Sindiran Menkes: Kementerian Kesehatan Kini Jadi 'Kementerian Kesakitan'

Jum'at, 26 Maret 2021 | 09:45 WIB
Sindiran Menkes: Kementerian Kesehatan Kini Jadi 'Kementerian Kesakitan'
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (instagram @sekretariatkabinet)

Suara.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan kekecewaannya terhadap penanganan kesehatan di Indonesia, khususnya di masa pandemi Covid-19.

Saat ini, penanganan kesehatan selalu berfokus pada pengobatan, alias mengobati orang sakit. Padahal seharusnya, fokus ditujukan pada pencegahan agar orang tidak sakit.

Ia merujuk pada anggaran di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang lebih banyak mengobati orang sakit.

"Sekarang kalau saya lihat anggaran kemenkes banyak digunakan untuk orang sakit. Anggaran BPJS menyembuhkan orang sakit," ujar Menkes Budi dalam acara Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (UI), Kamis (25/3/2021).

Jika terus begini, Menkes Budi pun berkelakar nama Kemenkes maupun BPJS Kesehatan diganti menjadi Kementerian Kesakitan dan BPJS Kesakitan.

"Yah kalau kayak gitu rubah aja namanya bukan BPJS Kesehatan, tapi Badan Penjamin Kesakitan," kelakar Menkes.

Kata dia, alih-alih anggaran difokuskan untuk pengobatan, sebaiknya anggaran dan tenaga harus difokuskan pada program promosi pencegahan agar jangan sampai masyarakat jatuh sakit.

"Karena promosi kesehatan itu membangun kesehatan supaya orang sembuh, well being, dan saya rasa lebih banyak orang sehat dibanding orang sakit. Lebih murah ngurus orang sehat dibanding orang sakit," ungkap Menkes.

Termasuk juga dalam penanganan Covid-19, orang yang belum terinfeksi hanya cukup mengonsumsi vitamin C, vitamin B dan masker. Biaya dan waktu yang dikeluarkan cenderung lebih murah.

Baca Juga: Menkes Budi: Pandemi Covid-19 Memperkuat Modal Atasi TBC

Tapi jika orang tersebut sudah terinfeksi Covid-19, maka penyediaan ruang dan alat di rumah sakit, tenaga kesehatan, hingga obat yang harus disediakan seperti remdesivir mencapai ratusan juta lebih mahal.

"Dan orang nggak mau tinggal di rumah sakit sebagus apapun, lebih seneng tinggal di rumah," ungkap Menkes.

Mantan Wakil Menteri BUMN itu juga mengingatkan fasilitas puskesmas yang ada di masyarakat bisa dimanfaatkan untuk melakukan skrining kesehatan, alih-alih berobat.

"Sering datang ke puskesmas konsultasi, umur 40 30 tahun tes darah ada diabetes atau enggak, kolesterol tinggi, rutin berolahraga, banyak jalan, testing lebih dini diperkenalkan," pungkas Menkes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI