Kebiasaan Begadang Bisa Diubah Agar Bangun Pagi, Begini Caranya!

Rauhanda Riyantama, Rosiana Chozanah

Senin, 19 April 2021 | 14:35 WIB
Kebiasaan Begadang Bisa Diubah Agar Bangun Pagi, Begini Caranya!
Ilustrasi begadang. (Shutterstock)

Suara.com - Bagi orang yang tidur larut malam atau istilahnya 'night owl' mungkin akan terasa sulit untuk bangun di pagi hari, atau 'early birds'. Tetapi dapatkah orang-orang night owl berubah?

Direktur pengobatan tidur perilaku di Klinik Cleveland, Michelle Drerup, mengatakan hal itu mungkin, tapi tidak mudah.

Kecenderungan seseorang menjadi orang yang suka begadang atau bangun di pagi hari bergantung pada kronotipe atau 'jam internal' mereka. Orang cenderung lebih terjaga dan waspada selama waktu tertentu dalam sehari dan lebih mengantuk pada waktu lainnya.

Menurut ilmuwan, dilansir Live Science, kronotipe ditentukan oleh kombinasi dari sifat alamiah (nature) dan stimulasi lingkungan (nurture).

Dalam sisi alamiah, sejumlah gen diketahui berperan dalam menentukan apakah seseorang lebih suka tidur larut malam. Gen ini memengaruhi ritme sirkadian, atau siklus bangun-tidur alami yang mengarah ke kronotipe seseorang.

Ilustrasi seorang lelaki begadang atau kerja lembur di kantor. (Shutterstock)
Ilustrasi seorang lelaki begadang (Shutterstock)

Lingkungan juga memainkan peran besar. Orang cenderung berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari yang memperkuat kronotipe mereka.

Misalnya, night owl merasa lebih produktif dan waspada di malam hari, sehingga cenderung berolahraga dan bersosialisasi di malam hari. Aktivitas ini merangsang dan memperkuat kecenderungan orang tersebut untuk begadang.

Karena lingkungan juga merupakan faktor penentu, siklus tidur dan bangun dapat diubah. Jika ingin bangun lebih awal, lakukan perubahan secara bertahap.

Drerup menyarankan untuk menggeser alarm bangun lebih awal 15 sampai 20 menit setiap beberapa hari selama beberapa minggu sampai sesuai dengan jadwal ideal.

baca juga

"Konsisten adalah kuncinya. Di sinilah, seringkali night owl akan meronta-ronta. Mereka akan mulai menyesuaikan diri seiring berlalunya minggu kerja, dan kemudian mereka begadang dan tidur di akhir pekan," sambungnya.

Drerup megingatkan untuk membatasi paparan cahaya satu jam sebelum tidur, salah satuya menjauhi layar ponsel. Sebab, cahaya menghalangi produksi melatonin, hormon yang mengatur ritme sirkadian.

Di sisi lain, cobalah untuk mendapatkan paparan cahaya segera setelah bangun, untuk menghentikan produksi melatonin.

Hindari aktivitas yang merangsang di malam hari. Daripada berolahraga di malam hari, cobalah berolahraga di pagi atau sore hari. Mungkin perlu juga untuk mengubah waktu makan menjadi lebih awal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rela Begadang Demi Urus Anak, Irwansyah: Masya Allah Enak Banget

Rela Begadang Demi Urus Anak, Irwansyah: Masya Allah Enak Banget

Entertainment | Jum'at, 02 April 2021 | 08:38 WIB

Hindari Begadang, Ini Tips Agar Si Kecil Tak Bangun Tengah Malam Minta Susu

Hindari Begadang, Ini Tips Agar Si Kecil Tak Bangun Tengah Malam Minta Susu

Lifestyle | Rabu, 17 Maret 2021 | 07:19 WIB

Kebakaran Hutan di Meranti, Tim Gabungan Begadang Semalaman Jaga Api Padam

Kebakaran Hutan di Meranti, Tim Gabungan Begadang Semalaman Jaga Api Padam

Batam | Selasa, 16 Maret 2021 | 07:20 WIB

Terkini

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:10 WIB

Kenapa Kangen Band Bubar?

Kenapa Kangen Band Bubar?

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 06:05 WIB

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 06:00 WIB

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Lawang Sewu Hadirkan Jejak Perjalanan Kereta Api di Kota Semarang

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:30 WIB

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

9 Finalis SHEPRENEUR 2026 Tampilkan Strategi Bisnis di Business Pitch Day

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:15 WIB

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

×