Hidup Sehat Bisa Picu Masalah Kesehatan Pada Gigi, Kok Bisa?

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 31 Maret 2021 | 18:10 WIB
Hidup Sehat Bisa Picu Masalah Kesehatan Pada Gigi, Kok Bisa?
Ilustrasi sakit gigi, radang gusi. (Shutterstock)

Suara.com - Menjaga kesehatan, terutama imunitas tubuh jadi makin perhatian banyak orang sejak pandemi Covid-19. Salah satu yang berubah mungkin pola makan sehat dan lebih banyak sayur juga buah. 

Terutama buah yang mengandung banyak vitamin C untuk daya tahan tubuh dan umumnya memiliki rasa asam. Meski baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh, terlalu banyak konsumsi makanan bervitamin C dan rasa asam juga bisa berdampak pada kesehatan gigi, lho.

"Banyak masyarakat mulai konsumsi makanan dan minuman sehat sejak pandemi. Bahkan, 12,6 persen jadi menerapkan pola plant based food, makanan sehat berbasis sayur dan buah. Tapi seperti diketahui makan tomat, lemon, jeruk kemudian juga salad bahkan cuka, makanan ini sifatnya asam. Belum lagi kalau banyak konsumsi minum infuse water. Kalau dikonsumsi berlebihan bisa sebabkan terjadinya faktor memicu demineralisasi," jelas Dokter spesialis gigi drg. Andy Wirahadikusumah, Sp. Pros., dalam webinar Pepsodent, Rabu (31/3/2021).

Demineralisasi merupakan terkikisnya lapisan mineral pada gigi. Dokter Andy menyampaikan bahwa terkikisnya mineral itu sebenarnya ada banyak faktor. Mulai dari usia, hormonal, penyakit gerd atau bulimia yang bisa menimbulkan rasa asam pada mulut.

Ilustrasi sakit gigi. (Shutterstock)

Jika mineral terus terkikis, lambat laun gigi akan sensitif dan mudah merasa ngilu setiap kali konsumsi terlalu banyak makanan pedas, asam, atau dingin.

"Kenapa bisa gigi sensitif? Karena ada area pori tubulus dentin itu yang biasanya tertutup tapi karena terjadi demineralisasi, maka terekspos. Padahal dia terhubung langsung dengan saraf. Karena itu kalau makan terlalu panas, dingin, pedas akan menimbulkan ngilu yang dikenal sebagai gigi sensitif. Penelitian menemukan 1 dari 5 orang Indonesia alami gigi sensitif," paparnya.

Secara alami, gigi bisa mengembalikan lapisan mineral yang sudah terkikis asalkan dijauhkan dari faktor resikonya, terutama makanan. Tetapi, dr. Andy menyampaikan, proses pemulihannya tidak akan kembali seperti semula. Sehingga perlu dibantu dengan menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif.

"Mineral yang hilang bisa dikembalikan tapi tidak bisa dibentuk alami. Jadi perlu bantuan salah satunya dengan pakai pasta gigi khusus sensitif," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meninggalkan Sikat Gigi di Kamar Mandi? Awas Kontaminasi Kotoran

Meninggalkan Sikat Gigi di Kamar Mandi? Awas Kontaminasi Kotoran

Health | Selasa, 30 Maret 2021 | 09:51 WIB

5 Potret Citra Kirana Pasang Behel Gigi, Manglingi Banget!

5 Potret Citra Kirana Pasang Behel Gigi, Manglingi Banget!

Entertainment | Minggu, 28 Maret 2021 | 08:00 WIB

Peneliti Menemukan Sumber yang Bikin Sakit Gigi Saat Makan Es Krim

Peneliti Menemukan Sumber yang Bikin Sakit Gigi Saat Makan Es Krim

Health | Sabtu, 27 Maret 2021 | 19:58 WIB

Terkini

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB