehat. (Shutterstock)

"Saya telah mempelajari dampak pola makan tinggi glisemik selama beberapa dekade dan penelitian ini meratifikasi bahwa konsumsi karbohidrat berkualitas rendah dalam jumlah tinggi menjadi masalah di seluruh dunia," kata penulis utama David Jenkins, profesor ilmu nutrisi dan kedokteran di Universitas tersebut.

Sebagian besar buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh memiliki indeks glikemik rendah, sedangkan roti putih, nasi, dan kentang adalah makanan karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasat Reskrim Polres Dairi Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi

Kasat Reskrim Polres Dairi Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi

Sumut | Sabtu, 27 Februari 2021 | 00:10 WIB

Meninggal, Istri Ketua MK Dimakamkan di TPU Selapajang Jaya Tangerang

Meninggal, Istri Ketua MK Dimakamkan di TPU Selapajang Jaya Tangerang

Jakarta | Jum'at, 26 Februari 2021 | 13:34 WIB

Punya Kondisi Hipertensi? Berikut Cara Menurunkannya secara Alami!

Punya Kondisi Hipertensi? Berikut Cara Menurunkannya secara Alami!

Health | Kamis, 25 Februari 2021 | 14:04 WIB

Terkini

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Health | Sabtu, 07 November 2026 | 20:05 WIB

Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak

Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak

Jabar | Sabtu, 07 November 2026 | 20:04 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:02 WIB

Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?

Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:55 WIB

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Suap di Kantah Kabupaten Bogor I

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Suap di Kantah Kabupaten Bogor I

Bogor | Sabtu, 07 November 2026 | 19:52 WIB

Tak Selalu Mulus, Ini 5 Drakor yang Terseret Kontroversi Sepanjang 2026

Tak Selalu Mulus, Ini 5 Drakor yang Terseret Kontroversi Sepanjang 2026

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:45 WIB

Bukan Rem atau Gas Total: Menentukan Kecepatan AI Berbasis Risiko

Bukan Rem atau Gas Total: Menentukan Kecepatan AI Berbasis Risiko

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:25 WIB

Sabet Emas BWF World Junior Championships 2026, 3 Bintang PB Djarum Terima Bonus Total Rp200 Juta

Sabet Emas BWF World Junior Championships 2026, 3 Bintang PB Djarum Terima Bonus Total Rp200 Juta

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 19:23 WIB

Sulap Kontrakan Jadi Sarang Prostitusi, Perempuan 53 Tahun di Baturaja Diciduk Polisi

Sulap Kontrakan Jadi Sarang Prostitusi, Perempuan 53 Tahun di Baturaja Diciduk Polisi

Sumsel | Sabtu, 07 November 2026 | 19:10 WIB

Melawan Trauma Body Shaming dalam Novel The Boy I Knew From YouTube

Melawan Trauma Body Shaming dalam Novel The Boy I Knew From YouTube

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:05 WIB

×