Lima Kesalahan di Pagi Hari yang Bikin Tak Produktif Seharian

Cesar Uji Tawakal, Fita Nofiana

Sabtu, 13 Maret 2021 | 09:42 WIB
Lima Kesalahan di Pagi Hari yang Bikin Tak Produktif Seharian
Ilustrasi bangun tidur. (Shutterstock)

Suara.com - Bangun tidur bisa menjadi tahap yang krusial untuk membangun energi dan mood sepanjang hari. Sayangnya beberapa kebiasaan di pagi hari bisa merusak energi dan pengaruhi produktivitas Anda.

Melansir dari Huffpost, berikut beberapa kebiasaan pagu hari yang mengganggu produktivitas, antara lain:

1. Memaksa untuk bangun

 Produktvitas sehari-hari bisa jadi berkurang saat banun dengan terpaksa.

"Seseorang yang bangun jam 10 pagi benar-benar bisa seproduktif orang yang bangun jam 5 pagi, yang penting adalah seberapa sengaja mereka bangun," kata kata Chris Bailey, penulis "The Productivity Project".

2. Mode reaktif

Graham Allcott, pendiri Think Productive mengatakan bahwa penghancur produktivitas terbesar memulai hari dalam "mode reaktif" saat bangun. Langsung membuka ponsel adalah contoh mode reaktif di pafi hati.

Menurut Allcott, awal pagi perlu meluangkan waktu untuk memikirkan prioritas Anda, memeriksa kalender dan daftar tugas Anda

3. Melewatkan sarapan dan hidrasi pagi

baca juga

Sarapan dan hidrasi cukup adalah bagian besar dari rutinitas pagi untuk mengisi energi Anda.

“Makanan dan hidrasi memainkan peran penting dalam kemampuan kita untuk berkonsentrasi dan menjadi produktif," ujar Stephanie Nelson, ahli diet terdaftar dan ahli nutrisi untuk MyFitnessPal.

"Penelitian telah menunjukkan bahwa kurang hidrasi dapat merusak suasana hati, memori, konsentrasi, dan fungsi eksekuti," imbuhnya.

4. Terlalu Multitasking

Multitasking mengurangi produktivitas hingga 40 persen dan dapat memiliki efek negatif jangka panjang pada otak

"Terkadang itu (multitasking) tidak dapat dihindari, tetapi mencoba melakukan terlalu banyak benar-benar bisa menjadi bumerang," ujar Erica Zellner, pelatih kesehatan Parsley Health di New York City.

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

5. Tidak mempersiapkan malam sebelumnya

Di penghujung hari yang melelahkan, hal terakhir yang perlu dilakukan seseorang adalah merencanakan hari berikutnya. Aktivitas tersebut menurut para ahli dapat membuat perbedaan besar dalam produktivitas dan memberi Anda lebih banyak waktu istirahat.

“Saya merekomendasikan bahwa di akhir setiap hari kerja, orang-orang perlu membuat daftar tentang apa yang harus dilakukan untuk keesokan harinya," kata Zellner.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Dilakukan, 7 Kesalahan di Pagi Hari Ini Bisa Merusak Produktivitas

Jangan Dilakukan, 7 Kesalahan di Pagi Hari Ini Bisa Merusak Produktivitas

Lifestyle | Selasa, 09 Maret 2021 | 06:16 WIB

Kemnaker: Forum Sinergitas Penting untuk Tingkatkan Produktivitas Daerah

Kemnaker: Forum Sinergitas Penting untuk Tingkatkan Produktivitas Daerah

News | Sabtu, 06 Maret 2021 | 09:29 WIB

Bisa Dicontoh, Ini 4 Kebiasaan Orang Sukses Di Pagi Hari

Bisa Dicontoh, Ini 4 Kebiasaan Orang Sukses Di Pagi Hari

Lifestyle | Kamis, 04 Maret 2021 | 06:05 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×