Mendengarkan Musik sebelum Tidur Punya Banyak Manfaat, Apa Saja?

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Senin, 26 April 2021 | 09:15 WIB
Mendengarkan Musik sebelum Tidur Punya Banyak Manfaat, Apa Saja?
Ilustrasi mendengarkan musik (istockphoto)

Suara.com - Musik memiliki banyak manfaat, mulai dari meningkatkan mood hingga menjadi penghantar tidur yang membuat kualitas tidur membaik. Tidak hanya itu, musik juga menjadikan Anda terlelap lebih cepat.

Musik membuat tidur lebih baik dengan membantu tubuh merasa rileks dan nyaman.

Sains juga mendukung pengamatan tersebut, yang menunjukkan anak-anak dari segala usia akan tidur lebih nyenyak setelah mendengarkan melodi yang menenangkan.

Dalam sebuah penelitian, dilansir Sleep Foundation, orang dewasa yang mendengarkan musik selama 45 menit sebelum tidur melaporkan memiliki kualitas tidur yang lebih baik.

Ditambah, manfaat tersebut tampaknya memiliki efek kumulatif. Terbukti saat peserta studi melaporkan tidur yang lebih baik ketika mereka semakin sering memasukkan musik ke dalam rutinitas malam mereka.

Ilustrasi seseorang mendengarkan lagu sedih (Shutterstock)
Ilustrasi mendengarkan musik sebelum tidur (Shutterstock)

Mendengarkan musik juga dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk tertidur. Hal itu terbukti pada peserta yang mengalami insomnia.

Sebelum memiliki rutinitas mendengarkan musik sebelum tidur, mereka membutuhkan waktu 27 hingga 69 menit untuk tertidur. Setelah rutin mendengarkan musik, mereka bisa tertidur dalam enam hingga 13 menit.

Beberapa penelitian menemukan musik berpengaruh pada regulasi hormon, terhormon stres kortisol. Seperti yang diketahui, peningkatan kortisol dapat meningkatkan kewaspadaan dan menyebabkan tidur yang buruk.

Musik memicu pelepasan dopamin, hormon yang dikeluarkan selama aktivitas menyenangkan, seperti makan, olahraga, dan seks. Pelepasan ini dapat meningkatkan perasaan baik pada waktu tidur dan mengatasi rasa sakit.

Respon fisik dan psikologis terhadap musik efektif dalam mengurangi nyeri fisik akut dan kronis

Saat membuat playlist musik tidur, salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah tempo. Tempo, atau kecepatan, saat musik dimainkan sering kali diukur dalam jumlah ketukan per menit (BPM).

Sebagian besar penelitian memilih musik yang berkisar antara 60-80 BPM. Karena itu adalah kisaran detak jantung istirahat normal, sering dihipotesiskan bahwa tubuh mungkin sinkron dengan musik yang lebih lambat.

Tapi sebenarnya, tidak ada jenis musik khusus dalam hal ini. Faktor terpenting adalah preferensi musik orang itu sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Henry Boomerang Sempat Merencanakan Bikin Project Musik

Henry Boomerang Sempat Merencanakan Bikin Project Musik

Jatim | Sabtu, 24 April 2021 | 20:06 WIB

Viral Bangunkan Sahur Pakai Musik Nuansa Lokal, Publik: Halo Zaskia Mecca

Viral Bangunkan Sahur Pakai Musik Nuansa Lokal, Publik: Halo Zaskia Mecca

Hits | Sabtu, 24 April 2021 | 20:43 WIB

Mendengarkan Musik di Malam Hari Bantu Lansia Tidur Nyenyak

Mendengarkan Musik di Malam Hari Bantu Lansia Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 24 April 2021 | 19:35 WIB

Terkini

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB