Mutasi E484K Virus Corona, Benarkah Bikin Virus Tak Mempan Vaksin?

Vania Rossa, Aflaha Rizal Bahtiar

Kamis, 08 April 2021 | 15:20 WIB
Mutasi E484K Virus Corona, Benarkah Bikin Virus Tak Mempan Vaksin?
Ilustrasi virus corona. (Pixabay/mohamed_hassan)

Suara.com - Varian baru virus corona ditemukan di Bristol, dan dicurigai dapat menginfeksi kembali orang yang sudah pernah menderita Covid-19 atau yang telah divaksinasi.

Dilansir dari BBC, varian virus corona Bristol telah ditentukan oleh New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group (Nervtag) sebagai mutasi E484K, yaitu mutasi yang juga ditemukan pada varian virus corona yang ditemukan di Afrika Selatan dan Brasil.

Penelitian laboratorium telah menunjukkan bahwa virus dengan mutasi tersebut dapat melarikan diri dari pertahanan manusia, membuatnya lebih efisien dalam menghindari kekebalan alami maupun kekebalan yang didapat dari vaksin.

Pemimpin kelompok Retrovirus-Host Interactions Laboratory di Francis Crick Institute, Dr Jonathan Stoye mengatakan data menunjukkan mutasi E484K dapat mengurangi respons kekebalan orang-orang terhadap Covid-19.

Lewat cuitannya di Twitter, Prof. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menyebut bahwa E484K dijuluki double mutant atau mutan ganda. Pasalnya, E484K ini mengandung tidak hanya satu, tetapi dua mutasi mengkhawatirkan dalam komposisi genetiknya yang telah diidentifikasi U.S. Centers for Disease Control and Prevention.

Dikatakan pula oleh Prof. Zubairi, dalam sebuah pengujian di laboratorium, E484K terbukti membantu virus korona menghindari antibodi yang dihasilkan oleh infeksi sebelumnya, sehingga membuatnya kurang rentan terhadap obat antibodi, termasuk vaksin.

E483K ini, lanjut Prof. Zubairi, merupakan mutasi varian P.1, yang diketahui memiliki tingkat keparahan lebih tinggi pada kelompok anak muda. Setidaknya, ada tiga varian yang kini jadi perhatian para ahli, yaitu B117 yang berasal dari Inggris, B1351 di Afrika Selatan, dan yang terbaru P1 di Brasil.

“E484K ini juga sudah ada dalam variant of concern VOC-nya WHO per 1 April 2021, dan juga VOC-nya CDC Amerika Serikat per 24 Maret 2021. Di Indonesia, E484K ini sudah terdeteksi sejak Februari 2021 di Jakarta, saat pemeriksaan oleh Lembaga Eijkman,” cuitnya lagi.

Dan karena E484K ini kurang rentan terhadap antibodi, maka tentu akan ada dampaknya pada efikasi vaksin. Meski demikian, menurut Prof Zubairi, harus ditunggu hasil studi lanjutan dan bagaimana efeknya terhadap vaksin yang selama ini beredar.

baca juga

Yang penting, Prof. Zubairi mengingatkan agar kita tetap pakai masker, cuci tangan memakai sabun dan air mengalir, plus menjaga jarak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin AstraZeneca Diduga Picu Pembekuan Darah, 3 Orang Ini Harus Hati-hati

Vaksin AstraZeneca Diduga Picu Pembekuan Darah, 3 Orang Ini Harus Hati-hati

Health | Kamis, 08 April 2021 | 15:16 WIB

Studi: Masker & Ventilasi Lebih Efektif Cegah Covid-19 daripada Jaga Jarak

Studi: Masker & Ventilasi Lebih Efektif Cegah Covid-19 daripada Jaga Jarak

Health | Kamis, 08 April 2021 | 15:04 WIB

Vaksin AstraZeneca Sebabkan Pembekuan Darah, Simak Berbagai Gejalanya

Vaksin AstraZeneca Sebabkan Pembekuan Darah, Simak Berbagai Gejalanya

Health | Kamis, 08 April 2021 | 14:19 WIB

Terkini

Karhutla Paksa 571 Ribu Murid Belajar Daring, Pakar Desak Pemerintah Beri Subsidi

Karhutla Paksa 571 Ribu Murid Belajar Daring, Pakar Desak Pemerintah Beri Subsidi

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:29 WIB

Realisasikan Ekonomi Kerakyatan, BRI Perkuat Koperasi Desa Merah Putih dan Hadirkan BRILink Agen

Realisasikan Ekonomi Kerakyatan, BRI Perkuat Koperasi Desa Merah Putih dan Hadirkan BRILink Agen

Riau | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:27 WIB

BRI Dorong Ekonomi Desa Melalui Koperasi Desa Merah Putih dan BRILink Agen

BRI Dorong Ekonomi Desa Melalui Koperasi Desa Merah Putih dan BRILink Agen

Kaltim | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:22 WIB

BRI Dukung Koperasi Desa Untuk Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan

BRI Dukung Koperasi Desa Untuk Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Jakarta | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:18 WIB

Dukung Kemajuan Koperasi Desa, BRI Hadirkan BRILink Agen

Dukung Kemajuan Koperasi Desa, BRI Hadirkan BRILink Agen

Bali | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:16 WIB

Bikin Gaduh Ruang Ganti Manchester United, Lisandro Martinez Akhirnya Buka Suara

Bikin Gaduh Ruang Ganti Manchester United, Lisandro Martinez Akhirnya Buka Suara

Bola | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:16 WIB

IM3 Ubah Cara Berburu Hadiah, Pelanggan Bisa Pilih Incaran di MyIM3

IM3 Ubah Cara Berburu Hadiah, Pelanggan Bisa Pilih Incaran di MyIM3

Tekno | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Febrie Pertanyakan Siapa yang Perintahkan Ferry Boboho, Pengamat Soroti Celah Dakwaan

Febrie Pertanyakan Siapa yang Perintahkan Ferry Boboho, Pengamat Soroti Celah Dakwaan

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:11 WIB

5 Pelembap Bibir Pria untuk Cerahkan Bibir Gelap karena Kebiasaan Merokok

5 Pelembap Bibir Pria untuk Cerahkan Bibir Gelap karena Kebiasaan Merokok

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:10 WIB

Diragukan Publik, Kepala BNPB Baru Cek Ulang Data Karhutla Suharyanto yang Dilaporkan ke Prabowo

Diragukan Publik, Kepala BNPB Baru Cek Ulang Data Karhutla Suharyanto yang Dilaporkan ke Prabowo

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:09 WIB

×