CDC: Vaksin Covid-19 Jenis mRNA 90 Persen Efektif

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 02 April 2021 | 06:30 WIB
CDC: Vaksin Covid-19 Jenis mRNA 90 Persen Efektif
Sebuah botol vaksin Pfizer untuk Covid-19 di sebuah rumah sakit di Le Mans, Prancis. [AFP/Jean Francois Monier]

Suara.com - Hingga kini ada berbagai merek dan jenis vaksin Covid-19 yang beredar dan digunakan sejumlah negara. Setiap vaksin itu memiliki tingkat efektivitas yang berbeda.

Dalam uji klinis mereka, vaksin Pfizer dan Moderna bekerja dengan baik, cukup baik bagi FDA untuk memberikan otorisasi penggunaan darurat. Demikian seperti dilansir dari Medical News Today. 

Tetapi dalam studi dunia nyata, di mana semua partisipan berada di garis depan melawan Covid, vaksin terbukti 90 persen efektif melawan virus - bukan hanya penyakit simptomatik. Dalam studi klinis, Pfizer dan Moderna sedang menguji penyakit.

Namun, baru-baru ini sebuah studi yang didukung oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Anerika Serikat tidak masalah vaksin mana yang diterima peserta.

Vaksin moderna (VOA Indonesia)
Vaksin moderna (VOA Indonesia)

Lembaga itu mengatakan bahwa yang penting adalah kedua vaksin itu dirancang menggunakan messenger RNA untuk mengusir virus corona. Hasilnya menunjukkan bahwa vaksin tersebut bahkan efektif melawan virus tanpa gejala.

Messenger RNA, atau mRNA, membawa instruksi ke dalam sel untuk memberitahukan bagaimana fungsinya.

Dalam kasus vaksin, target pesannya adalah protein lonjakan. Protein ini memiliki tiga fungsi: mengenali virus, mengizinkan virus untuk menempel padanya, dan kemudian memungkinkan masuk ke dalam sel.

Setelah itu terjadi, semua virus akan meledak. Tetapi dengan vaksin, pembawa pesan menyampaikan instruksi untuk menghasilkan antigen, molekul yang memberi tahu sistem kekebalan untuk mengenali kekuatan yang menyerang.

Ini memungkinkan tubuh mengenali dan menyerang protein lonjakan pada virus SARS-CoV-2 yang sebenarnya jika seseorang bersentuhan dengannya.

baca juga

CDC ingin mengetahui bagaimana vaksin mRNA bekerja di dunia nyata, jadi mereka mendaftarkan 3.950 orang - petugas kesehatan, pekerja esensial dan lainnya - dari enam negara bagian. Studi selama 13 minggu berlangsung dari pertengahan Desember hingga pertengahan Maret.

Vaksin bekerja dengan baik bahkan dengan hanya satu suntikan, meskipun kedua jenis biasanya memerlukan dua suntikan untuk rejimen lengkap. Dalam studi tersebut, risiko infeksi turun hingga 80 persen, dua minggu setelah dosis pertama vaksin diberikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hindari Empat Hal Usai Vaksin Covid-19 dan Berita Terpopuler Lainnya

Hindari Empat Hal Usai Vaksin Covid-19 dan Berita Terpopuler Lainnya

Health | Kamis, 01 April 2021 | 20:59 WIB

Jangan Pernah Posting Foto Sertifikat Vaksin Covid-19, Ini Bahayanya

Jangan Pernah Posting Foto Sertifikat Vaksin Covid-19, Ini Bahayanya

Health | Kamis, 01 April 2021 | 15:45 WIB

550 Ribu Guru dan Tenaga Pendidik Sudah Divaksin, Nadiem: Itu Kabar Gembira

550 Ribu Guru dan Tenaga Pendidik Sudah Divaksin, Nadiem: Itu Kabar Gembira

News | Kamis, 01 April 2021 | 14:47 WIB

Terkini

6 Cara Lindungi Bayi dan Balita dari Abu Vulkanik Akibat Anak Krakatau, Sesuai Anjuran Dokter Anak!

6 Cara Lindungi Bayi dan Balita dari Abu Vulkanik Akibat Anak Krakatau, Sesuai Anjuran Dokter Anak!

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 09:13 WIB

Operasional Bandara Soetta dan Halim Masih Ditutup Hingga Jam 6 Sore

Operasional Bandara Soetta dan Halim Masih Ditutup Hingga Jam 6 Sore

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 09:10 WIB

Abu Anak Krakatau Mengarah ke Jabar! Sekolah Terapkan PJJ, Kasus Kesehatan Dipantau Harian

Abu Anak Krakatau Mengarah ke Jabar! Sekolah Terapkan PJJ, Kasus Kesehatan Dipantau Harian

News | Senin, 07 September 2026 | 08:56 WIB

Meski Bandara Dibuka, Pesawat Tetap Tak Boleh Langsung Terbang

Meski Bandara Dibuka, Pesawat Tetap Tak Boleh Langsung Terbang

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 08:55 WIB

Strategi Inalum Maksimalkan SDM, Karyawan Turun Langsung Sesuai Keahlian

Strategi Inalum Maksimalkan SDM, Karyawan Turun Langsung Sesuai Keahlian

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 08:50 WIB

Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pandeglang Jadi Wilayah Terparah Terdampak Abu Anak Krakatau!

Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pandeglang Jadi Wilayah Terparah Terdampak Abu Anak Krakatau!

News | Senin, 07 September 2026 | 08:42 WIB

OJK Canangkan Bulan Dana Pensiun 2026, Dorong Masyarakat Siapkan Masa Purnabakti Sejak Dini

OJK Canangkan Bulan Dana Pensiun 2026, Dorong Masyarakat Siapkan Masa Purnabakti Sejak Dini

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 08:35 WIB

6 Bandara Termasuk Soetta Masih Ditutup untuk Penerbangan

6 Bandara Termasuk Soetta Masih Ditutup untuk Penerbangan

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 08:31 WIB

Review Drama Positively Yours, Drama Romcom Antara Atasan dan Karyawan Biasa

Review Drama Positively Yours, Drama Romcom Antara Atasan dan Karyawan Biasa

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 08:30 WIB

Gunung Ile Lewotolok Erupsi 2 Kali Dalam 34 Menit, Kolom Abu Tembus 600 Meter!

Gunung Ile Lewotolok Erupsi 2 Kali Dalam 34 Menit, Kolom Abu Tembus 600 Meter!

News | Senin, 07 September 2026 | 08:28 WIB

×