Kasus Kematian akibat Overdosis Obat Terlarang Melonjak selama Pandemi

Minggu, 18 April 2021 | 19:40 WIB
Kasus Kematian akibat Overdosis Obat Terlarang Melonjak selama Pandemi
Ilustrasi Narkoba (freeimages)

Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mencatat kematian akibat overdosis di negaranya melonjak selama awal pandemi virus corona.

Berdasarkan data yang terbit Jumat (16/4/2021) lalu, lebih dari 87.200 orang meninggal karena overdosis obat, terutama akibat opioid, dalam periode 12 bulan dari September 2019 hingga September 2020.

Tetapi pemerintah memperkirakan ada kemungkinan lebih dari tiga ribu kematian tambahan yang tidak dilaporkan secara resmi.

Ini merupakan jumlah kematian akibat overdosis tertinggi sejak epidemi opioid pertama kali dimulai pada 1990-an.

Sebagian besar kasus disebabkan oleh fentanil yang dibuat secara ilegal dan opioid sintetis lainnya, tetapi beberapa juga karena obat perangsang seperti metamfetamin.

Ilustrasi narkoba (Shutterstock)

Semakin banyak kematian yang melibatkan kombinasi obat-obatan, seperti fentanil atau heroin yang dicampur dengan stimulan.

Menurut laporan Live Science, peningkatan kematian akibat overdosis dimulai pada beberapa bulan menjelang pandemi, tapi kemudian melonjak selama pandemi musim semi lalu.

Jumlah kematian akibat overdosis dari September 2019 hingga September 2020 lebih tinggi 28,8% dibandingkan kematian akibat overdosis dari September 2018 hingga September 2019.

Peningkatan kematian terbesar terjadi pada bulan April dan Mei 2020, ketika banyak negara bagian menjalani lockdown yang sangat ketat, orang-orang kehilangan pekerjaan, dan ketakutan serta tekanan pandemi meluas.

Baca Juga: Oknum Petugas Lapas Bukittinggi Terlibat Peredaran Narkoba di Lapas

"Hingga hari ini, pandemi telah memisahkan orang dari layanan pengobatan kecanduan. Dari layanan pengurangan dampak buruk, dan dari komunitas serta jaringan yang mereka gunakan untuk tetap aman dan menghindari overdosis," kata Jessica Taylor, spesialis pengobatan kecanduan di Pusat Kecanduan Grayken Boston Medical Center.

Menurut Taylor, akses ke layanan telemedicine dan obat-obatan untuk mengobati gangguan kecanduan merupakan kunci untuk membalikkan masalah ini.

Laporan baru ini didasarkan pada data dari database Sistem Statistik Vital Nasional atau National Vital Statistics System database.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI