alexametrics

Survei: Kepercayaan Warga Dunia Terhadap Vaksin Covid-19 Meningkat

M. Reza Sulaiman
Survei: Kepercayaan Warga Dunia Terhadap Vaksin Covid-19 Meningkat
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 pada awak media di Hall Basket, Senayan, Jakarta, Kamis (25/2/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Kekhawatiran akan efek samping Covid-19 menurun dan kepercayaan terhadap efektivitasnya bertambah, menurut sebuah studi terbaru dari Inggris.

Suara.com - Kekhawatiran akan efek samping Covid-19 menurun dan kepercayaan terhadap efektivitasnya bertambah, menurut sebuah studi terbaru dari Inggris.

Dilansir ANTARA, Institut Inovasi Kesehatan Global (IGHI) Imperial College London dan perusahaan jajak pendapat YouGov, merilis haris survei yang dilakukan di 14 negara.

Hasil survei menyebut kepercayaan terhadap vaksin COVID-19 meningkat, dengan kesediaan orang-orang untuk mendapatkan suntikan naik. Di saat bersamaan, kekhawatiran tentang kemungkinan efek samping memudar.

Survei tersebut menemukan kepercayaan pada vaksin COVID-19 telah meningkat di sembilan dari 14 negara yang disurvei, termasuk Prancis, Jepang dan Singapura yang sebelumnya memiliki tingkat kepercayaan yang rendah.

Baca Juga: Hipertensi Sempat Jadi Kendala, Sekda Bantul Akhirnya Berhasil Divaksin

Pemutakhiran terbaru dari survei, yang berlangsung dari 8 Februari hingga 21 Februari, menemukan bahwa orang-orang di Inggris yang paling bersedia, dengan 77 persen mengatakan mereka akan menggunakan vaksin yang dirancang untuk melindungi terhadap COVID-19 jika tersedia pada pekan ini.

Hal itu naik dari 55 persen pada November, tak lama sebelum vaksin COVID-19 pertama - yang dikembangkan bersama oleh Pfizer dan BioNTech - memperoleh persetujuan peraturan untuk digunakan di Inggris.

Warga di Prancis, Singapura, dan Jepang tetap termasuk yang paling sedikit untuk menerima vaksin COVID-19, masing-masing 40 persen, 48 persen dan 48 persen - tetapi kepercayaan diri dari ketiga negara tersebut meningkat sejak November.

Pada November persentase warga di Prancis, Singapura, dan Jepang yang mau divaksin hanya 25 persen, 36 persen dan 39 persen.

Survei tersebut juga menemukan bahwa kekhawatiran atas efek samping vaksin telah memudar di sebagian besar negara, dengan kurang dari setengah (45 persen) dari semua responden saat ini melaporkan kekhawatiran.

Baca Juga: Cegah Penundaan Vaksin Covid-19 Terulang, Tiga Negara Eropa Bentuk Aliansi

Sekali lagi, warga di Prancis, Singapura dan Jepang saat ini paling khawatir tentang efek samping, dengan sekitar 6 dari 10 orang merasa khawatir (56 persen, 59 persen, 61 persen), sedangkan Inggris adalah yang paling tidak khawatir.

Survei terbaru melibatkan lebih dari 13.500 orang di Australia, Inggris, Kanada, Denmark, Prancis, Jerman, Israel, Italia, Jepang, Belanda, Norwegia, Singapura, Korea Selatan, Spanyol, dan Swedia.

Komentar