alexametrics

Studi: Istirahat 5 Menit Bantu Tingkatkan Produktivitas Pekerja

M. Reza Sulaiman | Aflaha Rizal Bahtiar
Studi: Istirahat 5 Menit Bantu Tingkatkan Produktivitas Pekerja
ilustrasi pekerja, karyawan di masa pandemi. (elements envato)

Penelitian terbaru dari North Carolina State University menunjukkan, karyawan yang mengambil jam istirahat di tempat kerja bukan hal yang buruk.

Suara.com - Penelitian terbaru dari North Carolina State University menunjukkan, karyawan yang mengambil jam istirahat di tempat kerja bukan hal yang buruk.

Bahkan dengan mengambil jam istirahat selama 5 menit, dapat membantu karyawan kembali produktif bekerja.

Asisten profesor psikologi dari NCSU Sophia Cho mengatakan, istirahat kecil alias microbreak bisa bermanfaat dengan catatan khusus. Jam istirahat akan bermanfaat jika diisi dengan makan camilan, mengobrol dengan rekan kerja, meregangkan tubuh, dan mengerjakan teka-teki silang.

"Istirahat selama lima menit bisa menjadi waktu yang tepat. Studi kami menunjukkan, perusahaan perlu memberikan hak pada karyawan dalam mengambil waktu jam istirahatnya. Karena ini membantu karyawan efektif mengelola energinya dalam pekerjaannya," ungkap Sophia Cho, yang juga penulis studi ini, dilansir Healthshots.

Baca Juga: Studi: Pasien Covid-19 yang Sembuh Berisiko Alami Kerusakan Organ

Studi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman terhadap perilaku karyawan dalam mempertahankan energi dan produktif bekerja. Studi pertama dilakukan kepada 98 pekerja di Amerika Serikat, yang diminta untuk mengisi dua survei selama 10 hari kerja, yakni pagi hari dan jam akhir setelah kerja.

Studi kedua melibatkan 222 pekerja di Korea Selatan, yang masing-masing peserta menyelesaikan survei selama lima hari kerja. Pada survei tersebut, peserta menyelesaikan survei bersamaan di jam makan siang.

Pengumpulan data peserta ini dihubungkan dengan kualitas tidur, tingkat kelelahan, dan keterlibatan pada pekerjaan beserta pengalamannya.

Para peneliti juga menganalisis data survei secara statistik, dengan memeriksa fluktuasi tingkat kualitas tidur dan juga perilaku kerja.

Hasilnya, peserta mengalami kelelahan ketika tiba di tempat kerja, dan cenderung mengambil jam istirahat.

Baca Juga: Strategi Tingkatkan Produktivitas SDM di Masa Pandemi

"Pada dasarnya, istirahat secara mikro dapat membantu Anda mengelola sumber energi sepanjang hari, dan itu sangat bermanfaat pada hari-hari ketika Anda lelah," ungkap Sophia Cho.

Komentar