Manfaat Taman di Rumah, Kesehatan dan Kesejahteraan Mental Lebih Baik

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Selasa, 20 April 2021 | 04:30 WIB
Manfaat Taman di Rumah, Kesehatan dan Kesejahteraan Mental Lebih Baik
ilustrasi rumah yang punya taman (Unsplash)

Suara.com - Rumah yang memiliki atau dekat dengan taman atau kebun ternyata lebih banyak mendapat manfaat, salah satunya kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik. Hal ini terutama di saat masa pandemi virus corona seperti sekarang.

Berdasarkan hasil studi dari Universitas Cardiff dan Universitas Metropolitan Cardiff, orang-orang yang rumahnya punya atau dekat ruang hijau cenderung merasa tenang, damai dan memiliki banyak energi.

Dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Landscape & Urban Planning ini, para peneliti mensurvei 5.556 orang tentang rumah, lingkungan, kesehatan mental dan kesejahteraan mereka dalam dua interval.

Pertama pada Maret/April 2020 selama puncak pertama pandemi di Inggris dan Juni/Juli 2020 setelah puncak pertama mereda.

Selama 2 hingga 3 bulan pertama lockdown, individu hanya diizinkan meninggalkan rumah untuk perjalanan penting, seperti berbelanja makanan, dan untuk berolahraga di luar ruangan sekali sehari.

Ilustrasi taman bunga dafodil. (Pixabay/6406513)
Ilustrasi taman bunga dafodil. (Pixabay/6406513)

Kesejahteraan subjektif terbukti meningkat lebih tinggi pada periode pasca-puncak ketika pembatasan lockdwon dilonggarkan daripada di puncak pertama pandemi.

Orang yang tinggalnya lima sampai lebih dari 10 menit berjalan kaki dari ruang terbuka hijau memiliki tingkat kesejahteraan subjektif yang lebih rendah daripada mereka yang tinggal kurang dari lima menit berjalan kaki.

Sementara mereka yang memiliki akses ke taman pribadi mempunyai tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidak punya taman di rumahnya.

"Hal ini menunjukkan bahwa, baik kebun dan taman sangat penting bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat selama pandemi, terutama ketika pembatasan terberat diberlakukan," kata penulis utama studi Profesor Wouter Poortinga, dari Cardiff University's Welsh School of Architecture and School of Psychology.

baca juga

Menurut rekan penulis Rhiannon Phillips dari Cardiff Metropolitan University, menghabiskan waktu di taman pribadi dan ruang hijau publik penting untuk mengurangi dampak pandemi pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

"Kita perlu menghargai ruang hijau dan menggunakannya dengan baik, memastikan kita tidak merusak lingkungan ini sehingga kita dapat menikmatinya," pungkas Phillips.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sisa-sisa Kebakaran Permukiman Padat di Taman Sari

Sisa-sisa Kebakaran Permukiman Padat di Taman Sari

Foto | Senin, 19 April 2021 | 18:52 WIB

Saksi Mata Kebakaran Hebat di Taman Sari Jakbar: Warga Kalut dan Pingsan

Saksi Mata Kebakaran Hebat di Taman Sari Jakbar: Warga Kalut dan Pingsan

Jakarta | Senin, 19 April 2021 | 03:10 WIB

Teduhnya Ruang Hijau Jakarta, Bisa untuk Main hingga Kawasan Resapan Air

Teduhnya Ruang Hijau Jakarta, Bisa untuk Main hingga Kawasan Resapan Air

News | Minggu, 27 Oktober 2019 | 18:00 WIB

Terkini

Kericuhan Malioboro Dinilai Jadi Kanal Frustrasi Sosial, Represif Aparat Hanya Perburuk Keadaan

Kericuhan Malioboro Dinilai Jadi Kanal Frustrasi Sosial, Represif Aparat Hanya Perburuk Keadaan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Buku Revolusi Nuklir: Menjelajahi Masa Depan dan Keganjilan Hidup Manusia

Buku Revolusi Nuklir: Menjelajahi Masa Depan dan Keganjilan Hidup Manusia

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Bicara Kasus Keracunan MBG, Kepala BGN Sudaryono: Hancur Hatiku, Saya Baper

Bicara Kasus Keracunan MBG, Kepala BGN Sudaryono: Hancur Hatiku, Saya Baper

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:59 WIB

Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan

Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar

Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar

Bali | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Harga dan Spesifikasi HP Flagship Terbaru di Indonesia: Mewah, Performa Gahar!

Harga dan Spesifikasi HP Flagship Terbaru di Indonesia: Mewah, Performa Gahar!

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:56 WIB

Bos Danantara Pandu Sjahrir Tak Bantah Miliki Saham di Supra Sekuritas

Bos Danantara Pandu Sjahrir Tak Bantah Miliki Saham di Supra Sekuritas

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang

Bukti Negara Hadir Tingkatkan Kesehatan Masyarakat: Program CKG Sudah Deteksi Medis 105 Juta Orang

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:54 WIB

4 Tinted Sunscreen Lokal SPF 30, Kunci Wajah Tampak Flawless dan Atasi PIH

4 Tinted Sunscreen Lokal SPF 30, Kunci Wajah Tampak Flawless dan Atasi PIH

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:52 WIB

PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar

PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:51 WIB

×