alexametrics

Olahraga 10 Menit Cukup Untuk Jaga Kesehatan? Ini Faktanya

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati
Olahraga 10 Menit Cukup Untuk Jaga Kesehatan? Ini Faktanya
Ilustrasi olahraga di rumah (shutterstock)

Apakah olahraga hanya sepuluh menit bisa memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh?

Suara.com - Di media sosial mudah kita temui video gerakan olahraga yang hanya memakan waktu sekitar 10 menit. Video tersebut mungkin menggugah orang-orang dengan waktu terbatas terbatas untuk melakukan olahraga.

Tetapi, apakah olahraga hanya sepuluh menit bisa memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh?

Praktisi kesehatan dr. Boy Abidin, Sp.OG (K)., menjelaskan bahwa jumlah waktu berolahraga memang bisa menentukan dampaknya pada tubuh, termasuk pembakaran lemak yang terjadi.

Menurutnya, jika olahraga sepuluh menit dengan tujuan hanya untuk peregangan maka hal itu bisa saja dilakukan.

Baca Juga: Tiga Hal Besar yang Menurut Pakar dapat Mengurangi Risiko Kanker, Apa Saja?

"Untuk fleksibilitas jadi yang sifatnya stretching, untuk peregangan, 5 menit-10 menit itu cukup," kata dokter Boy saat webinar bersama Lifebouy dan PSSI, Selasa (2/3/2021).

Tetapi, jika tujuannya untuk meningkatkan denyut jantung dan membakar kalori lebih banyak, maka olahraga yanh disarankan adalah jenis kardio yang tidak cukup kalau hanya dilakukan selama sepuluh menit.

"Mau melihat kekuatan kardiovaskular jantung dan paru-paru, kalau tujuannya itu perlu minimal 30 menit," ucapnya.

"Kemudian yang tujuannya untuk kelenturan otot, kekuatan otot, endurance, kebugaran otot, itu 15-30 menit. Jadi menit ini tujuan kita untuk beraktivitas atau olahraga itu apa," imbuh dokter Boy.

Terlepas dari itu, dokter Boy mengingatkan bahwa aktivitas fisik harus dilakukan oleh siapa pun. Bahkan sebaiknya menjadi kebiasaan sejak masih anak-anak hingga lanjut usia.

Baca Juga: Jangan Salah, Berkeringat Saat Olahraga Bukan Tanda Tubuh Membakar Lemak

Ia mengingatkan agar jangan terlalu malas bergerak atau rebahan. Dokter Boy menyebutkan bahwa berdasarkan data Riskesdas Kemenkes 2018 tercatat, 35 persen orang Indonesia kurang bergerak.

Komentar