Puskesmas Diminta Temukan Kasus TB Bersamaan dengan Skrining Covid-19

Vania Rossa, Lilis Varwati

Kamis, 08 April 2021 | 18:42 WIB
Puskesmas Diminta Temukan Kasus TB Bersamaan dengan Skrining Covid-19
Tuberkulosis (TBC) masih jadi beban di Indonesia. (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi Covid-19 membuat pelacakan kasus tuberkulosis atau TB terhambat. Kementerian Kesehatan telah mengumumkan bahwa pelacakan kasus baru TB sepanjang 2020 menurun dibandingkan pada tahun 2019.

Duta tuberkulosis Indonesia, dr. Reisa Broto Asmoro, menyampaikan bahwa pelacakan kasus TB tahun lalu hanya mencapai setengah dari yang ditargetkan.

"Berdasarkan survei yang dilakukan Kemenkes, tingkat notifikasi TB menurun hingga 42 persen. Jauh sekali dari target 2020 yaitu 80 persen," ujar dokter Reisa saat webinar 'Penanggulangan Tuberkulosis Pasca Setahun Pandemi Covid-19', Kamis (8/4/2021).

Berdasarkan data Direktorat di Kemenkes hingga 24 Februari 2021 juga tercatat bahwa angka kesuksesan pengobatan TB menurun 1 persen, lanjut dokter Reisa.

"Dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi 82 persen. Padahal seharusnya targetnya naik 85 persen," ucapnya.

Kekhawatiran masyarakat untuk datang ke fasilitas layanan kesehatan karena takut dengan paparan virus corona jadi salah satu faktor berkurangnya penemuan kasus TB dan penurunan tingkat pengobatan. Mengantisipasi hal tersebut, Kemenkes pun menggerakkan tenaga kesehatan di puskesmas yang melakukan pelacakan kontak Covid-19, sekaligus menanyakan resiko penyakit TB, lantaran kedua penyakit ini memiliki gejala yang hampir sama.

"TB dan Covid mungkin gejalanya sama, yaitu batuk. Tetapi tentunya kita harus memastikan dulu kalau batuk bukan kasus Covid-19. Jadi kita sudah memberikan SOP, khususnya teman-teman di surveilans dan yang melakukan pelacakan kasus kontak di Puskesmas, untuk memberikan pertanyaan tambahan (terkait gejala TB)," kata Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) dr. Siti Nadia Tarmidzi dalam webinar yang sama.

Ia menambahkan, pertanyaan yang diajukan terkait dengan berbagai gejala khas TB, seperti batuk yang tak kunjung sembuh, penurunan berat badan, hingga keringat pada malam hari. Jika dalam pelacakan kontak ditemukan orang dengan gejala seperti itu dan dipastikan status infeksi Covid-19 negatif, maka petugas akan mengidentifikasi kembali kasus tersebut.

"Salah satu tantangan karena biasanya pasien tuberkulosis sama dengan pasien Covid-19, gejalanya batuk. Tetapi kalau demam, seringkali pasien tuberkulosis tidak ada. Kalau kemudian dipastikan pada pemeriksaan itu tidak ada yang mengarah ke Covid, segera untuk ditangani pemeriksaan untuk tuberkulosis," jelasnya.

baca juga

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga telah meminta agar pelacakan kasus tuberkulosis tetap dilakukan secara optimal. Tujuannya agar target untuk Indonesia eliminasi tuberkulosis pada 2030 bisa tercapai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Budi: Indonesia Masih Alami Masalah Besar Tuberkulosis

Menkes Budi: Indonesia Masih Alami Masalah Besar Tuberkulosis

Health | Kamis, 08 April 2021 | 18:25 WIB

Apakah Anak Bisa Menularkan Penyakit Tuberkulosis?

Apakah Anak Bisa Menularkan Penyakit Tuberkulosis?

Health | Minggu, 04 April 2021 | 14:54 WIB

Pandemi Bikin Sulit Akses RS, Pencegahan Orang Bersiko TB Jadi Kunci

Pandemi Bikin Sulit Akses RS, Pencegahan Orang Bersiko TB Jadi Kunci

Health | Jum'at, 02 April 2021 | 18:39 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB